2 Tahun Buron, Tersangka Korupsi Dana KUR Rp800 Juta Akhirnya Ditangkap Tim SIRI Kejaksaan Agung di Sumatera Selatan

- Penulis

Kamis, 22 Mei 2025 - 05:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tersangka YE, buronan kasus korupsi dana KUR Rp800 juta, akhirnya ditangkap tim SIRI Kejaksaan Agung di Musi Banyuasin. (Foto: Dok. Kejagung)

Tersangka YE, buronan kasus korupsi dana KUR Rp800 juta, akhirnya ditangkap tim SIRI Kejaksaan Agung di Musi Banyuasin. (Foto: Dok. Kejagung)

Penangkapan terhadap buronan korupsi kembali dilakukan oleh aparat penegak hukum.

Kali ini, Tim Satgas Intelijen Reformasi dan Inovasi (SIRI) Kejaksaan Agung berhasil membekuk seorang tersangka kasus penggelapan dana Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Tersangka tersebut bernama YE, seorang pegawai bank BUMN yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) asal Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan.

Tersangka YE Ditangkap di Musi Banyuasin Setelah Dua Tahun Buron

Tersangka YE, buronan kasus korupsi dana KUR Rp800 juta, akhirnya ditangkap tim SIRI Kejaksaan Agung di Musi Banyuasin. (Foto: Dok. Kejagung)
2 Tahun Buron, Tersangka Korupsi Dana KUR Rp800 Juta Ditangkap TIM SIRI Kejaksaan Agung di Sumatera Selatan

Tersangka kasus korupsi dana KUR berinisial YE ditangkap pada Selasa, 20 Mei 2025 oleh Tim SIRI Kejaksaan Agung.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penangkapan dilakukan di Jl. Kebun Bunga No. 2747, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, setelah aparat mendapatkan informasi keberadaan pelaku.

Menurut keterangan resmi Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Dr. Harli Siregar, penangkapan berjalan tanpa hambatan karena pelaku bersikap kooperatif.

Tersangka YE ditangkap setelah sempat menghindari tiga kali panggilan resmi dari penyidik.

Ia kemudian dititipkan sementara di Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan untuk proses hukum lebih lanjut.

Penangkapan ini merupakan bentuk komitmen Kejaksaan dalam menegakkan hukum dan memberi efek jera terhadap pelaku tindak pidana korupsi.

Tersangka YE ditangkap sebagai bagian dari arahan Jaksa Agung agar seluruh buronan dalam DPO segera ditangani tuntas.

Dalam pernyataannya, Jaksa Agung meminta seluruh jajaran Kejaksaan aktif memburu DPO untuk mempercepat eksekusi hukum dan menghindari impunitas.

Modus Manipulasi Kredit Tersangka YE

Tersangka YE ditangkap setelah terlibat dalam kasus penyalahgunaan dana KUR Bank Rakyat Indonesia (BRI) Unit Sekayu Kota tahun 20222023.

Kasus ini menimbulkan kerugian negara sebesar Rp800 juta.

Modus yang digunakan adalah memanfaatkan identitas nasabah untuk mengajukan pinjaman fiktif tanpa sepengetahuan pemilik identitas.

Banyak nasabah kemudian merasa dirugikan karena saat hendak mengajukan pinjaman, data mereka ternyata telah tercatat sebagai penerima pinjaman sebelumnya.

Hal ini memunculkan dugaan kuat bahwa dokumen palsu atau manipulasi data digunakan dalam proses pencairan kredit.

Penyidik menduga tersangka YE tidak bekerja sendiri, tetapi masih dalam proses pendalaman terhadap kemungkinan pelaku lain.

Tersangka YE ditangkap setelah penyidik memeriksa 24 saksi, terdiri dari 20 nasabah dan 4 pegawai bank BUMN yang terkait kasus tersebut.

Proses penyidikan mengungkap bahwa transaksi dilakukan secara sistematis dan melibatkan beberapa tahapan manipulasi data internal.

Penyidik telah mengumpulkan bukti kuat yang menunjukkan keterlibatan langsung tersangka YE dalam proses pencairan dana KUR yang fiktif ini.

Tersangka YE ditangkap berdasarkan hasil analisis dan pelacakan yang cukup panjang dari Kejaksaan Negeri Musi Banyuasin.

Kejaksaan Tegaskan Tak Ada Tempat Aman Bagi Buronan Kasus Korupsi

Tersangka YE ditangkap dalam misi penegakan hukum yang ditegaskan langsung oleh Jaksa Agung RI.

Dalam arahannya, Jaksa Agung mengingatkan seluruh buronan dalam DPO untuk segera menyerahkan diri dan menghadapi proses hukum yang berlaku.

Ia menyebut tidak ada tempat aman di Indonesia bagi siapa pun yang melarikan diri dari tanggung jawab hukum.

Penangkapan terhadap Tersangka YE ini membuktikan bahwa Kejaksaan serius dalam menuntaskan setiap kasus korupsi, terutama yang melibatkan dana publik.

Tim SIRI Kejaksaan terus memantau pergerakan buronan lainnya dengan strategi intelijen yang lebih canggih.

Tersangka YE ditangkap setelah proses pengintaian yang cukup panjang dan penuh kehati-hatian.

Keberhasilan ini diharapkan dapat memberikan sinyal tegas kepada pelaku korupsi lain agar tidak merasa aman walau telah lama buron.

Kepastian hukum harus ditegakkan agar masyarakat memperoleh keadilan dan kepercayaan terhadap institusi hukum tetap terjaga.

Penangkapan Tersangka YE ditangkap memberikan harapan baru bagi masyarakat bahwa kasus korupsi di sektor perbankan tidak dibiarkan berlarut-larut.

Kasus seperti ini sering merugikan banyak pihak, termasuk masyarakat kecil yang menjadi korban secara tidak langsung.

Dengan tertangkapnya tersangka, proses hukum akan berjalan hingga ke tahap pengadilan, dan publik dapat memantau jalannya secara terbuka.

Tersangka YE ditangkap dalam situasi yang menunjukkan pentingnya sinergi antara penegak hukum, intelijen, dan sistem pengawasan bank.

Masyarakat kini menantikan tindakan lebih lanjut terhadap pihak-pihak lain yang diduga terlibat.

Ke depan, lembaga keuangan diharapkan meningkatkan pengawasan internal agar kasus serupa tidak terulang.

Penegakan hukum terhadap pelaku seperti YE juga menjadi pelajaran bagi seluruh pegawai bank agar lebih berhati-hati dan menjunjung integritas dalam bekerja.

Tersangka YE ditangkap bukan hanya untuk penyelesaian kasus, tetapi juga menjadi simbol perlawanan terhadap kejahatan keuangan yang merugikan negara.***

Follow Sosial Media Redaksiku : FacebookInstagramTiktokXYoutubePinterest

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mengenal Kriteria Desil 1 sampai 10 Terbaru, Cek Tingkat Kesejahteraan dan Cara Melihatnya
Jangan Lewatkan! Promo Tambah Daya PLN Agustus 2026, Cek Syarat dan Harganya
Viral Kupas Bawang Rp700 Ribu, Ternyata Ada Perbedaan Tiga Nol
Promo HokBen Spesial 17 Agustus 2026, Ada Bento 17 hingga Paket Hemat Rame-rame ‎
Daftar Lengkap 76 Nama Anggota Paskibraka 2026, Siap Bertugas pada Upacara 17 Agustus
Upah Buruh Kupas Bawang Rp700 Ribu Jadi Sorotan, Ini Fakta Upah Sebenarnya di Indonesia
Puan Buka Fakta Terbaru Terkait RUU Perampasan Aset, Kapan Akan Disahkan?
Putri Juficha Meninggal Dunia di Usia 26 Tahun, Tepat di Hari Ulang Tahunnya

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 09:55 WIB

Mengenal Kriteria Desil 1 sampai 10 Terbaru, Cek Tingkat Kesejahteraan dan Cara Melihatnya

Rabu, 19 Agustus 2026 - 09:31 WIB

Jangan Lewatkan! Promo Tambah Daya PLN Agustus 2026, Cek Syarat dan Harganya

Selasa, 18 Agustus 2026 - 11:27 WIB

Viral Kupas Bawang Rp700 Ribu, Ternyata Ada Perbedaan Tiga Nol

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:18 WIB

Promo HokBen Spesial 17 Agustus 2026, Ada Bento 17 hingga Paket Hemat Rame-rame ‎

Minggu, 16 Agustus 2026 - 20:51 WIB

Daftar Lengkap 76 Nama Anggota Paskibraka 2026, Siap Bertugas pada Upacara 17 Agustus

Berita Terbaru

SSCASN 2026 Terbaru: Cek Link Resmi Pendaftaran CPNS dan PPPK

Lowongan Kerja

SSCASN 2026 Terbaru: Cek Link Resmi Pendaftaran CPNS dan PPPK

Selasa, 18 Agu 2026 - 22:59 WIB

Polres Barru bersama Badan Pangan Nasional, Bulog, pemerintah daerah, TNI, dan stakeholder terkait mengecek kualitas serta kuantitas.

Internasional

Beras Bantuan di Gudang Bulog Dicek, Ini yang Dipastikan Polisi

Selasa, 18 Agu 2026 - 15:14 WIB