Redaksiku.com – Seorang perawat di Rumah Sakit (RS) Pertamina Cirebon menjadi sorotan publik setelah diduga melakukan pelecehan terhadap seorang gadis berkebutuhan khusus yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit tersebut. Kasus ini memicu keprihatinan luas di masyarakat dan tengah ditangani oleh pihak berwenang.
Peristiwa ini pertama kali mencuat ke publik melalui unggahan media sosial oleh keluarga korban yang mengungkapkan dugaan tindakan tidak senonoh yang dilakukan oleh oknum perawat saat korban sedang dirawat inap. Dalam unggahan tersebut, keluarga korban mengaku kecewa dan marah atas perlakuan yang tidak manusiawi terhadap anak mereka yang diketahui memiliki kebutuhan khusus.
Korban, yang berusia 17 tahun, dilaporkan mengalami trauma psikologis usai kejadian yang diduga terjadi di salah satu ruang perawatan rumah sakit pada akhir April 2025. Menurut keterangan orang tua korban, anak mereka awalnya menunjukkan perubahan perilaku dan ketakutan yang tidak biasa setiap kali melihat petugas medis, yang kemudian mendorong keluarga untuk mencari tahu penyebabnya.
Kami curiga karena anak kami mendadak ketakutan setiap kali ada perawat masuk ruangan. Setelah kami bujuk, ia akhirnya mengaku bahwa ia merasa tidak nyaman dan sempat dilecehkan oleh seorang perawat laki-laki, ujar ibu korban saat diwawancarai awak media.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Mendapat laporan dari keluarga, pihak rumah sakit langsung melakukan investigasi internal. Dalam keterangan tertulis yang diterbitkan manajemen RS Pertamina Cirebon, pihak rumah sakit menyatakan bahwa mereka tidak mentoleransi segala bentuk kekerasan atau pelecehan terhadap pasien, terlebih pasien dengan kebutuhan khusus.

“Kami sangat menyesalkan kejadian ini dan sedang melakukan investigasi menyeluruh. Jika terbukti ada pelanggaran etik atau hukum, kami akan mengambil tindakan tegas, termasuk melaporkannya ke pihak kepolisian,” tulis pernyataan resmi rumah sakit.
Sementara itu, Kepolisian Resor (Polres) Cirebon Kota telah menerima laporan dari pihak keluarga korban dan saat ini tengah mendalami kasus tersebut. Kapolres Cirebon Kota, AKBP Rano Hadiyanto, membenarkan adanya laporan dan menyatakan bahwa proses penyelidikan sedang berlangsung.
Kami sudah menerima laporan dari keluarga korban. Saat ini kami sedang mengumpulkan bukti, termasuk rekaman CCTV dan keterangan dari para saksi. Kami akan mengusut tuntas kasus ini secara profesional dan transparan, kata AKBP Rano kepada wartawan, Sabtu (10/5).
Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) juga turut mengawal kasus ini. Mereka menyoroti pentingnya pengawasan lebih ketat terhadap tenaga medis, terutama saat menangani pasien rentan seperti anak-anak dan penyandang disabilitas. Ketua LPAI Cirebon, Yuli Handayani, menegaskan bahwa pelecehan terhadap anak berkebutuhan khusus adalah bentuk pelanggaran berat terhadap hak asasi manusia.
Ini bukan sekadar tindakan tidak etis, tapi juga bentuk kekerasan seksual yang harus dihukum seberat-beratnya. Kami akan mendampingi keluarga korban secara hukum dan psikologis, tegas Yuli.
Kasus ini juga memunculkan kekhawatiran publik mengenai sistem pengawasan di lingkungan rumah sakit. Banyak netizen mempertanyakan bagaimana tindakan tersebut bisa terjadi di tempat yang seharusnya menjadi ruang aman bagi pasien. Tak sedikit yang mendesak agar pihak rumah sakit membuka hasil investigasi kepada publik secara transparan dan mengevaluasi prosedur keamanan di area rawat inap.
Hingga berita ini ditulis, perawat yang diduga menjadi pelaku telah dinonaktifkan sementara dari tugasnya, sembari menunggu hasil penyelidikan internal dan kepolisian. Pihak keluarga korban berharap pelaku mendapat hukuman setimpal dan tidak ada lagi korban lain yang mengalami kejadian serupa.
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya perlindungan ekstra terhadap pasien, khususnya mereka yang memiliki keterbatasan dalam menyampaikan keluhan atau melindungi diri. Masyarakat berharap agar keadilan bisa ditegakkan dan kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Follow Sosial Media Redaksiku : Facebook, Instagram, Tiktok, X, Youtube, Pinterest
Penulis : Redaksiku
Editor : Redaksiku
Sumber Berita: Berbagai Sumber






