Viral! Sepasang Turis Asal Italia Hancurkan Kursi Van Gogh Rp800 Juta saat Selfie di Museum Palazzo Maffe Verona

- Penulis

Rabu, 18 Juni 2025 - 12:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Momen turis hancurkan kursi Van Gogh viral, museum kerahkan polisi dan lakukan perbaikan struktural seni. (Foto: Facebook/Palazzo Maffei)

Momen turis hancurkan kursi Van Gogh viral, museum kerahkan polisi dan lakukan perbaikan struktural seni. (Foto: Facebook/Palazzo Maffei)

Sebuah insiden di museum Palazzo Maffei, Verona, Italia, menjadi sorotan dunia setelah terekam dalam kamera pengawas.

Sepasang turis asal Italia terekam menghancurkan salah satu karya seni yang disebut sebagai “kursi Van Gogh” bernilai ratusan juta rupiah.

Aksi yang dilakukan demi foto ini menimbulkan kerusakan parah dan reaksi keras dari pihak museum dan publik.

Turis Hancurkan Kursi Van Gogh Saat Berfoto, Kronologi Kejadian Jadi Sorotan

Momen turis hancurkan kursi Van Gogh viral, museum kerahkan polisi dan lakukan perbaikan struktural seni. (Foto: Facebook/Palazzo Maffei)
Viral! Sepasang Turis Asal Italia Hancurkan Kursi Van Gogh Rp800 Juta saat Selfie di Museum Palazzo Maffe Verona

Peristiwa bermula saat pasangan turis tersebut mengunjungi museum yang terkenal dengan koleksi seni kontemporer dan modern di Kota Verona.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di salah satu sudut galeri, terdapat pajangan kursi bertajuk “Van Gogh”, hasil karya seniman Italia Nicola Bolla, yang dikenal karena sentuhan mewah menggunakan kristal Swarovski. Kursi itu berada di atas alas pameran dengan tanda larangan disentuh.

Dalam rekaman CCTV, tampak sang wanita terlebih dahulu berfoto sambil duduk ringan di bagian pinggir kursi tanpa insiden.

Namun, saat pasangannya mencoba mengambil posisi serupa, tubuhnya terpeleset dan menghantam kursi dari bagian tengah.

Dalam hitungan detik, kursi tersebut roboh dengan suara keras dan beberapa bagiannya patah.

Kursi “Van Gogh” yang dihiasi ribuan kristal Swarovski ini diperkirakan bernilai lebih dari $50.000 atau sekitar Rp814 juta.

Pihak museum menjelaskan bahwa struktur kursi tidak dirancang untuk menahan berat tubuh karena bersifat artistik, bukan fungsional.

Tindakan sembarangan pengunjung ini pun langsung menyebabkan kerusakan serius pada dua kaki kursi dan sandarannya.

Pascainsiden: Pasangan Turis Kabur, Polisi Lakukan Penyelidikan

Usai kejadian, kedua turis tersebut tidak langsung melapor kepada pihak museum.

Mereka justru meninggalkan lokasi dengan cepat sebelum ada staf yang sempat menanyakan kejadian itu. Kepergian mendadak mereka terekam jelas dalam kamera pengawas dan menjadi bukti penting dalam penyelidikan.

Beberapa hari kemudian, pasangan itu akhirnya memberikan laporan kepada otoritas setempat setelah video kejadian viral di media sosial.

Pihak kepolisian Italia saat ini masih melakukan penyelidikan atas kasus turis hancurkan kursi Van Gogh, termasuk dugaan pelanggaran etika pengunjung dan potensi tindak pidana kerusakan barang bersejarah.

Vanessa Carlon, direktur museum Palazzo Maffei, menyatakan dalam wawancara bahwa pengunjung seharusnya memahami batasan saat berada di ruang seni.

Ia menyebut tindakan mengambil foto tidak salah, namun tetap harus disertai kesadaran bahwa banyak benda seni yang rapuh dan tidak boleh disentuh.

Carlon juga menegaskan bahwa peringatan telah dipasang dengan jelas di dekat objek.

Kursi Van Gogh Bukan Furnitur, Tapi Instalasi Seni Bernilai Tinggi

Kursi yang dihancurkan bukan kursi biasa. Dibuat oleh Nicola Bolla, seniman asal Italia yang dikenal dengan karya kristal artistik, kursi ini merupakan interpretasi kontemporer dari elemen-elemen visual yang digunakan Vincent van Gogh dalam lukisan-lukisannya.

Menggunakan ratusan kristal Swarovski dan material ringan berlapis aluminium, karya ini hanya diperuntukkan sebagai pajangan, bukan untuk digunakan secara fisik.

Menurut Carlotta Menegazzo, kurator senior di Palazzo Maffei, struktur dalam kursi sangat rapuh karena bagian tengahnya dibiarkan berongga untuk mempertahankan bentuk geometris tertentu.

Menegazzo menambahkan bahwa benda ini ditempatkan di atas platform tinggi dan telah diberi batas yang jelas, sehingga tidak ada alasan pengunjung mengira kursi ini bisa digunakan.

Ini adalah karya seni, bukan tempat duduk umum. Bahkan dari posisi penempatan dan pencahayaannya saja, sudah jelas itu bukan untuk disentuh, ungkap Menegazzo.

Pihak museum segera mengerahkan tim restorasi untuk memperbaiki kerusakan akibat insiden turis hancurkan kursi Van Gogh tersebut. Proses restorasi membutuhkan ketelitian tinggi karena material yang digunakan sangat sensitif terhadap tekanan dan perubahan suhu.

Saat ini, kursi telah dikembalikan ke tempat semula, meski keasliannya sebagai karya utuh dipertanyakan beberapa ahli.

Reaksi Publik dan Tuntutan Keamanan Tambahan di Museum

Sejak video turis hancurkan kursi Van Gogh itu dipublikasikan di media sosial dan kanal berita, berbagai reaksi bermunculan.

Banyak netizen menyuarakan kemarahan dan menyayangkan ketidaksadaran pengunjung terhadap nilai karya seni. Beberapa komentar menyebutkan bahwa tindakan itu mencerminkan kurangnya edukasi budaya dan disiplin publik.

Sejumlah pengunjung tetap mendukung museum, namun menyarankan penambahan penjagaan atau pagar pembatas lebih ketat di sekitar benda seni berisiko.

Tidak sedikit pula yang menganggap bahwa museum-museum modern terlalu memberi kebebasan pengambilan foto, yang dapat mendorong tindakan nekat demi konten media sosial.

Ini bukan hanya soal kerugian materi, tapi juga kerugian nilai budaya dan seni, tulis salah satu komentar warganet.

Penutup: Etika Berkunjung Harus Jadi Prioritas

Kejadian turis hancurkan kursi Van Gogh menjadi pengingat penting bagi dunia tentang perlunya kesadaran dan tanggung jawab saat berada di ruang publik, terlebih di museum seni.

Setiap karya memiliki nilai historis, emosional, dan estetika yang tidak ternilai, dan satu kesalahan kecil bisa menghancurkan warisan budaya yang telah dibangun dengan susah payah.

Palazzo Maffei kini memperketat pengawasan dan mengkaji ulang sistem keamanan untuk mencegah insiden serupa.

Publik diharapkan bisa belajar bahwa apresiasi seni tidak cukup hanya melalui kamera, melainkan juga melalui penghormatan terhadap karya dan aturan yang melindunginya.***

Follow Sosial Media Redaksiku : FacebookInstagramTiktokXYoutubePinterest

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

LRT Kelapa Gading Manggarai Resmi Disiapkan, Cek Rute, Tarif, dan Jam Operasionalnya
“Apa Kamu Lihat?” Berujung Pukulan, Polisi Tangkap Pria di Barru
Wow! 24 Proyek Parepare Masuk Catatan BPK, Ada Rp445 Juta
Ausbildung Jerman 2026: Cek Syarat, Gaji, Visa, dan Cara Mendaftarnya
WHV Australia 2026 Dibuka dengan Sistem Baru, Ini Syarat dan Persiapan Penting untuk WNI
Apakah September 2026 Ada Tanggal Merah dan Libur Nasional? Cari Tahu di Sini ‎
Wanita Mabuk Pengemudi Outlander Maut Jadi Sorotan, Keluarga Korban Minta Keadilan
Rusia Hadapi Krisis BBM, Mengapa Pasokan Energi Dunia Ikut Waspada?

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 13:21 WIB

LRT Kelapa Gading Manggarai Resmi Disiapkan, Cek Rute, Tarif, dan Jam Operasionalnya

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:26 WIB

“Apa Kamu Lihat?” Berujung Pukulan, Polisi Tangkap Pria di Barru

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:10 WIB

Wow! 24 Proyek Parepare Masuk Catatan BPK, Ada Rp445 Juta

Jumat, 28 Agustus 2026 - 19:33 WIB

Ausbildung Jerman 2026: Cek Syarat, Gaji, Visa, dan Cara Mendaftarnya

Jumat, 28 Agustus 2026 - 15:19 WIB

WHV Australia 2026 Dibuka dengan Sistem Baru, Ini Syarat dan Persiapan Penting untuk WNI

Berita Terbaru

Foto: AI ilustrasi proyek infrastruktur di Kota Parepare yang disorot BPK, nilainya Rp445 juta.

Viral

Wow! 24 Proyek Parepare Masuk Catatan BPK, Ada Rp445 Juta

Sabtu, 29 Agu 2026 - 12:10 WIB