Kematian Turis Brasil di Gunung Rinjani Picu Badai Rating: Netizen Indonesia dan Brasil Saling Serang di Google Maps

- Penulis

Minggu, 29 Juni 2025 - 12:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kematian Turis Brasil di Gunung Rinjani Picu Badai Rating: Netizen Indonesia dan Brasil Saling Serang di Google Maps

Kematian Turis Brasil di Gunung Rinjani Picu Badai Rating: Netizen Indonesia dan Brasil Saling Serang di Google Maps

Redaksiku.com – Insiden tragis yang menimpa seorang wisatawan asal Brasil atau turis brasil bernama Juliana Marins di Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat (NTB), telah memicu gelombang reaksi keras dari netizen Brasil.

Peristiwa ini bahkan berujung pada aksi balas-membalas ulasan dan penilaian (rating) di Google Maps antara warganet Brasil dan Indonesia.

Juliana Marins, seorang turis yang sedang menjelajahi keindahan alam Gunung Rinjani, ditemukan tewas setelah sebelumnya dilaporkan hilang. Berdasarkan informasi yang dihimpun, Juliana terjatuh dari tebing Palawangan Sembalun pada Sabtu, 21 Juni 2025. Lokasi jatuhnya sangat curam dan sulit dijangkau, yakni sekitar 600 meter ke dalam jurang. Proses pencarian dan evakuasi memakan waktu berhari-hari, hingga akhirnya jenazahnya berhasil dievakuasi pada Rabu, 25 Juni 2025.

Kematian tragis tersebut sontak membuat publik Brasil geram. Banyak dari mereka meluapkan amarah dan kekecewaan mereka terhadap Pemerintah Indonesia dan tim pencarian dan penyelamatan (SAR) melalui media sosial. Tak hanya di platform seperti X (dulu Twitter) dan Instagram, aksi protes ini juga merambah ke Google Maps.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gunung Rinjani Jadi Sasaran Rating Rendah

Gunung Rinjani, yang selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi pendakian terbaik di Asia Tenggara, menjadi sasaran utama amukan netizen Brasil. Mereka menyerbu halaman ulasan Google Maps dan memberikan rating bintang 1 disertai komentar bernada kecaman dan kekecewaan.

Padahal, sebelum insiden ini, Gunung Rinjani memiliki reputasi cukup baik di mata wisatawan lokal maupun mancanegara. Dengan lebih dari 2.500 ulasan, rating keseluruhan gunung tersebut mencapai angka mengesankan, yaitu 4,6 dari 5 bintang. Namun, setelah gelombang ulasan negatif dari warganet Brasil, skor ini mulai terancam turun.

Komentar-komentar yang diberikan oleh netizen Brasil rata-rata berisi tuntutan terhadap profesionalisme dan kesiapan tim SAR Indonesia. Mereka mempertanyakan mengapa proses evakuasi memakan waktu cukup lama dan mengapa keselamatan pendaki asing tampaknya kurang diperhatikan.

Kematian Turis Brasil di Gunung Rinjani Picu Badai Rating: Netizen Indonesia dan Brasil Saling Serang di Google Maps
Kematian Turis Brasil di Gunung Rinjani Picu Badai Rating: Netizen Indonesia dan Brasil Saling Serang di Google Maps

Netizen Indonesia Balas Serangan: Hutan Amazon Jadi Target

Aksi serbuan rating bintang 1 dari warga Brasil rupanya memancing reaksi balik dari netizen Indonesia. Tidak tinggal diam, sejumlah warganet Tanah Air melakukan aksi balasan dengan menyerbu ulasan tempat-tempat wisata terkenal di Brasil, terutama Hutan Amazon.

Melalui Google Maps, banyak lokasi di kawasan Amazon yang mendadak menerima rating rendah dari akun-akun asal Indonesia. Beberapa komentar menyindir balik netizen Brasil yang dianggap terlalu emosional dan menyalahkan Indonesia sepihak.

Rinjani dikasih bintang satu, kita kasih bintang satu juga buat Amazon. Sama-sama saling serang, tulis salah satu komentar yang cukup viral di media sosial.

Fenomena ini pun memicu perdebatan luas, baik di media sosial maupun forum daring. Banyak pengguna internet dari negara lain yang ikut menyayangkan aksi saling menjatuhkan ini, karena dinilai tidak mencerminkan semangat solidaritas dalam menghadapi musibah. Mereka mengingatkan bahwa tragedi seharusnya menjadi momen refleksi, bukan ajang saling menyalahkan dan membalas dendam di dunia maya.

Kondisi Medan Gunung Rinjani Memang Ekstrem

Menurut berbagai sumber dari tim SAR, medan di sekitar Palawangan Sembalun, tempat Juliana terjatuh, memang dikenal ekstrem dan sulit dijangkau. Proses evakuasi korban dari kedalaman 600 meter bukanlah tugas mudah dan membutuhkan peralatan serta keahlian khusus.

Keterbatasan alat, medan yang curam, cuaca yang berubah-ubah, dan risiko longsor membuat operasi pencarian sangat kompleks. Bahkan, sejumlah pendaki profesional sekalipun pernah mengalami kesulitan saat melewati jalur tersebut.

Pihak berwenang Indonesia juga menyampaikan duka mendalam atas kejadian ini dan berjanji akan melakukan evaluasi terhadap standar keselamatan di jalur pendakian, terutama untuk pendaki asing yang mungkin belum sepenuhnya familiar dengan kondisi geografis gunung-gunung di Indonesia.

Imbas pada Pariwisata dan Citra Internasional

Insiden ini tidak hanya berdampak pada emosi netizen kedua negara, tetapi juga berpotensi mempengaruhi citra pariwisata Indonesia di mata dunia. Gunung Rinjani merupakan salah satu aset wisata unggulan yang setiap tahunnya menarik ribuan pengunjung, baik lokal maupun internasional. Apabila insiden seperti ini tidak ditangani dengan pendekatan komunikasi dan perbaikan sistem keamanan yang tepat, maka bisa saja minat wisatawan terhadap destinasi ini menurun drastis.

Beberapa pelaku industri wisata pun mengungkapkan keprihatinannya. Mereka berharap pemerintah daerah NTB dan pengelola jalur pendakian Gunung Rinjani segera mengevaluasi standar keselamatan dan pelayanan pendaki untuk mencegah insiden serupa terjadi di masa depan.

Kesimpulan: Perlu Empati, Bukan Serangan Balik

Musibah yang dialami Juliana Marins seharusnya menjadi pengingat bahwa keselamatan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara, harus menjadi prioritas utama. Namun, aksi saling serang di dunia maya justru memperkeruh suasana dan tidak menyelesaikan inti masalah.

Tragedi ini semestinya menjadi titik tolak bagi semua pihakpemerintah, pengelola wisata, dan masyarakatuntuk bersama-sama memperbaiki sistem keselamatan dan menjalin kerja sama internasional yang lebih solid dalam pengelolaan wisata alam ekstrem.

Sebagai netizen, empati dan kedewasaan dalam merespons bencana akan jauh lebih berharga dibandingkan perang rating yang justru bisa merusak reputasi dua negara yang seharusnya bisa saling menghormati.

Follow Sosial Media Redaksiku : FacebookInstagramTiktokXYoutubePinterest

Penulis : Redaksiku

Editor : Redaksiku

Sumber Berita: Berbagai Sumber

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Promo HokBen Spesial 17 Agustus 2026, Ada Bento 17 hingga Paket Hemat Rame-rame ‎
Daftar Lengkap 76 Nama Anggota Paskibraka 2026, Siap Bertugas pada Upacara 17 Agustus
Upah Buruh Kupas Bawang Rp700 Ribu Jadi Sorotan, Ini Fakta Upah Sebenarnya di Indonesia
Puan Buka Fakta Terbaru Terkait RUU Perampasan Aset, Kapan Akan Disahkan?
Putri Juficha Meninggal Dunia di Usia 26 Tahun, Tepat di Hari Ulang Tahunnya
Siswa SMK di Kupang Tusuk Guru Saat Tidur, Ini Motif yang Diungkap Polisi
Timeline LPDP Batch 2 2026 Lengkap, Catat Semua Tahap Seleksi agar Tidak Terlewat
Richard Lee Hadapi Sidang Pembuktian, Ini Fakta Terbaru Perkaranya

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:18 WIB

Promo HokBen Spesial 17 Agustus 2026, Ada Bento 17 hingga Paket Hemat Rame-rame ‎

Minggu, 16 Agustus 2026 - 20:51 WIB

Daftar Lengkap 76 Nama Anggota Paskibraka 2026, Siap Bertugas pada Upacara 17 Agustus

Minggu, 16 Agustus 2026 - 13:36 WIB

Upah Buruh Kupas Bawang Rp700 Ribu Jadi Sorotan, Ini Fakta Upah Sebenarnya di Indonesia

Minggu, 16 Agustus 2026 - 13:19 WIB

Puan Buka Fakta Terbaru Terkait RUU Perampasan Aset, Kapan Akan Disahkan?

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 10:11 WIB

Putri Juficha Meninggal Dunia di Usia 26 Tahun, Tepat di Hari Ulang Tahunnya

Berita Terbaru

Meriah! Konvoi Merah Putih di Barru, Kapolres Kawal Langsung

Internasional

Meriahkan HUT RI, Kapolres Barru Kawal Konvoi Merah Putih

Minggu, 16 Agu 2026 - 10:40 WIB