Redaksiku.com – Konflik hukum antara mantan pasangan selebritas Hollywood, Brad Pitt dan Angelina Jolie, kembali memanas.
Kali ini, perseteruan mereka bergeser dari urusan keluarga ke ranah bisnis bernilai ratusan miliar rupiah.
Pitt resmi mengajukan gugatan senilai USD 35 juta (sekitar Rp584 miliar) terhadap Jolie terkait dugaan penjualan saham secara sepihak di Château Miraval, kilang anggur mewah yang mereka bangun bersama di Prancis.
Kasus ini memperpanjang daftar konflik pasca-perceraian mereka yang telah berlangsung hampir satu dekade.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Akar Sengketa: Château Miraval, Simbol Cinta yang Jadi Sumber Pertikaian
Château Miraval bukan sekadar aset investasi. Bagi publik, properti ini memiliki nilai sentimental tinggi.
Terletak di Correns, Provence, Prancis Selatan, Château Miraval adalah perkebunan anggur seluas 1.200 hektar yang dibeli Pitt dan Jolie pada 2011 seharga USD 60 juta.
Keduanya bahkan menikah di lokasi itu pada 2014, menjadikan Miraval sebagai simbol cinta sekaligus bisnis keluarga.
Namun, setelah perceraian mereka pada 2016, kepemilikan Miraval berubah menjadi sumber konflik hukum yang kompleks.
Dalam gugatan terbaru yang diajukan ke Pengadilan Los Angeles County, Pitt menuduh Jolie melanggar kesepakatan tidak tertulis namun mengikat secara moral dan bisnis untuk tidak menjual saham mereka tanpa izin satu sama lain.
Isi Gugatan: Penjualan Tanpa Persetujuan dan Dugaan Manipulasi
Berdasarkan dokumen pengadilan yang dilansir Variety dan The Guardian, Pitt menuduh Jolie menjual 50% sahamnya di perusahaan Miraval kepada anak perusahaan Stoli Group, milik pengusaha Rusia Yuri Shefler, pada tahun 2021 tanpa memberitahukan atau meminta persetujuan darinya.
Transaksi ini disebut dilakukan secara diam-diam, dan menurut Pitt, berdampak langsung pada reputasi, kendali operasional, dan arah bisnis kilang anggur tersebut.
Penjualan itu bukan hanya melanggar kesepakatan di antara mereka, tetapi juga merugikan reputasi bisnis yang telah Pitt kembangkan selama bertahun-tahun, demikian bunyi pernyataan resmi tim hukum Pitt.
Dalam gugatan tersebut, Pitt menuding bahwa pihak Jolie secara sadar melakukan transaksi dengan pihak yang memiliki niat bermusuhan terhadap dirinya, dengan tujuan mengacaukan stabilitas bisnis Miraval.

Nilai Kerugian Capai Rp 584 Miliar
Tim hukum Pitt menghitung bahwa kerugian akibat penjualan saham itu mencapai sekitar USD 35 juta.
Nilai tersebut, menurut mereka, tidak hanya mencerminkan kehilangan saham, tetapi juga kerusakan citra dan nilai ekonomi dari jaringan distribusi serta reputasi global Château Miraval.
Sumber internal bisnis menyebutkan bahwa sejak masuknya investor baru dari Stoli Group, terjadi perubahan kebijakan manajemen yang mengabaikan visi awal Brad Pitt sebagai co-founder.
Brad merasa dijebak dan dikorbankan dalam bisnis yang dia bangun dengan penuh dedikasi, kata salah satu orang dekatnya kepada The Hollywood Reporter.
Pihak Jolie Membantah: Tak Ada Kontrak yang Dilanggar
Menanggapi gugatan tersebut, tim hukum Angelina Jolie segera merilis pernyataan balasan. Mereka menegaskan bahwa tidak ada perjanjian hukum yang mengikat Jolie untuk meminta izin Pitt sebelum menjual sahamnya.
Tidak ada dokumen yang menyatakan bahwa Jolie tidak boleh menjual sahamnya kepada pihak ketiga. Tuduhan Brad Pitt hanyalah upaya untuk mengontrol dan membatasi kebebasan finansial mantan istrinya, demikian pernyataan resmi pihak Jolie, dikutip dari BBC News.
Mereka juga menyebut bahwa penjualan saham dilakukan secara legal dan transparan, dengan notifikasi kepada seluruh pemegang saham perusahaan.
Setiap tindakan dilakukan sesuai hukum Prancis dan Uni Eropa. Tuduhan bahwa transaksi dilakukan diam-diam adalah keliru, tegas kuasa hukum Jolie.
Konflik yang Menyeret Nama Miliarder Rusia
Penjualan saham Jolie kepada Yuri Shefler, pemilik Stoli Group perusahaan minuman beralkohol ternama asal Rusia menjadi sorotan tersendiri.
Shefler dikenal sebagai pengusaha kontroversial yang memiliki hubungan bisnis lintas negara dan beberapa kali berseteru dengan pemerintah Rusia.
Bagi pihak Pitt, kehadiran Shefler dianggap membawa risiko reputasi besar, terutama di tengah ketegangan geopolitik global yang melibatkan Rusia.
Brad tidak ingin bekerja sama dengan mitra yang memiliki catatan bisnis bermasalah. Itu berpotensi mencoreng nama baik dan citra Miraval sebagai merek internasional, ujar pengacara Pitt dalam dokumen gugatan.
Château Miraval: Dari Kebun Anggur hingga Ikon Mewah Dunia
Sejak diakuisisi Pitt dan Jolie, Château Miraval berkembang menjadi salah satu produsen anggur rosé paling prestisius di Eropa.
Produk andalannya, Miraval Rosé, bahkan pernah dinobatkan sebagai Best Rosé in the World oleh Wine Spectator pada 2013.
Pitt dikenal sangat terlibat dalam proses produksi, mulai dari desain botol, branding, hingga promosi global.
Sementara Jolie, menurut laporan keuangan, lebih berperan sebagai investor pasif setelah perceraian.
Dengan nilai penjualan yang mencapai jutaan botol per tahun, Miraval kini menjadi simbol kemewahan dan gaya hidup kelas atas. Tak heran jika sengketa kepemilikan ini memicu pertarungan hukum sengit di antara keduanya.
Pertempuran Hukum yang Panjang dan Rumit
Perseteruan terkait Miraval bukan kali pertama keduanya berhadapan di pengadilan.
Sejak perceraian pada 2016, Pitt dan Jolie terlibat dalam serangkaian sengketa hukum mengenai hak asuh anak, pembagian aset, dan bisnis bersama.
Sengketa Miraval sendiri sudah bergulir sejak 2022, ketika Pitt pertama kali mengajukan gugatan di California. Pengadilan kemudian menolak sebagian gugatan tersebut karena dianggap belum memiliki dasar hukum kuat.
Namun, dengan bukti komunikasi internal terbaru yang diajukan pada November 2025, Pitt berharap kasus ini berlanjut ke tahap persidangan penuh.
Sidang lanjutan dijadwalkan digelar pada Desember 2025, dan akan menjadi salah satu perkara selebritas paling disorot tahun ini di Amerika Serikat.
Dampak Reputasi: Antara Bisnis dan Citra Pribadi
Kasus ini bukan hanya soal saham, tetapi juga soal reputasi publik dua bintang Hollywood besar.
Pakar hubungan masyarakat menilai konflik ini berpotensi memengaruhi citra keduanya, terutama bagi Pitt yang kini aktif dalam bisnis anggur dan produksi film.
Brad Pitt membangun Miraval sebagai merek pribadi yang mencerminkan dedikasi, keanggunan, dan nilai estetika. Sengketa ini dapat mencoreng citra tersebut, terutama jika publik melihatnya sebagai perang ego, kata analis media hiburan, Sarah Lyman, dari Variety Insight.
Sementara itu, pihak Jolie menilai upaya hukum Pitt sebagai bentuk pembalasan personal yang berkaitan dengan dinamika perceraian mereka di masa lalu.
Pakar Hukum Menilai: Kasus Ini Bisa Jadi Preseden Baru
Ahli hukum bisnis internasional dari UCLA, Prof. Martin Kessler, menyebut gugatan ini bisa menjadi preseden penting bagi pasangan yang menjalankan bisnis bersama.
Kasus Miraval menunjukkan risiko besar ketika hubungan pribadi dan bisnis saling bercampur. Tanpa kontrak tertulis yang jelas, sengketa seperti ini sulit diselesaikan, ujarnya.
Menurut Kessler, jika pengadilan memutuskan mendukung Pitt, maka dapat membuka jalan bagi perlindungan hukum terhadap perjanjian non-formal (gentleman agreement) dalam konteks bisnis keluarga.
Sebaliknya, jika Jolie menang, maka ini menegaskan bahwa hak kepemilikan pribadi tidak dapat dibatasi tanpa dasar hukum tertulis.
Penutup: Sengketa yang Belum Usai
Kasus Brad Pitt vs. Angelina Jolie kini menjadi sorotan media global, bukan hanya karena nilai gugatan yang fantastis, tetapi juga karena menggambarkan kompleksitas antara cinta, bisnis, dan hukum.
Bagi banyak pengamat, Château Miraval kini bukan lagi simbol romansa, melainkan cermin dari rapuhnya kepercayaan dalam hubungan personal dan profesional.
Sidang lanjutan yang dijadwalkan pada Desember 2025 diharapkan bisa memberikan kejelasan hukum sekaligus mengakhiri bab panjang konflik dua ikon Hollywood ini.
Apakah Pitt akan memenangkan hak kendali penuh atas Château Miraval, atau Jolie tetap berhak atas hasil penjualannya? Jawabannya akan ditentukan di pengadilan bukan di layar perak.
Ikuti berita viral dari Redaksiku di Follow Sosial Media Redaksiku : Facebook, Instagram, Tiktok, X, Youtube, Pinterest
Penulis : Redaksiku
Editor : Redaksiku
Sumber Berita: Berbagai sumber






