Pendak Pindo: Dua Tahun
Selamatan dua tahun atau pendak pindo menggunakan rumus no sarwolu. Dalam sistem ini, dihitung hari kedelapan dan pasaran kedelapan dari hari kematian.
Meski secara pelaksanaan sering lebih sederhana dibanding tahapan sebelumnya, maknanya tetap mendalam. Pendak pindo menjadi penanda bahwa dua tahun telah berlalu sejak kepergian almarhum, sekaligus menjadi jembatan menuju selamatan terakhir.
Nyewu: 1000 Hari
Puncak rangkaian selamatan adalah 1000 hari atau nyewu. Rumus yang digunakan disebut nonem sarmo, yakni hari keenam dan pasaran kelima dari hari kematian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, perhitungan 1000 hari tidak berhenti pada kombinasi hari dan pasaran. Penentuan bulannya bisa lebih kompleks. Dalam Primbon Jawa, bulan pelaksanaan nyewu dapat mundur tiga atau empat bulan dari bulan kematian, tergantung pada tanggal wafat dalam kalender Jawa.
Karena kompleksitas tersebut, sebagian keluarga memilih berkonsultasi dengan tokoh adat atau orang yang memahami petung Jawa untuk memastikan ketepatan perhitungan.
Tabel Ringkas Hitungan Selamatan
Berikut ringkasan tahapan selamatan menurut adat Jawa:
| Tahapan Selamatan | Nama Rumus | Hitungan Hari | Hitungan Pasaran | Keterangan |
|---|---|---|---|---|
| 40 Hari | Nomo Sarmo | Ke-5 | Ke-5 | Berdasarkan hari & pasaran kematian |
| 100 Hari | Noro Sarmo | Ke-2 | Ke-5 | Pasaran tetap lima |
| Pendak Pisan | Nopat Sarpat | Ke-4 | Ke-4 | Satu tahun, bulan Jawa sama |
| Pendak Pindo | No Sarwolu | Ke-8 | Ke-8 | Dua tahun |
| 1000 Hari | Nonem Sarmo | Ke-6 | Ke-5 | Bulan bisa mundur 3-4 bulan |
Tradisi dan Sikap Saling Menghormati
Perlu dipahami, sistem hitungan ini merupakan bagian dari tradisi dan warisan budaya Jawa. Praktiknya dapat berbeda di tiap daerah, tergantung kebiasaan keluarga dan komunitas setempat.
Tidak semua orang memilih menjalankan seluruh tahapan selamatan. Dalam konteks masyarakat yang semakin beragam, perbedaan praktik merupakan hal yang wajar. Yang terpenting adalah menjaga sikap saling menghormati.
Bagi yang menjalankan, lakukan dengan pemahaman dan niat baik. Bagi yang tidak, tetap hargai sebagai bagian dari kekayaan budaya Nusantara.
Menjaga Pengetahuan Budaya
Memahami hitungan selamatan orang meninggal menurut adat Jawa bukan semata-mata soal keyakinan, melainkan bagian dari pelestarian pengetahuan tradisional. Di balik setiap rumus dan perhitungan, tersimpan nilai sejarah, filosofi, dan doa yang diwariskan lintas generasi.
Bagi generasi muda, mengetahui dasar-dasar perhitungan ini dapat menjadi bekal ketika suatu hari dibutuhkan. Entah akan dipraktikkan atau hanya dipahami sebagai wawasan budaya, pengetahuan tersebut tetap memiliki arti penting.
Tradisi hidup karena dipelajari dan dipahami. Dengan menjaga literasi budaya seperti ini, masyarakat turut merawat identitasnya di tengah arus globalisasi yang terus bergerak maju.
Follow Sosial Media Redaksiku : Facebook, Instagram, Tiktok, X, Youtube, Pinterest
Penulis : Redaksiku
Editor : Redaksiku
Sumber Berita: Berbagai sumber
Halaman : 1 2






