Harga Minyak Melonjak Tembus Level Tertinggi 6 Pekan Akibat Konflik Timur Tengah

- Penulis

Selasa, 8 September 2026 - 06:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga Minyak Melonjak — Kilang minyak dan fasilitas energi yang memicu kenaikan harga minyak akibat konflik Timur Tengah.

Harga minyak dunia melonjak ke level tertinggi dalam enam pekan akibat eskalasi konflik di Timur Tengah.

Redaksiku.com – Harga minyak dunia melonjak signifikan ke level tertinggi dalam enam pekan pada perdagangan Senin, 7 September 2026. Lonjakan ini terjadi akibat eskalasi konflik yang memanas di kawasan Timur Tengah, sehingga memicu kekhawatiran mendalam terhadap stabilitas pasokan minyak global di tengah ketegangan geopolitik yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran.

Situasi semakin rumit setelah Iran melayangkan ancaman terbuka untuk menyerang infrastruktur energi strategis di kawasan tersebut jika Amerika Serikat kembali melancarkan serangan terhadap aset-aset mereka. Ketegangan militer ini meningkat menyusul insiden saling serang antara kapal perang dan kapal tanker minyak di perairan internasional sepanjang akhir pekan.

Berdasarkan data pasar yang dihimpun, harga minyak acuan internasional Brent mengalami kenaikan sebesar US$ 1,03 atau sekitar 1,1% yang membawanya ke level US$ 97,31 per barel. Bahkan, kontrak berjangka Brent sempat menyentuh level tertingginya sejak 24 Juli 2026 di angka US$ 98,06 per barel.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di sisi lain, pergerakan harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate atau WTI juga mencatatkan penguatan sebesar 1,3% atau naik US$ 1,17 ke posisi US$ 92,65 per barel. Kontrak WTI sempat mencapai titik tertinggi harian di level US$ 93,29 per barel, yang juga mencatatkan rekor tertinggi sejak akhir Juli lalu.

Kenaikan harga minyak mentah ini turut dipicu oleh laporan penurunan aktivitas pelayaran di kawasan Selat Hormuz yang merupakan jalur distribusi energi paling vital di dunia. Data dari perusahaan analitik pelayaran Kpler mencatat bahwa rata-rata hanya ada sekitar 10 kapal komoditas yang melintasi selat tersebut setiap harinya dalam kurun waktu 10 hari terakhir.

Angka pengiriman harian tersebut merupakan catatan terendah yang pernah tercatat sejak bulan Mei. Pasar merespons penurunan ini dengan tingkat kewaspadaan tinggi mengingat peran sentral Selat Hormuz dalam mengalirkan pasokan energi dari Timur Tengah ke berbagai belahan dunia.

Jika lalu lintas kapal tanker mulai melambat secara material, pasar dapat memperhitungkan guncangan pasokan yang jauh lebih besar.

Analis pasar dari berbagai lembaga keuangan multinasional mulai memperhitungkan skenario terburuk apabila gangguan distribusi energi ini terus berlanjut. Lembaga keuangan Goldman Sachs bahkan mengeluarkan proyeksi bahwa harga minyak berpotensi melonjak hingga menembus level US$ 120 per barel jika frekuensi dan intensitas serangan terhadap kapal pengangkut minyak terus meningkat.

Tekanan geopolitik ini juga merembet ke berbagai wilayah lain di Timur Tengah, termasuk Lebanon dan Arab Saudi. Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan bahwa serangan militer Israel di wilayah selatan Lebanon telah merenggut nyawa sedikitnya 12 orang warga sipil.

Sementara itu di Arab Saudi, fasilitas kilang minyak milik raksasa energi Saudi Aramco yang terletak di kawasan Jazan dilaporkan turut menjadi sasaran serangan. Media internasional Financial Times menyebutkan bahwa tim berwenang saat ini masih melakukan asesmen menyeluruh untuk menghitung tingkat kerusakan fisik pada fasilitas vital tersebut.

Insiden keamanan di jalur perairan internasional sebelumnya juga menimpa sebuah kapal tanker milik Arab Saudi yang diserang oleh pihak Iran. Insiden tragis tersebut mengakibatkan dua orang awak kapal kehilangan nyawa sebelum akhirnya Kesultanan Oman turun tangan mengevakuasi 16 awak lainnya yang selamat.

Pemerintah Iran dikabarkan berencana untuk segera mengumumkan penetapan zona terbatas di luar perairan Selat Hormuz dalam beberapa hari ke depan. Menghadapi risiko pembatasan tersebut, Uni Emirat Arab mulai mengambil langkah antisipasi dengan membangun jalur alternatif darat dan laut guna mengamankan aktivitas ekspor energi serta perdagangan luar negeri mereka.

Dampak Terhadap Rantai Pasokan Global

Lonjakan harga yang terjadi dalam beberapa hari terakhir memperpanjang tren reli positif dari pekan sebelumnya. Sepanjang pekan lalu saja, harga minyak Brent tercatat mengalami lonjakan sekitar 8%, sementara WTI menguat hampir 10% akibat gelombang bentrokan bersenjata di Timur Tengah.

Gangguan berkepanjangan ini memberikan tekanan yang luar biasa berat terhadap ketersediaan cadangan minyak global. Sejumlah negara konsumen utama bahkan dikabarkan mulai mempertimbangkan atau bahkan menggunakan cadangan minyak strategis nasional guna mencegah terjadinya kekurangan pasokan di pasar domestik masing-masing.

Di Amerika Serikat, data persediaan komoditas bensin serta bahan bakar distilat dilaporkan berada jauh di bawah tingkat normal tahun lalu maupun di bawah rata-rata musiman dalam lima tahun terakhir. Para pengamat energi dari PVM Energy menilai bahwa kondisi inventaris produk minyak saat ini mencerminkan kerapuhan pasokan yang jauh lebih mengkhawatirkan dibandingkan periode sebelumnya.

Di tengah situasi pasar yang sarat ketidakpastian ini, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak beserta sekutunya yang tergabung dalam aliansi OPEC+ memutuskan untuk tetap mempertahankan kebijakan produksi minyak yang berlaku untuk bulan Oktober. Kelompok produsen minyak terbesar dunia tersebut masih memerlukan waktu untuk merundingkan kuota baru sebelum menentukan langkah penyesuaian produksi berikutnya.

Pertanyaan Umum

Mengapa harga minyak dunia melonjak pada perdagangan Senin?

Lonjakan harga minyak didorong oleh eskalasi konflik di Timur Tengah serta ancaman Iran yang akan menyerang infrastruktur energi jika asetnya diserang kembali oleh Amerika Serikat.

Berapa level harga tertinggi yang dicapai minyak Brent?

Minyak Brent sempat menyentuh level US$ 98,06 per barel, yang merupakan harga tertinggi sejak 24 Juli 2026, sebelum akhirnya berada di posisi US$ 97,31 per barel.

Bagaimana kondisi jalur pengiriman di Selat Hormuz saat ini?

Lalu lintas kapal komoditas di Selat Hormuz mengalami penurunan drastis dengan catatan rata-rata hanya sekitar 10 kapal yang melintas per hari dalam 10 hari terakhir.

Ringkasan

Harga minyak dunia melonjak ke level tertinggi dalam enam pekan akibat eskalasi konflik di Timur Tengah yang memicu kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan global. Harga minyak Brent naik ke posisi US$ 97,31 per barel dan WTI menguat ke US$ 92,65 per barel.

Kenaikan ini diperparah oleh ancaman Iran terhadap infrastruktur energi serta penurunan drastis aktivitas pelayaran di Selat Hormuz, dengan rata-rata hanya 10 kapal yang melintas per hari dalam 10 hari terakhir.

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Harga Minyak Dekati US$ 100 dan Tekan Bursa Global
Desak Larang Sawit di APL Bekas Kebakaran Hutan
Pertamina Geothermal (PGEO) Pasok Listrik Hijau untuk Data Center AI
Chandra Asri Pastikan Operasional Aman di Tengah Aktivitas Gunung Anak Krakatau
Prospek Kinerja UNTR 2026 dan Rekomendasi Sahamnya
Pemerintah Lelang Beras Bulog Turun Mutu Jadi Bahan Tepung
NAB Reksadana Naik Tipis dan Net Redemption Rp 8,5 Triliun Agustus 2026
Saham Pilihan Saat Asing Masuk Kembali ke Pasar Bursa

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 06:10 WIB

Harga Minyak Melonjak Tembus Level Tertinggi 6 Pekan Akibat Konflik Timur Tengah

Selasa, 8 September 2026 - 03:25 WIB

Harga Minyak Dekati US$ 100 dan Tekan Bursa Global

Selasa, 8 September 2026 - 01:26 WIB

Desak Larang Sawit di APL Bekas Kebakaran Hutan

Senin, 7 September 2026 - 23:11 WIB

Pertamina Geothermal (PGEO) Pasok Listrik Hijau untuk Data Center AI

Senin, 7 September 2026 - 23:03 WIB

Chandra Asri Pastikan Operasional Aman di Tengah Aktivitas Gunung Anak Krakatau

Berita Terbaru

Bobotoh membentangkan spanduk raksasa bergambar wajah pelatih Igor Tolic di Stadion Gelora Bandung Lautan Api.

Olahraga

Reaksi Igor Tolic Usai Namanya Dielukan Bobotoh di GBLA

Selasa, 8 Sep 2026 - 03:41 WIB

Pasar keuangan global tertekan akibat lonjakan harga minyak mentah dan konflik geopolitik.

Keuangan

Harga Minyak Dekati US$ 100 dan Tekan Bursa Global

Selasa, 8 Sep 2026 - 03:25 WIB