Harta Benda Raib! Ahmad Sahroni Laporkan Penjarahan Rumahnya ke Polres Metro Jakarta Utara

- Penulis

Selasa, 2 September 2025 - 22:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ahmad Sahroni laporkan penjarahan rumahnya ke polisi, kronologi lengkap dan latar belakang kontroversi DPR terungkap.

Ahmad Sahroni laporkan penjarahan rumahnya ke polisi, kronologi lengkap dan latar belakang kontroversi DPR terungkap.

Nama Ahmad Sahroni kembali menjadi sorotan publik setelah rumahnya di kawasan Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara, mengalami aksi penjarahan oleh sekelompok orang tak dikenal.

Peristiwa ini terjadi pada Sabtu, 30 Agustus 2025 sore, dan menambah panjang daftar kontroversi yang menyelimuti politikus Partai NasDem tersebut.

Laporan resmi sudah masuk ke Polres Metro Jakarta Utara pada Senin malam, 1 September 2025, melalui kuasa hukumnya.

Meski begitu, penanganan kasus dipastikan akan dilanjutkan oleh Polda Metro Jaya, mengingat skala peristiwa yang menyita perhatian publik. Polisi bahkan sudah meminta keterangan dari lima orang saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Insiden penjarahan rumah Ahmad Sahroni tak bisa dilepaskan dari latar belakang pernyataan kontroversialnya terkait isu pembubaran DPR RI.

Ucapannya yang dinilai merendahkan masyarakat justru menjadi pemantik amarah publik, hingga akhirnya berujung pada aksi massa di depan rumahnya.

Kronologi lengkap dan latar belakang ucapan kontroversial Ahmad Sahroni menjadi kunci untuk memahami mengapa rumah seorang politisi bisa sampai dijarah massa.

Kronologi Penjarahan Rumah Ahmad Sahroni

Harta Benda Raib! Ahmad Sahroni Laporkan Penjarahan Rumahnya ke Polres Metro Jakarta Utara
Harta Benda Raib! Ahmad Sahroni Laporkan Penjarahan Rumahnya ke Polres Metro Jakarta Utara

Kejadian bermula pada Sabtu, 30 Agustus 2025, sekitar pukul 15.00 WIB, ketika sekelompok massa mendatangi Jalan Swasembada Timur XXII, tempat kediaman Ahmad Sahroni berada. Massa yang datang berkelompok dengan sepeda motor langsung memasuki gang permukiman menuju rumahnya.

Saat itu, rumah Ahmad Sahroni tampak tertutup rapat dengan pagar besi tinggi yang terkunci. Di halaman, hanya terlihat satu mobil terparkir dengan seorang pria berjaga di dalam. Massa kemudian melakukan orasi singkat, menyuarakan kekecewaan mereka terhadap ucapan Sahroni.

Meski sempat membubarkan diri sekitar pukul 15.15 WIB, sekelompok orang tak dikenal kemudian merangsek masuk dan melakukan perusakan. Mereka merusak properti, kendaraan, hingga membawa kabur barang-barang berharga dari rumah tersebut.

Aksi cepat aparat kepolisian membuat situasi tidak semakin parah, namun kerugian materil sudah terlanjur terjadi. Laporan resmi pun segera disampaikan ke kepolisian oleh kuasa hukum Ahmad Sahroni dua hari kemudian.

Ucapan Kontroversial Ahmad Sahroni yang Jadi Sorotan

Sebelum rumahnya dijarah, Ahmad Sahroni memang tengah disorot publik karena pernyataannya yang kontroversial. Dalam kunjungan kerja ke Polda Sumatera Utara pada Jumat, 22 Agustus 2025, ia menanggapi desakan masyarakat agar DPR dibubarkan pasca isu kenaikan tunjangan anggota dewan.

Dalam pidatonya, Sahroni menyebut bahwa orang yang menyerukan pembubaran DPR adalah mental orang tertolol sedunia. Ucapannya itu langsung viral dan menuai kecaman keras dari berbagai kalangan.

Banyak pihak menilai, pernyataan tersebut merendahkan aspirasi rakyat di tengah kekecewaan terhadap DPR. Tak lama setelah itu, Ahmad Sahroni pun dicopot dari jabatannya sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI dan hanya tersisa statusnya sebagai anggota biasa di komisi yang sama.

Polisi Dalami Motif Massa dan Tindak Lanjut Kasus Ahmad Sahroni

Polisi kini mendalami apakah aksi penjarahan rumah ini murni tindak kriminal atau ada kaitannya dengan reaksi terhadap ucapan kontroversialnya. Kasi Humas Polres Metro Jakarta Utara, Ipda Maryati Jonggi, membenarkan laporan sudah masuk, dan penyelidikan lanjutan akan ditangani oleh Polda Metro Jaya.

Satuan Reskrim Polres Metro Jakarta Utara lebih dulu melakukan langkah awal, termasuk memeriksa saksi-saksi dan memetakan kerugian materil yang dialami. Meski begitu, identitas pelaku penjarahan masih belum terungkap secara resmi.

Publik menantikan transparansi aparat dalam menangani kasus ini, mengingat posisinya yang menyangkut tokoh politik nasional. Tidak sedikit pula yang mendesak agar kasus ini tidak dipolitisasi, melainkan diproses sesuai hukum yang berlaku.

Ahmad Sahroni dan Respons Publik

Kasus ini menjadi ujian berat bagi Ahmad Sahroni, yang selama ini dikenal sebagai politisi dengan gaya bicara blak-blakan. Publik menilai ucapannya tentang pembubaran DPR sebagai bentuk arogansi wakil rakyat yang abai terhadap aspirasi masyarakat.

Penjarahan rumahnya mungkin menjadi titik balik karier politiknya, sebab kasus ini tak hanya menyangkut aspek hukum tetapi juga reputasi pribadi.

Ahmad Sahroni kini dihadapkan pada situasi sulit: membela diri atas pernyataan kontroversial sekaligus menuntut keadilan atas kerugian akibat penjarahan.

Sebagai penutup, kasus penjarahan rumah ini menunjukkan betapa rentannya hubungan antara pejabat publik dan masyarakat ketika ucapan yang dilontarkan tidak sensitif terhadap kondisi sosial.

Meski motif penjarahan masih didalami, tak bisa dipungkiri bahwa kontroversi ucapannya menjadi latar belakang kuat dalam eskalasi amarah publik.

Kini, semua mata tertuju pada langkah kepolisian untuk mengusut kasus ini hingga tuntas. Apakah penjarahan murni tindak kriminal atau ada motif politik di baliknya, hasil penyelidikan akan menentukan arah kasus Ahmad Sahroni ke depan.***

Follow Sosial Media Redaksiku : FacebookInstagramTiktokXYoutubePinterest

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Viral Kupas Bawang Rp700 Ribu, Ternyata Ada Perbedaan Tiga Nol
Promo HokBen Spesial 17 Agustus 2026, Ada Bento 17 hingga Paket Hemat Rame-rame ‎
Daftar Lengkap 76 Nama Anggota Paskibraka 2026, Siap Bertugas pada Upacara 17 Agustus
Upah Buruh Kupas Bawang Rp700 Ribu Jadi Sorotan, Ini Fakta Upah Sebenarnya di Indonesia
Puan Buka Fakta Terbaru Terkait RUU Perampasan Aset, Kapan Akan Disahkan?
Putri Juficha Meninggal Dunia di Usia 26 Tahun, Tepat di Hari Ulang Tahunnya
Siswa SMK di Kupang Tusuk Guru Saat Tidur, Ini Motif yang Diungkap Polisi
Timeline LPDP Batch 2 2026 Lengkap, Catat Semua Tahap Seleksi agar Tidak Terlewat

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 11:27 WIB

Viral Kupas Bawang Rp700 Ribu, Ternyata Ada Perbedaan Tiga Nol

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:18 WIB

Promo HokBen Spesial 17 Agustus 2026, Ada Bento 17 hingga Paket Hemat Rame-rame ‎

Minggu, 16 Agustus 2026 - 13:36 WIB

Upah Buruh Kupas Bawang Rp700 Ribu Jadi Sorotan, Ini Fakta Upah Sebenarnya di Indonesia

Minggu, 16 Agustus 2026 - 13:19 WIB

Puan Buka Fakta Terbaru Terkait RUU Perampasan Aset, Kapan Akan Disahkan?

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 10:11 WIB

Putri Juficha Meninggal Dunia di Usia 26 Tahun, Tepat di Hari Ulang Tahunnya

Berita Terbaru

Polres Barru bersama Badan Pangan Nasional, Bulog, pemerintah daerah, TNI, dan stakeholder terkait mengecek kualitas serta kuantitas.

Internasional

Beras Bantuan di Gudang Bulog Dicek, Ini yang Dipastikan Polisi

Selasa, 18 Agu 2026 - 15:14 WIB