Redaksiku.com – Pembeli adalah raja, ya istilah tersebut memang benar. Tetapi ada beberapa pembeli yang sering bertindak seenaknya layaknya raja yang menyalahgunakan kekuasaannya, hingga dapat menyebabkan kerugian bagi beberapa pedagang.
Jika biasanya yang sering menjadi pembahasan adalah pedagang yang merugikan pembeli, tetapi faktanya di lapangan banyak juga kejadian pembeli yang merugikan pedagang dan inilah beberapa tipe pembeli itu.
Tipe Pembeli Yang Merugikan Pedagang
1. Menawar Harga Lebih Dari Setengah Harga
Negosiasi memang diperlukan dalam proses jual beli, terutama pada pedagang yang belum menetapkan sistem harga pas. Banyak pembeli mencari pedagang yang menyediakan sistem tawar menawar, karena mereka bisa mendapatkan barang dengan harga murah.
Tawar menawar merupakan hal yang lumrah terjadi di pasaran, tetapi ada satu hal yang menyebabkan tawar menawar menjadi tidak wajar yaitu pembeli yang menawar harga lebih dari setengah harga. Menawar harga rendah dari harga yang sudah ditentukan memang boleh, tapi jangan menawar terlalu jauh karena keuntungan pedagang tidak selalu banyak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
2. Minta harga teman
Tipe pembeli satu ini seringkali pedagang jumpai karena mereka merupakan teman-teman dari pedagang itu sendiri, mereka seringkali meminta “Harga teman” untuk mendapatkan potongan harga yang jauh dari harga pasaran agar bisa hemat.
Jika minta “Harga teman” sekali atau dua kali mungkin pedagang tidak begitu keberatan, tetapi jika setiap melakukan pembelian temannya selalu meminta “Harga teman” tentu pedagang akan mengalami kerugian. Ya, meskipun kerugiannya tidak terlalu besar tetapi dalam berdagang yang dicari tentu keuntungan.
3. Hutang
Pembeli adalah raja tetapi di beberapa tempat masih ada saja pembeli yang sering berhutang, biasanya pembeli yang sering hutang bisa ditemukan di pelaku UMKM. Sebagai pedagang memang bebas memberikan barangnya pada siapapun, meskipun pembeli hutang dulu.
Memberikan bantuan hutang pada orang yang membutuhkan memang baik, tapi bisa merugikan pedagang apabila pembeli tidak kunjung membayarkan hutangnya. Kalau kejadian ini terjadi hingga sampai beberapa orang yang telat membayar hutang, maka UMKM bisa terancam bangkrut.
4. Minta bonus
Ada loh pembeli yang merasa telah melakukan banyak pembelian terus meminta bonus terang-terangan pada pedagang, kalau pedagang tidak memberikan bonus dia akan memaksa. Contoh “Udah melakukan pembelian banyak nih bos, minta bonusnya dong hehehe” kalau tidak kunjung dikasih “Mana bonusnya? Jangan pelit-pelit dong bos, biar aku nanti belanja di sini lagi”.
Ada beberapa pembeli yang berpikir, jika dia telah melakukan banyak pembelian artinya dia telah membantu memberikan pedagang keuntungan yang besar sehingga mereka berani meminta bonus. Padahal keuntungan yang didapatkan pedagang tidak selalu besar, terkadang pedagang yang menjual produk kebutuhan sehari-hari saja keuntungan yang di dapat Rp.500-Rp.2.000 bisa dibilang kecil.
5. Merusak barang tapi tidak membeli
Ada pembeli yang hobi memilih barang tetapi tidak berhati-hati dalam memegang, hingga barang rusak karena terjatuh dan hal lainnya tapi tidak dibeli. Tentu saja barang yang sudah rusak tidak akan laku, karena pembeli lain pasti akan memilih barang yang masih bagus.
Tindakan ini sangat merugikan pedagang, karena barang yang seharusnya dapat dijual jadi tidak laku karena rusak. Jadilah pembeli yang bertanggung jawab, jika tanpa sengaja merusak barang ya jangan disembunyikan di belakang barang yang masih bagus agar tidak ketahuan pedagang tetapi diambil untuk dibeli sebagai bentuk ganti rugi.
Untuk menghindari beberapa kerugian yang disebabkan oleh pembeli maka pedagang harus menetapkan harga pas, memberikan bonus pada minimal pembelian, memasang tulisan “Merusak berarti membeli” dan “Dilarang Berhutang” supaya usaha tetap berjalan dengan lancar.
Follow Sosial Media Redaksiku : Facebook , Instagram , Tiktok , X, YouTube , Pinterest






