5 Tipe Pembeli yang Merugikan Pedagang

- Penulis

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tipe Pembeli yang Merugikan Pedagang

Tipe Pembeli yang Merugikan Pedagang

Redaksiku.com – Pembeli adalah raja, ya istilah tersebut memang benar. Tetapi ada beberapa pembeli yang sering bertindak seenaknya layaknya raja yang menyalahgunakan kekuasaannya, hingga dapat menyebabkan kerugian bagi beberapa pedagang.

Jika biasanya yang sering menjadi pembahasan adalah pedagang yang merugikan pembeli, tetapi faktanya di lapangan banyak juga kejadian pembeli yang merugikan pedagang dan inilah beberapa tipe pembeli itu.

Tipe Pembeli Yang Merugikan Pedagang

1. Menawar Harga Lebih Dari Setengah Harga
Negosiasi memang diperlukan dalam proses jual beli, terutama pada pedagang yang belum menetapkan sistem harga pas. Banyak pembeli  mencari pedagang yang menyediakan sistem tawar menawar, karena mereka bisa mendapatkan barang dengan harga murah.

Tawar menawar merupakan hal yang lumrah terjadi di pasaran, tetapi ada satu hal yang menyebabkan tawar menawar menjadi tidak wajar yaitu pembeli yang menawar harga lebih dari setengah harga. Menawar harga  rendah dari harga yang sudah ditentukan memang boleh, tapi jangan menawar terlalu jauh karena keuntungan pedagang tidak selalu banyak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

2. Minta harga teman
Tipe pembeli satu ini seringkali pedagang jumpai karena mereka merupakan teman-teman dari pedagang itu sendiri, mereka seringkali meminta “Harga teman” untuk mendapatkan potongan harga yang jauh dari harga pasaran agar bisa hemat.

Jika minta “Harga teman” sekali atau dua kali mungkin pedagang tidak begitu keberatan, tetapi jika setiap melakukan pembelian temannya selalu meminta “Harga teman” tentu pedagang akan mengalami kerugian. Ya, meskipun kerugiannya tidak terlalu besar tetapi dalam berdagang yang dicari tentu keuntungan.

3. Hutang
Pembeli adalah raja tetapi di beberapa tempat masih ada saja pembeli yang sering berhutang, biasanya pembeli yang sering hutang bisa ditemukan di pelaku UMKM. Sebagai pedagang memang bebas memberikan barangnya pada siapapun, meskipun pembeli hutang dulu.

Memberikan bantuan hutang pada orang yang membutuhkan memang baik, tapi bisa merugikan pedagang apabila pembeli tidak kunjung membayarkan hutangnya. Kalau kejadian ini terjadi hingga sampai beberapa orang yang telat membayar hutang, maka UMKM bisa terancam bangkrut.

4. Minta bonus
Ada loh pembeli yang merasa telah melakukan banyak pembelian terus meminta bonus terang-terangan pada pedagang, kalau pedagang tidak memberikan bonus dia akan memaksa. Contoh “Udah melakukan pembelian banyak nih bos, minta bonusnya dong hehehe” kalau tidak kunjung dikasih “Mana bonusnya? Jangan pelit-pelit dong bos, biar aku nanti belanja di sini lagi”.

Ada beberapa pembeli yang berpikir, jika dia telah melakukan banyak pembelian artinya dia telah membantu memberikan pedagang keuntungan yang besar sehingga mereka berani meminta bonus. Padahal keuntungan yang didapatkan pedagang tidak selalu besar, terkadang pedagang yang menjual produk kebutuhan sehari-hari saja keuntungan yang di dapat Rp.500-Rp.2.000 bisa dibilang kecil.

5. Merusak barang tapi tidak membeli
Ada pembeli yang hobi memilih barang tetapi tidak berhati-hati dalam memegang, hingga barang rusak karena terjatuh dan hal lainnya tapi tidak dibeli. Tentu saja barang yang sudah rusak tidak akan laku, karena pembeli lain pasti akan memilih barang yang masih bagus.

Tindakan ini sangat merugikan pedagang, karena barang yang seharusnya dapat dijual jadi tidak laku karena rusak. Jadilah pembeli yang bertanggung jawab, jika tanpa sengaja merusak barang ya jangan disembunyikan di belakang barang yang masih bagus agar tidak ketahuan pedagang tetapi diambil untuk dibeli sebagai bentuk ganti rugi.

Untuk menghindari beberapa kerugian yang disebabkan oleh pembeli maka pedagang harus menetapkan harga pas, memberikan bonus pada minimal pembelian, memasang tulisan “Merusak berarti membeli” dan “Dilarang Berhutang” supaya usaha tetap berjalan dengan lancar.

Follow Sosial Media Redaksiku : Facebook , Instagram , Tiktok , X, YouTube , Pinterest

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Choosing the Right Access Equipment for Construction and Industrial Work in Singapore
Website perusahaan bisa menjaga nilai reputasi garap dengan lebih serius
Michael Hartono dan Warisannya, 4 Anak Terima Saham Puluhan Triliun Rupiah
Hiroshi Okuda Meninggal di Usia 93 Tahun, Ini Warisan Besarnya untuk Toyota
Dian Swastatika Sentosa Ramai Diburu, Ada Apa dengan Saham DSSA?
Cara Memilih Kemasan Skincare yang Tepat agar Brand Terlihat Lebih Profesional
4 Tips Menitipkan Produk Baru di Toko, Anti Ditolak
Tak Kebagian ORI030? SR025 Segera Hadir, Ini Jadwal, Tenor dan Cara Belinya

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 22:20 WIB

Choosing the Right Access Equipment for Construction and Industrial Work in Singapore

Jumat, 14 Agustus 2026 - 15:45 WIB

Michael Hartono dan Warisannya, 4 Anak Terima Saham Puluhan Triliun Rupiah

Jumat, 14 Agustus 2026 - 15:37 WIB

Hiroshi Okuda Meninggal di Usia 93 Tahun, Ini Warisan Besarnya untuk Toyota

Kamis, 13 Agustus 2026 - 14:23 WIB

Dian Swastatika Sentosa Ramai Diburu, Ada Apa dengan Saham DSSA?

Rabu, 12 Agustus 2026 - 10:22 WIB

Cara Memilih Kemasan Skincare yang Tepat agar Brand Terlihat Lebih Profesional

Berita Terbaru

SSCASN 2026 Terbaru: Cek Link Resmi Pendaftaran CPNS dan PPPK

Lowongan Kerja

SSCASN 2026 Terbaru: Cek Link Resmi Pendaftaran CPNS dan PPPK

Selasa, 18 Agu 2026 - 22:59 WIB

Polres Barru bersama Badan Pangan Nasional, Bulog, pemerintah daerah, TNI, dan stakeholder terkait mengecek kualitas serta kuantitas.

Internasional

Beras Bantuan di Gudang Bulog Dicek, Ini yang Dipastikan Polisi

Selasa, 18 Agu 2026 - 15:14 WIB