Dia sibuk dengan tugas-tugas kampus! Biar sajalah, untuk membiasakannya hidup mandiri. Dia cukup berprestasi lho, Bun. Anak itu baru saja terpilih sebagai ketua tim Penelitian Manfaat Suntikan Dana bagi Peningkatan Produktivitas UMKM Banyumas. Hebat kan, putri kita?
Mendengar penjelasan suaminya, Arum merengut hatinya sakit seperti tertusuk sesuatu. Sebagai ibunya dia merasa diacuhkan putri semata wayangnya. Putrinya seolah menganggapnya musuh yang harus dijauhi. Menurutnya, apa yang dia lakukan adalah untuk kebahagiaan putrinya, apalagi menentukan pasangan pendamping hidupnya.
Cemburu? goda Rangga. Dibalas dengan cubitan. Aduh! Sakit tau!
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Biarin, jawab Arum kesal.
Aku tuh bingung, Yah. HP Ninit jarang aktif. Giliran aktif, sambungan nggak diangkat! ¦ Seperti nomor yang nggak dikenal, gitu. Kirim WA juga lama sekali baru dibales! Jawabannya pendek dan itu-itu aja, kaya copas gitu, keluhnya.
Kamu ini, mbok ya tilik ke rumahnya! Sendiri bisa, kan?
Aku bingung mau ngomong apa, kalau nanyain Ratih, jawabnya putus asa.
Katakan saja, anak-anak butuh waktu untuk saling terbiasa. Yang tua-tua sabar saja.
Keduanya membisu, dengan pikiran masing-masing. Tiba-tiba, Ratih masuk sambil mengucapkan salam. Kedua orang tuanya menatapnya dengan mata berbinar.
Assalamualaikum, Ayaaah, panggilnya sambil bergegas mendekat lalu memeluk ayahnya, aku kangen, Yah! katanya manja.
Arum menatap cemburu kedua makhluk yang sangat dia kasihi. Setelah berpelukan sebentar, Ratih melepas pelukan lalu mendekati bundanya. Dengan takzim mencium punggung tangannya. Baru saja tangan kiri Arum hendak memeluk putrinya, Ratih pamit.
Ratih mandi dulu, ya, katanya, lalu melesat ke dapur minta disiapkan makan malam untuknya.
***
Selama menunggui Mamahnya di rumah sakit, otak Toni tetap bekerja. Karena usahanya yang makin berkembang, dia berencana untuk memindahkan kantor pusatnya ke Semarang. Dia terus menatap layar laptop dan memainkan tetikus, menaikturunkan tampilan layar, tiba-tiba HP berbunyi. Sambungan dari sahabatnya. Secepat kilat sambungan diterima.
Ton, lu gila ya! Buka sosmed lo, nama lu ancur! seru Rendi. Toni geragapan.
Ren, postingan apa? Sejak kawin aku belum buka sosmed. Sibuk banget nih, rencananya kantor mau tak pindahin ke Semarang.
Dari dulu napa? Dah lama aku saranin, kan?
Rendi! Ada apa? Cepet katakan!
Eh iya, ada orang yang ngunggah foto kawinanmu. Ucapan selamatnya dikomen macem-macem. Salah satunya ada yang nanyain tentang pernikahannya denganmu! Kau mau kawin lagi? Yang bener aja Ton! Baru beberapa bulan menikah, mo kawin lagi! Lo dihujat netizen, tau!
Pantes ¦, gumam Toni.
Pantes apaan? samber Rendi kesal.
Karyawan kantor ¦ mereka menatapku sinis, walaupun secara sembunyi-sembunyi! kata Toni sebal lalu melempar HP di meja.
Halo ¦ Toni ¦ Halo ¦, teriak Rendi di seberang sana. Toni meraih HP lalu memutus sambungan. Segera dia membuka sosmed yang disebut Rendi.
Dia melihat akun Erlika yang mengunggah foto pernikahannya, dan ucapan selamat serta doa-doa di captionnya. Unggahan mendapat ratusan komen berisi hujatan pedas dari netizen. Ada beberapa yang menanyakan kapan menikah? Yang dijawab oleh akun @diarindah bahwa pengantin prianya adalah calon suami Erlika. Toni benar-benar marah besar.
Saat sedang melihat postingan di akun Erlika, masuk sambungan telepon dari Bagas.
Halo Bagas, apa ka ¦
Ton, kamu mau kawin lagi? Mau kamu kemanakan Ratih? Tega sekali kamu, Ton! Kalau kamu nggak mau, kenapa tidak menolak saja? Susah payah Bunda membujuk Ratih, sekarang mau kamu campakkan, dia?
Gas, bukan begitu. Sebenarnya ¦ aku … memang sudah punya calon. Tapi Mamah dan Papah memaksaku ¦
Kamu pikir adikku tidak terpaksa menerima? Tau enggak sih, kalau kamu buang adikku, dia akan menjadi janda. Janda, Ton! Di negri ini seorang janda itu aib keluarga! Dia masih muda, belum juga lulus kuliah, tapi sudah janda! Kau tidak berpikir seperti itu? Bagas benar-benar marah dan kecewa. Sambungan langsung diputus sepihak. Bagas memberitahu ayahnya.
Ayah, ternyata Toni mau kawin dengan pacarnya ¦
Iya, Gas. Papah Barman baru saja memberitahu. Kau dapat postingan dari mana? tanya Rangga.
Teman kantor ada yang follow akun yang posting. Trus memberitahu nama akunnya. Aku membukanya, ternyata benar.
Jangan ambil tindakan apapun, Gas. Dan jangan memberitahu Bunda, takut nanti sampai ketelinga Mamah Ninit. Ayah takut dia masuk rumah sakit lagi, pesan Rangga.
Sementara di kantornya, Toni benar-benar uring-uringan sambungan telepon ke Erlika selalu di luar area. Belum lagi pihak mertuanya sudah mengetahui postingan di sosmed Erlika. Toni takut berita ini sampai ke telinga mamahnya. Dia sangat mengkhawatirkan kesehatan mamahnya. Berkali-kali Toni mencoba menghubungi Erlika, namun tetap di luar area.
Sialan! semburnya sambil melempar HP dengan kasar ke meja.
Toni mengempaskan punggung ke sandaran punggung kursinya yang empuk. Tangannya memijat kening. Otaknya buntu, hatinya mendidih. Dia melihat jam tangan, lalu bergumam, mungkin dia lagi kerja, lalu HP-nya dimatikan! Toni mendengkus kesal.
Halaman : 1 2






