Haji Isam Dikabarkan Akuisisi 62% Saham Bayan Resources (BYAN)

- Penulis

Rabu, 9 September 2026 - 16:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BYAN — Pengusaha Haji Isam dikabarkan tengah melakukan negosiasi akuisisi 62 persen saham PT Bayan Resources Tbk.

Haji Isam dikabarkan tengah menjajaki akuisisi mayoritas saham PT Bayan Resources Tbk senilai US$ 3 miliar.

Redaksiku.com – Kabar mengejutkan datang dari industri pertambangan nasional, di mana pengusaha asal Kalimantan, Andi Syamsuddin Arsyad atau yang lebih dikenal sebagai Haji Isam, dikabarkan tengah melakukan langkah strategis untuk mengakuisisi mayoritas saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN). Negosiasi ini disebut-sebut menyasar kepemilikan sebesar 62% saham perusahaan tambang batu bara raksasa tersebut, dengan nilai penawaran yang diperkirakan mencapai US$ 3 miliar atau setara dengan Rp 52,65 triliun.

Laporan yang muncul pada Rabu, 9 September 2026, menyebutkan bahwa entitas bisnis di bawah kendali Haji Isam saat ini sedang mengajukan penawaran tunai kepada keluarga Low Tuck Kwong dan putrinya, Elaine Low. Jika terealisasi, transaksi ini akan menjadi salah satu pergerakan korporasi paling signifikan di sektor energi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.

Dinamika Transaksi dan Valuasi Pasar

Meskipun angka US$ 3 miliar terdengar fantastis, terdapat aspek menarik terkait valuasi yang ditawarkan. Dalam skema negosiasi yang beredar, harga tersebut mencerminkan diskon sekitar 80% dari level harga pasar saat ini. Hal ini dipicu oleh kondisi spesifik saham BYAN yang memiliki jumlah saham beredar atau free float yang terbatas, sehingga volume perdagangan yang tipis dianggap tidak sepenuhnya merepresentasikan nilai intrinsik perusahaan dalam transaksi berskala besar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Nilai transaksi yang diajukan untuk mengakuisisi 62% saham Bayan Resources diperkirakan mencapai US$ 3 miliar atau Rp 52,65 triliun.

Bayan Resources sendiri saat ini memiliki kapitalisasi pasar sekitar US$ 26 miliar, sebuah angka yang menempatkan Low Tuck Kwong sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia. Namun, di balik angka tersebut, terdapat tantangan jangka panjang bagi industri batu bara termal. Peralihan global menuju sumber energi yang lebih bersih serta kebijakan pemerintah Indonesia dalam membatasi kuota produksi melalui penetapan ketat menjadi faktor yang turut mempertimbangkan prospek bisnis perusahaan ke depan.

Pembicaraan mengenai akuisisi ini masih berlangsung secara intensif dan belum ada kepastian hukum apakah negosiasi tersebut akan berujung pada kesepakatan final antara kedua belah pihak.

Salah satu sumber menyebutkan bahwa jika kesepakatan tercapai, proses pengambilalihan diharapkan dapat rampung sebelum akhir tahun 2026. Dalam skema pembiayaannya, Haji Isam disebut-sebut tengah menjajaki dukungan pendanaan dari sejumlah bank milik negara untuk menuntaskan transaksi jumbo tersebut.

Posisi Strategis Haji Isam di Industri Energi

Haji Isam, melalui konglomerasi bisnisnya, PT Jhonlin Group, memang telah lama menjadi pemain kunci di sektor pertambangan batu bara Indonesia. Laporan dari Bloomberg sebelumnya mencatat bahwa Jhonlin bahkan telah mengajukan kuota produksi sebesar 60 juta ton untuk tahun ini. Jika akuisisi atas Bayan Resources berhasil, pengaruh Haji Isam di sektor energi nasional akan semakin dominan.

Langkah ini dilakukan di tengah tekanan kebijakan pemerintah terhadap industri tambang. Pemerintahan di bawah Prabowo Subianto diketahui tengah gencar memangkas kuota produksi bagi produsen batu bara guna mendorong kenaikan harga komoditas di pasar global. Bayan Resources tercatat menjadi salah satu perusahaan yang paling terdampak oleh kebijakan pemangkasan kuota tersebut, berbeda dengan beberapa pesaing yang dilaporkan lebih luwes dalam menghadapi aturan serupa.

Investor yang memantau pergerakan saham BYAN disarankan untuk selalu merujuk pada keterbukaan informasi resmi di Bursa Efek Indonesia guna menghindari spekulasi di tengah belum adanya pernyataan resmi terkait transaksi ini.

Tanggapan Perusahaan dan Latar Belakang Pemilik

Hingga saat ini, pihak Haji Isam, Bayan Resources, maupun keluarga Low belum memberikan tanggapan resmi terkait rencana akuisisi ini. Sebelumnya, manajemen PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) sempat memberikan penjelasan kepada Bursa Efek Indonesia bahwa mereka belum menerima informasi spesifik mengenai rencana akuisisi tersebut.

Informasi mengenai nilai transaksi dan persentase saham masih bersifat spekulatif berdasarkan laporan sumber anonim dan belum dikonfirmasi melalui keterbukaan informasi publik oleh pihak-pihak terkait.

Low Tuck Kwong, pria berusia 78 tahun yang mendirikan Bayan Resources pada tahun 2004, saat ini menguasai sekitar 40% saham, sementara putrinya, Elaine Low, memegang sekitar 22%. Total kepemilikan keluarga ini sebesar 62% memang identik dengan porsi yang tengah dinegosiasikan. Di luar bisnis batu bara, Low juga memiliki portofolio di sektor energi terbarukan melalui kepemilikan saham di Metis Energy Ltd yang berbasis di Singapura.

Bayan Resources sendiri merupakan entitas yang terintegrasi dengan baik, mengoperasikan serangkaian tambang dan fasilitas pelabuhan yang mumpuni. Sepanjang tahun lalu, perusahaan berhasil menjual sekitar 68 juta ton batu bara dengan total pendapatan mencapai US$ 3,4 miliar, menjadikannya aset yang sangat berharga bagi siapa pun yang ingin memperkuat posisi di pasar energi.

Pertanyaan Umum

Apakah sudah ada konfirmasi resmi mengenai akuisisi Bayan Resources?

Hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi baik dari pihak Haji Isam maupun pihak Bayan Resources mengenai rencana akuisisi tersebut. Manajemen Jhonlin Grup sebelumnya menyatakan belum mendapatkan informasi resmi terkait rencana transaksi ini.

Mengapa nilai akuisisi disebut jauh di bawah harga pasar?

Laporan menyebutkan bahwa penawaran tersebut mencerminkan diskon karena terbatasnya jumlah saham yang beredar di publik (free float) dan tipisnya volume perdagangan saham BYAN, sehingga harga di pasar dianggap tidak sepenuhnya mencerminkan valuasi transaksi dalam jumlah besar.

Apa dampak dari rencana transaksi ini bagi industri batu bara?

Jika transaksi ini berhasil, hal ini akan memperkuat dominasi Haji Isam di industri batu bara nasional. Langkah ini terjadi di tengah tantangan kebijakan pemerintah terkait pemangkasan kuota produksi yang bertujuan untuk menjaga stabilitas harga komoditas di pasar internasional.

Ringkasan

Pengusaha Haji Isam dikabarkan tengah bernegosiasi untuk mengakuisisi 62% saham PT Bayan Resources Tbk milik keluarga Low Tuck Kwong dengan nilai penawaran sekitar US$ 3 miliar. Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi atau konfirmasi dari pihak terkait mengenai kebenaran rencana transaksi tersebut.

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bank Mandiri Bagikan Dividen Interim Rp6,16 Triliun untuk Pemegang Saham
Ekspansi Data Center DSSA Sinar Mas Capai 1 GW, Dorong Pertumbuhan
OJK Segera Terbitkan Aturan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis
Sarjito Resmi Dilantik Jadi Kepala Eksekutif Pengawas BMKS OJK
PT Indika Energy (INDY) Berencana Jual 7,5 Juta Saham Treasuri
Morgan Stanley Borong Saham GOTO Senilai Rp547 Miliar
Rencana Obligasi Daerah Jakarta dan Risiko yang Disorot Purbaya
Saham GOTO Terancam ke Rp 1 Imbas Aturan Baru BEI

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 16:51 WIB

Haji Isam Dikabarkan Akuisisi 62% Saham Bayan Resources (BYAN)

Rabu, 9 September 2026 - 16:51 WIB

Bank Mandiri Bagikan Dividen Interim Rp6,16 Triliun untuk Pemegang Saham

Rabu, 9 September 2026 - 16:19 WIB

Ekspansi Data Center DSSA Sinar Mas Capai 1 GW, Dorong Pertumbuhan

Rabu, 9 September 2026 - 16:11 WIB

OJK Segera Terbitkan Aturan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis

Rabu, 9 September 2026 - 15:59 WIB

Sarjito Resmi Dilantik Jadi Kepala Eksekutif Pengawas BMKS OJK

Berita Terbaru