KPK Geledah Kantor Travel Maktour, Ungkap Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024 Rp 1 Triliun

- Penulis

Kamis, 14 Agustus 2025 - 21:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KPK Geledah Kantor Travel Maktour, Ungkap Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024 Rp 1 Triliun

KPK Geledah Kantor Travel Maktour, Ungkap Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024 Rp 1 Triliun

Redaksiku.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali bikin gebrakan besar. Kamis (14/8/2025), tim penyidik mendatangi kantor perusahaan travel haji dan umrah ternama, Maktour.

Langkah ini jadi bagian dari penyidikan kasus dugaan korupsi distribusi kuota haji 2024 yang nilainya bikin geleng-geleng kepala lebih dari Rp 1 triliun potensi kerugian negara.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi langsung kabar penggeledahan ini. Ia menyebut kalau operasi tersebut memang sedang berlangsung di salah satu kantor pihak swasta yang diduga terkait erat dengan kasus ini.

Betul, hari ini tim KPK melakukan kegiatan penggeledahan di kantor pihak swasta, ujar Budi kepada awak media.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Misi Utama: Cari Bukti dan Petunjuk Penting

Budi menjelaskan, penggeledahan ini bukan sekadar formalitas. Tim KPK turun langsung untuk mencari petunjuk dan mengamankan berbagai alat bukti yang dibutuhkan penyidik. Semua ini demi memperkuat konstruksi kasus yang sedang mereka tangani.

Pihaknya juga mengimbau seluruh pihak yang terkait agar bersikap kooperatif selama proses penyidikan berjalan. KPK mengingatkan agar pihak-pihak terkait kooperatif. Jangan sampai ada upaya untuk menghilangkan barang bukti, tegasnya.

Awal Mula Kasus Kuota Haji 2024

Kasus ini mulai mencuat pada 2023, saat Presiden Joko Widodo mendapatkan tambahan 20 ribu kuota haji dari Pemerintah Arab Saudi. Berdasarkan regulasi yang berlaku, pembagian kuota haji seharusnya mengikuti porsi 92 persen untuk haji reguler dan 8 persen untuk haji khusus.

Namun, muncul dugaan penyimpangan serius. Alih-alih mengikuti aturan, kuota tambahan itu justru dibagi rata: 50 persen untuk haji reguler dan 50 persen untuk haji khusus.

KPK Geledah Kantor Travel Maktour, Ungkap Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024 Rp 1 Triliun
KPK Geledah Kantor Travel Maktour, Ungkap Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024 Rp 1 Triliun

Kerugian Negara yang Fantastis

Pola pembagian yang tak sesuai aturan ini memicu aliran dana haji yang seharusnya masuk ke kas negara melalui jemaah reguler malah mengalir ke pihak swasta, termasuk sejumlah perusahaan travel. Salah satunya yang disebut-sebut terlibat adalah Maktour.

Bila dihitung, dampak finansial dari perubahan pembagian kuota ini terbilang besar, hingga menyentuh angka lebih dari Rp 1 triliun. Jumlah ini tentu menjadi perhatian serius karena menyangkut dana umat yang seharusnya dikelola transparan.

Langkah Pencegahan dari KPK

Sebagai bagian dari strategi penyidikan, KPK juga melakukan pencegahan ke luar negeri terhadap tiga orang yang dianggap memiliki kaitan langsung dengan kasus ini. Mereka adalah mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut), mantan Staf Khusus Menteri Agama Ishfah Abidal Aziz, dan pemilik Maktour, Fuad Hasan Masyhur.

Langkah ini diambil untuk memastikan proses hukum berjalan lancar tanpa risiko hilangnya pihak-pihak kunci dari jangkauan penyidik.

Respons dari Gus Yaqut

Terkait pencegahan tersebut, Gus Yaqut menyampaikan sikapnya melalui juru bicara, Anna Hasbie. Ia menegaskan bahwa dirinya menghormati sepenuhnya proses hukum yang tengah berjalan. Selain itu, ia juga siap bekerja sama dengan KPK demi kelancaran penyidikan.

Saya menghormati proses hukum ini dan akan bersikap kooperatif, ungkapnya.

KPK Serius Ungkap Modus Korupsi

KPK tampaknya tidak main-main dalam mengusut kasus dugaan korupsi kuota haji 2024 ini. Fokus mereka adalah membongkar siapa saja pihak yang terlibat, bagaimana mekanisme penyimpangan terjadi, dan sejauh mana dampaknya terhadap keuangan negara serta hak jemaah haji.

Penggeledahan kantor Maktour menjadi salah satu langkah strategis untuk mendapatkan dokumen, catatan transaksi, atau komunikasi internal yang bisa menjadi bukti kuat.

Dampak Terhadap Industri Travel Haji

Kasus ini jelas memberikan efek domino pada industri travel haji dan umrah. Kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggara perjalanan ibadah bisa tergerus jika terbukti ada penyimpangan yang merugikan jamaah.

Apalagi, haji dan umrah adalah ibadah yang memerlukan biaya besar dan persiapan panjang. Transparansi serta integritas dari penyelenggara menjadi hal yang sangat penting.

Publik Menanti Transparansi Proses Hukum

Masyarakat kini menaruh perhatian penuh pada proses hukum yang tengah berjalan. Banyak pihak berharap KPK dapat mengungkap kasus ini secara tuntas, termasuk siapa saja oknum yang bermain di balik distribusi kuota haji.

Langkah penggeledahan ini dinilai sebagai sinyal kuat bahwa KPK serius dan tidak akan ragu menindak siapa pun yang terbukti melanggar hukum, tanpa pandang bulu.

Kesimpulan: Momentum Perbaiki Tata Kelola Kuota Haji

Kasus dugaan korupsi kuota haji 2024 ini menjadi peringatan penting bagi semua pihak, baik pemerintah maupun swasta, bahwa transparansi dan akuntabilitas harus dijunjung tinggi.

KPK sudah memulai langkah besar dengan menggeledah kantor Maktour dan mencegah sejumlah pihak bepergian ke luar negeri. Publik tinggal menunggu sejauh mana penyidikan ini akan mengungkap kebenaran dan memastikan dana umat dikelola sesuai amanah.

Jika terbukti bersalah, para pelaku harus mendapat hukuman setimpal, agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

 

Penulis : Redaksiku

Editor : Redaksiku

Sumber Berita: Berbagai Sumber

Berita Terkait

Mengenal Kriteria Desil 1 sampai 10 Terbaru, Cek Tingkat Kesejahteraan dan Cara Melihatnya
Jangan Lewatkan! Promo Tambah Daya PLN Agustus 2026, Cek Syarat dan Harganya
Viral Kupas Bawang Rp700 Ribu, Ternyata Ada Perbedaan Tiga Nol
Promo HokBen Spesial 17 Agustus 2026, Ada Bento 17 hingga Paket Hemat Rame-rame ‎
Daftar Lengkap 76 Nama Anggota Paskibraka 2026, Siap Bertugas pada Upacara 17 Agustus
Upah Buruh Kupas Bawang Rp700 Ribu Jadi Sorotan, Ini Fakta Upah Sebenarnya di Indonesia
Puan Buka Fakta Terbaru Terkait RUU Perampasan Aset, Kapan Akan Disahkan?
Putri Juficha Meninggal Dunia di Usia 26 Tahun, Tepat di Hari Ulang Tahunnya

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 09:55 WIB

Mengenal Kriteria Desil 1 sampai 10 Terbaru, Cek Tingkat Kesejahteraan dan Cara Melihatnya

Rabu, 19 Agustus 2026 - 09:31 WIB

Jangan Lewatkan! Promo Tambah Daya PLN Agustus 2026, Cek Syarat dan Harganya

Selasa, 18 Agustus 2026 - 11:27 WIB

Viral Kupas Bawang Rp700 Ribu, Ternyata Ada Perbedaan Tiga Nol

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:18 WIB

Promo HokBen Spesial 17 Agustus 2026, Ada Bento 17 hingga Paket Hemat Rame-rame ‎

Minggu, 16 Agustus 2026 - 20:51 WIB

Daftar Lengkap 76 Nama Anggota Paskibraka 2026, Siap Bertugas pada Upacara 17 Agustus

Berita Terbaru

SSCASN 2026 Terbaru: Cek Link Resmi Pendaftaran CPNS dan PPPK

Lowongan Kerja

SSCASN 2026 Terbaru: Cek Link Resmi Pendaftaran CPNS dan PPPK

Selasa, 18 Agu 2026 - 22:59 WIB

Polres Barru bersama Badan Pangan Nasional, Bulog, pemerintah daerah, TNI, dan stakeholder terkait mengecek kualitas serta kuantitas.

Internasional

Beras Bantuan di Gudang Bulog Dicek, Ini yang Dipastikan Polisi

Selasa, 18 Agu 2026 - 15:14 WIB