Delapan Tewas dalam Aksi Protes di Pakistan Usai Wafatnya Ayatollah Khamenei, Ketegangan Meluas ke Sejumlah Negara

- Penulis

Tuesday, 3 March 2026 - 12:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Delapan Tewas dalam Aksi Protes di Pakistan Usai Wafatnya Ayatollah Khamenei, Ketegangan Meluas ke Sejumlah Negara

Delapan Tewas dalam Aksi Protes di Pakistan Usai Wafatnya Ayatollah Khamenei, Ketegangan Meluas ke Sejumlah Negara

Redaksiku.com – Gelombang kemarahan meletus di berbagai kota Pakistan menyusul kabar wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Khamenei.

Aksi protes yang awalnya digelar sebagai bentuk solidaritas terhadap Iran dan kecaman atas serangan Amerika Serikat serta Israel, berubah menjadi kerusuhan di dekat fasilitas diplomatik Amerika Serikat di Karachi. Sedikitnya delapan orang dilaporkan meninggal dunia dalam insiden tersebut.

Peristiwa itu terjadi pada Minggu (1/3/2026) di sekitar Konsulat Amerika Serikat di Karachi, kota terbesar di Pakistan sekaligus pusat ekonomi negara tersebut. Ratusan demonstran yang mengatasnamakan diri sebagai pendukung Iran berkumpul di sekitar kawasan diplomatik setelah beredar kabar wafatnya Khamenei di tengah meningkatnya konflik regional.

Bentrokan di Sekitar Konsulat AS

Menurut keterangan pejabat setempat, pasukan keamanan Pakistan terpaksa melepaskan tembakan untuk membubarkan massa yang berusaha mendekati dan menerobos area konsulat. Situasi memanas ketika sebagian demonstran mencoba memaksa masuk melalui gerbang utama di Jalan Mai Kolachi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rekaman video yang beredar di media sosial menunjukkan seorang korban luka diangkut dari lokasi kejadian, sementara aparat keamanan terlihat berupaya mengendalikan massa dengan tembakan peringatan dan gas air mata. Ketegangan berlangsung selama beberapa jam sebelum akhirnya situasi dapat dikendalikan.

Dr. Summaiya Syed, dokter bedah kepolisian yang bertugas, menyampaikan kepada Al Jazeera bahwa sembilan jenazah telah dibawa ke Rumah Sakit Sipil Karachi. Data resmi pemerintah setempat menyebut sedikitnya delapan orang tewas, sementara puluhan lainnya mengalami luka-luka akibat bentrokan maupun kepanikan massa.

Aksi Meluas ke Berbagai Wilayah

Tidak hanya di Karachi, protes serupa juga dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah lain di Pakistan. Di Skardu, wilayah Gilgit-Baltistan, demonstran membakar kantor milik Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai simbol kekecewaan terhadap komunitas internasional yang dinilai tidak mampu menghentikan konflik di Timur Tengah.

Juru bicara pemerintah daerah setempat, Shabbir Mir, mengatakan sekelompok besar demonstran berkumpul di luar kantor tersebut sebelum akhirnya membakar bangunan. Aparat keamanan dikerahkan untuk mengamankan lokasi dan mencegah kerusakan lebih lanjut.

Sementara itu, laporan media lokal menyebutkan bahwa demonstrasi juga diperkirakan berlangsung di Islamabad, terutama di sekitar kawasan diplomatik yang menjadi lokasi Kedutaan Besar Amerika Serikat. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa dari ibu kota, namun aparat meningkatkan pengamanan di seluruh fasilitas asing.

Delapan Tewas dalam Aksi Protes di Pakistan Usai Wafatnya Ayatollah Khamenei, Ketegangan Meluas ke Sejumlah Negara
Delapan Tewas dalam Aksi Protes di Pakistan Usai Wafatnya Ayatollah Khamenei, Ketegangan Meluas ke Sejumlah Negara

Dampak Regional dan Sentimen Global

Kematian Khamenei tidak hanya mengguncang Iran, tetapi juga memicu respons emosional di berbagai negara dengan komunitas Syiah yang signifikan. Di Baghdad, Irak, massa pro-Iran dilaporkan berkumpul di luar Zona Hijau, kawasan yang menampung Kedutaan Besar AS dan sejumlah kantor pemerintahan penting.

Aksi solidaritas juga terjadi di Maroko dan wilayah Kashmir. Demonstran menyuarakan kecaman terhadap kebijakan Washington dan Tel Aviv yang dianggap bertanggung jawab atas eskalasi konflik bersenjata dengan Iran.

Para analis menilai bahwa wafatnya Khamenei di tengah ketegangan geopolitik telah memperkuat sentimen anti-Amerika di sejumlah negara. Ketidakstabilan ini berpotensi memicu aksi-aksi lanjutan apabila situasi di Iran dan kawasan Timur Tengah terus memburuk.

Respons Keamanan dan Diplomatik

Pemerintah Pakistan melalui Kementerian Dalam Negeri menyatakan bahwa langkah tegas aparat keamanan di Karachi diambil untuk mencegah kerusakan lebih besar dan melindungi fasilitas diplomatik asing. Otoritas juga menegaskan komitmennya terhadap kewajiban internasional untuk menjaga keamanan perwakilan asing sesuai Konvensi Wina tentang Hubungan Diplomatik.

Kedutaan Besar Amerika Serikat di Islamabad belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait insiden tersebut. Namun sumber diplomatik menyebutkan bahwa staf konsulat di Karachi dalam kondisi aman dan aktivitas operasional untuk sementara dibatasi.

Pengamat keamanan regional menilai Pakistan berada dalam posisi sensitif. Di satu sisi, negara itu memiliki hubungan strategis dengan Amerika Serikat, sementara di sisi lain terdapat simpati kuat di kalangan masyarakat terhadap Iran, terutama di tengah konflik yang melibatkan Israel.

Analisis Risiko dan Stabilitas Dalam Negeri

Dari perspektif keamanan domestik, peristiwa ini menjadi ujian bagi aparat Pakistan dalam mengelola unjuk rasa besar tanpa menimbulkan korban jiwa. Penggunaan kekuatan mematikan untuk membubarkan massa akan menjadi sorotan publik dan organisasi hak asasi manusia.

Sejumlah analis kebijakan luar negeri menilai bahwa eskalasi konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel berpotensi menciptakan efek domino di Asia Selatan. Pakistan, yang memiliki populasi besar dan dinamika politik kompleks, dapat menjadi salah satu titik panas apabila sentimen anti-Barat terus menguat.

Pakar hubungan internasional juga mengingatkan bahwa ketegangan lintas negara bisa mengganggu stabilitas ekonomi regional, termasuk arus perdagangan dan investasi.

Penulis : Redaksiku

Editor : Redaksiku

Sumber Berita: Berbagai sumber

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Syukuran Hari Bhayangkara, Polres Barru Perkuat Pengabdian
Upacara Hari Bhayangkara, Polres Barru Perkuat Kepercayaan Publik
Not Wanting Citizens to Suffer, Pujananting Police Chief Fights for BAZNAS Aid
Barru Police Chief: Promoted, Ready to Bear Greater Responsibility
Barru Police Chief Accompanies Regent in Reviewing People's School Project
Saat Api Meluluhlantakkan Rumah, Kepedulian Polsek Pujananting Menguatkan Korban
Direktur Law Analysis M. Ishadul Islami Akbar Ucapkan Selamat Hari Bhayangkara ke-80
Sipropam Barru Tegas! Pengawasan Personel Kini Makin Ketat

Berita Terkait

Thursday, 2 July 2026 - 06:10 WIB

Syukuran Hari Bhayangkara, Polres Barru Perkuat Pengabdian

Thursday, 2 July 2026 - 06:03 WIB

Upacara Hari Bhayangkara, Polres Barru Perkuat Kepercayaan Publik

Wednesday, July 1, 2026 - 00:29 WIB

Not Wanting Citizens to Suffer, Pujananting Police Chief Fights for BAZNAS Aid

Wednesday, July 1, 2026 - 00:20 WIB

Barru Police Chief: Promoted, Ready to Bear Greater Responsibility

Wednesday, July 1, 2026 - 12:12 AM WIB

Barru Police Chief Accompanies Regent in Reviewing People's School Project

Berita Terbaru

Hari Bhayangkara ke-80

International

Syukuran Hari Bhayangkara, Polres Barru Perkuat Pengabdian

Thursday, 2 Jul 2026 - 06:10 WIB

Polres Barru memperingati Hari Bhayangkara ke-80 dengan menggelar upacara yang berlangsung khidmat di halaman Mapolres Barru.

International

Upacara Hari Bhayangkara, Polres Barru Perkuat Kepercayaan Publik

Thursday, 2 Jul 2026 - 06:03 WIB

Barakallah Fii Umrik Artinya, Wajib Tahu 7 Makna dan Balasan

Lifestyle

Barakallah Fii Umrik Artinya, Wajib Tahu 7 Makna dan Balasan

Wednesday, 1 Jul 2026 - 16:10 WIB

Doa Setelah Sholat, Wajib Tahu 7 Bacaan Dzikir dan Artinya

Religion

Doa Setelah Sholat, Wajib Tahu 7 Bacaan Dzikir dan Artinya

Wednesday, 1 Jul 2026 - 16:06 WIB

Tebak Tebakan Lucu, Wajib Tahu 50 Ide Bikin Ngakak

Entertainment

Tebak Tebakan Lucu, Wajib Tahu 50 Ide Bikin Ngakak

Wednesday, 1 Jul 2026 - 16:01 WIB