Falcon Pictures Hadapi Ancaman Boikot
Film A Business Proposal versi Indonesia yang diproduksi oleh Falcon Pictures kini menjadi sorotan.
Bukan hanya karena adaptasi dari webtoon dan drama Korea yang populer, tetapi juga karena ancaman boikot dari penggemar setia karya aslinya.
Kontroversi semakin memanas setelah pernyataan Abidzar Al Ghifari, pemeran utama dalam film ini, menuai reaksi beragam selama masa promosi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebagai respons, Falcon Pictures menyampaikan permintaan maaf dan menegaskan bahwa proyek ini dikerjakan dengan penuh kehati-hatian.
Tim produksi, yang dipimpin oleh sutradara Rako Prijanto, telah berusaha semaksimal mungkin untuk menghadirkan kualitas terbaik.
Film ini juga melibatkan sejumlah aktor ternama seperti Indro Warkop, Slamet Rahardjo, dan Indy Barends untuk memperkaya pengalaman menonton.
Sinopsis Film A Business Proposal Versi Indonesia
Film ini mengisahkan kehidupan Sari (Ariel Tatum), seorang analis makanan di perusahaan Bowo Foods yang memiliki impian besar di dunia kuliner.
Demi membantu keluarganya, Sari tak hanya bekerja keras tetapi juga terjebak dalam situasi yang tidak biasa.
Semuanya bermula ketika sahabatnya, Yasmin (Caitlin Halderman), memintanya untuk menggantikannya dalam sebuah kencan buta. Sari berusaha bersikap menyebalkan agar pria yang menjadi teman kencannya itu kehilangan minat.
Namun, rencananya berantakan ketika ia menyadari bahwa pria di hadapannya adalah Utama (Abidzar Al Ghifari), bos baru di perusahaannya.
Utama, seorang pewaris Bowo Foods yang dikenal disiplin dan berhati dingin, menghadiri kencan buta ini atas desakan sang kakek, Eyang Bowo (Slamet Rahardjo).
Tanpa mengetahui identitas asli Sari, Utama justru tertarik padanya dan menawarkan kesepakatan untuk berpura-pura menjadi pasangan. Tujuannya? Menenangkan sang kakek yang terus menekannya untuk segera menikah.
Halaman : 1 2 Selanjutnya






