Makassar – Bappelitbangda Provinsi Sulawesi Selatan terus memperkuat budaya inovasi di lingkungan pemerintah daerah. Langkah itu dilakukan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Inovasi Daerah yang digelar pada 28–29 Juli 2026.
Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Mamminasata Lantai IV, Kantor Bappelitbangda Sulsel.
Bimtek mengusung tema “Penguatan Kapasitas Inovasi Daerah untuk Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Adaptif, Kolaboratif, dan Berorientasi pada Pelayanan Publik.”
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tujuannya meningkatkan kemampuan aparatur dalam merancang, mengembangkan, mendokumentasikan, hingga mereplikasi inovasi yang memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Sebanyak 38 peserta mengikuti kegiatan tersebut.
Mereka mewakili 19 inovasi daerah dari Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII serta SMA dan SMK Negeri di Kabupaten Barru, Kota Parepare, dan Kabupaten Pinrang.
Setiap inovasi diwakili oleh seorang inovator dan seorang administrator.
Peserta berasal dari Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII, SMAN 5 Parepare, SMKN 2 Parepare, SMKN 3 Pinrang, SMAN 9 Pinrang, SMAN 4 Pinrang, SMKN 10 Pinrang, SMAN 10 Pinrang, SMAN 2 Pinrang, SMKN 8 Pinrang, SMAN 7 Pinrang, SMKN 4 Barru, SMAN 4 Barru, SMKN 5 Barru, SMAN 5 Barru, dan SMAN 6 Barru.
Menurut Bappelitbangda Sulsel, inovasi menjadi kebutuhan yang semakin penting di tengah tantangan pembangunan yang terus berkembang.
Mulai dari pemerataan pembangunan, peningkatan mutu pendidikan dan kesehatan, pengentasan kemiskinan, pengurangan pengangguran, hingga transformasi digital pemerintahan membutuhkan solusi yang inovatif.
Selain meningkatkan kualitas pelayanan publik, inovasi juga mampu meningkatkan efisiensi anggaran, memperkuat daya saing daerah, membuka peluang kerja, dan membangun budaya kerja yang kreatif.
Bimtek ini juga menjadi bagian dari persiapan menghadapi penilaian Innovative Government Award (IGA) 2026 yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri.
Materi disampaikan oleh Dermayana Arsal, S.Hut., M.P., Ph.D., Peneliti Ahli Muda sekaligus Subkoordinator Inovasi dan Teknologi Bappelitbangda Sulsel.
Sementara pendampingan teknis dilakukan oleh Rosmala Dewi Said, S.T., M.S.P., bersama M. Irfan, S.T., M.Eng., M.URP.
Peserta dibimbing mulai dari proses penginputan inovasi ke aplikasi IGA, penyusunan bukti dukung, hingga verifikasi dokumen sesuai standar nasional.
Dalam pemaparannya, Dermayana Arsal menegaskan bahwa inovasi tidak cukup hanya menghadirkan program baru.
Menurutnya, inovasi harus mampu memberikan perubahan yang nyata, terukur, dan berkelanjutan.
Ia juga mengingatkan masih banyak inovasi yang belum memperoleh nilai optimal.
Penyebabnya adalah dokumentasi yang belum lengkap, bukti dampak yang belum kuat, serta data pendukung yang belum memenuhi standar penilaian.
Editor : Hengki
Halaman : 1 2 Selanjutnya






