Buntut Aksi Pembakaran Al-Qur’an yang Memicu Kecaman Global, Salwan Momika Tewas Ditembak di Swedia

- Penulis

Jumat, 31 Januari 2025 - 15:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salwan Momika, warga Irak pembakar Al Quran di Swedia hingga viral ditemukan tewas ditembak belum lama ini. (Foto: X.com/@Salwan_Momika1)

Salwan Momika, warga Irak pembakar Al Quran di Swedia hingga viral ditemukan tewas ditembak belum lama ini. (Foto: X.com/@Salwan_Momika1)

Salwan Momika, seorang pengungsi asal Irak yang terkenal karena aksinya yang membakar Al-Qur’an di Swedia, ditembak mati pada malam 29 Januari 2025.

Insiden penembakan ini terjadi saat ia sedang melakukan siaran langsung di platform TikTok.

Tragedi ini menambah ketegangan internasional yang sudah berlangsung lama, terkait dengan tindakannya yang menantang dan mengundang kecaman dari banyak pihak.

Salwan Momika dan Pembakaran Al-Qur’an yang Memicu Protes

Salwan Momika, warga Irak pembakar Al Quran di Swedia hingga viral ditemukan tewas ditembak belum lama ini. (Foto: X.com/@Salwan_Momika1)
Buntut Aksi Pembakaran Al-Qur™an yang Memicu Kecaman Global, Salwan Momika Tewas Ditembak di Swedia

Salwan Momika adalah seorang pria asal Irak yang pindah ke Swedia pada tahun 2018 sebagai pengungsi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meskipun ia mengaku sebagai seorang atheist, Salwan dikenal luas setelah aksinya yang kontroversial yaitu membakar Al-Qur’an, di depan umum, pertama kali terjadi pada Juni 2023.

Aksinya itu langsung mengundang protes besar-besaran di seluruh dunia, terutama dari negara-negara mayoritas Muslim.

Momika membakar Al-Qur’an dengan tujuan untuk menyampaikan protesnya terhadap institusi agama Islam, sebuah tindakan yang ia rasa perlu dilakukan untuk mengekspresikan pandangannya secara bebas.

Pembakaran kitab suci umat Islam ini tidak hanya memicu kemarahan di kalangan masyarakat Muslim, tetapi juga merusak hubungan Swedia dengan beberapa negara besar, termasuk Indonesia, Turki, dan negara-negara di Timur Tengah.

Pada aksi pertama pembakaran Al-Qur’an, Momika juga membuat pernyataan yang menyebutkan bahwa tindakannya tersebut tidak dimaksudkan untuk menyakiti atau merusak Swedia, negara yang telah memberinya tempat berlindung.

Ia menjelaskan bahwa tujuan pembakarannya adalah untuk menentang apa yang ia lihat sebagai pengaruh negatif agama terhadap kehidupan sosial.

Namun, pandangannya ini langsung menuai kecaman keras dari umat Muslim di seluruh dunia, yang merasa bahwa tindakan itu merupakan penghinaan terhadap agama mereka.

Tak lama setelah insiden pertama, Salwan Momika mengulang aksinya pada Agustus 2023, kali ini dengan membakar Al-Qur’an di depan Kedutaan Besar Irak di Stockholm.

Perbuatannya semakin memicu kemarahan, dan ia mulai menerima ancaman dari berbagai pihak.

Walaupun banyak negara mengutuk tindakannya, pemerintah Swedia tetap mempertahankan kebebasan berekspresi sebagai bagian dari hak asasi manusia yang dijamin oleh hukum negara tersebut.

Penembakan Salwan Momika di Södertälje

Pada malam 29 Januari 2025, Salwan Momika ditemukan tewas setelah mengalami penembakan di apartemennya di Södertälje, sebuah kota yang terletak tidak jauh dari Stockholm.

Kejadian tragis ini terjadi setelah laporan yang masuk mengenai suara tembakan yang terdengar dari sebuah gedung apartemen.

Pihak berwenang segera merespons dan menemukan tubuh Momika dalam kondisi terluka parah.

Meskipun ia segera dilarikan ke rumah sakit, nyawanya tidak tertolong, dan ia meninggal akibat luka tembak tersebut.

Investigasi awal menunjukkan bahwa penembakan ini dilakukan oleh seorang pria yang berhasil masuk ke dalam gedung melalui atap.

Menariknya, saat penembakan berlangsung, Salwan Momika sedang melakukan siaran langsung di TikTok, yang mengindikasikan bahwa penembakan tersebut sengaja dilakukan dengan tujuan untuk mengakhiri hidupnya di depan audiensnya.

Polisi Swedia melaporkan bahwa mereka telah menangkap lima orang yang diduga terlibat dalam kasus ini.

Pihak berwenang kini tengah menggali informasi lebih lanjut mengenai latar belakang penembakan ini, dengan beberapa spekulasi yang beredar bahwa ini mungkin melibatkan kekuatan asing, mengingat kontroversi yang mengelilingi Salwan Momika.

Aksi pembakaran Al-Qur’an oleh Salwan Momika telah menciptakan ketegangan diplomatik yang sangat signifikan antara Swedia dan banyak negara Muslim.

Negara-negara seperti Indonesia, Turki, dan Pakistan menyuarakan kecaman keras terhadap aksi tersebut dan menganggapnya sebagai bentuk provokasi yang tidak dapat diterima.

Pemerintah Swedia pada awalnya bertahan dengan kebijakan kebebasan berbicara, namun tekanan internasional terus meningkat.

Banyak negara yang menuntut agar Swedia mengambil langkah tegas terhadap tindakan semacam itu, sementara pihak lain, terutama kelompok ekstremis, semakin melihat tindakan Momika sebagai semacam panggilan untuk lebih banyak aksi serupa.

Namun, tindakan pembakaran Al-Qur’an yang dilakukan oleh Momika bukan hanya memicu kecaman dari dunia internasional, tetapi juga menimbulkan ketegangan dalam masyarakat Swedia itu sendiri.

Sebagian besar penduduk Swedia tetap mendukung hak kebebasan berbicara, tetapi banyak yang mulai mempertanyakan sejauh mana kebebasan ini bisa dipertahankan jika itu mengarah pada penghinaan terhadap agama tertentu dan memperburuk hubungan sosial.

Ketegangan ini semakin terasa setelah penembakan tragis yang menimpa Salwan Momika, yang dianggap oleh banyak pihak sebagai sebuah tindakan balas dendam yang berhubungan langsung dengan tindakannya yang sebelumnya.

Tanggapan Polisi Swedia dan Penyidikan Kasus Pembunuhan Salwan Momika

Setelah penembakan Salwan Momika, pihak berwenang Swedia segera memulai penyelidikan dengan tujuan mengungkap siapa yang bertanggung jawab atas kematian aktivis kontroversial tersebut.

Polisi melaporkan bahwa lima orang telah ditangkap terkait dengan insiden ini, dan mereka masih mengumpulkan bukti-bukti untuk memahami lebih jauh motif di balik penembakan tersebut.

Penyidikan ini menarik perhatian internasional karena melibatkan tokoh yang sudah dikenal luas karena tindakannya yang provokatif.

Sementara itu, politisi dan pemimpin dunia mengeluarkan pernyataan tentang pentingnya menghindari kekerasan sebagai respons terhadap provokasi semacam itu.

Pembunuhan ini menambah babak baru dalam ketegangan yang sudah ada antara kebebasan berbicara dan rasa hormat terhadap nilai-nilai agama.

Pemerintah Swedia menghadapi dilema besar, yaitu menjaga kebebasan individu sembari berusaha mengendalikan efek negatif dari tindakan ekstrem yang dilakukan oleh individu seperti Salwan Momika.

Kematian Salwan Momika di Swedia menjadi sebuah tragedi yang mengguncang dunia internasional, terutama karena latar belakang kontroversialnya yang melibatkan pembakaran Al-Qur’an.

Aksinya yang sempat mengundang kecaman dari seluruh dunia, baik dari negara-negara Muslim maupun negara-negara Barat, akhirnya berujung pada penembakan yang mematikan.

Kini, penyelidikan terus berlanjut untuk mengungkap siapa yang bertanggung jawab atas pembunuhan ini dan apa motif di baliknya.

Kasus ini memperlihatkan betapa kompleksnya isu kebebasan berbicara, hak asasi manusia, dan penghormatan terhadap agama dalam dunia yang semakin terpolarisasi. (*)

Follow Sosial Media Redaksiku : FacebookInstagramTiktokXYoutubePinterest

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Timeline LPDP Batch 2 2026 Lengkap, Catat Semua Tahap Seleksi agar Tidak Terlewat
Richard Lee Hadapi Sidang Pembuktian, Ini Fakta Terbaru Perkaranya
Merdeka Run 2026 Siap Ramaikan Jakarta, Cek Jadwal, Lokasi, Rute, dan Status Tiket Terbaru
Jangan Sampai Ketinggalan! Event Jakarta Agustus 2026 yang Bisa Dikunjungi Akhir Pekan Ini
Mita Hilang Usai Menelepon Ibunya, Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan
Pilot Lolos dari KLIA Bawa 26 Kg Narkoba, Menteri Malaysia Bela Scanner Bandaranya
Berkat Laporan 110, Polisi Barru Gercep Evakuasi Pensiunan PNS
Nipah Mall Makassar Terbakar, Damkar Ungkap Dugaan Sumber Api

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 17:08 WIB

Timeline LPDP Batch 2 2026 Lengkap, Catat Semua Tahap Seleksi agar Tidak Terlewat

Kamis, 13 Agustus 2026 - 20:50 WIB

Richard Lee Hadapi Sidang Pembuktian, Ini Fakta Terbaru Perkaranya

Kamis, 13 Agustus 2026 - 06:08 WIB

Merdeka Run 2026 Siap Ramaikan Jakarta, Cek Jadwal, Lokasi, Rute, dan Status Tiket Terbaru

Kamis, 13 Agustus 2026 - 06:00 WIB

Jangan Sampai Ketinggalan! Event Jakarta Agustus 2026 yang Bisa Dikunjungi Akhir Pekan Ini

Selasa, 11 Agustus 2026 - 17:50 WIB

Mita Hilang Usai Menelepon Ibunya, Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan

Berita Terbaru