Penyelundupan narkoba seperti sabu-sabu kini makin canggih dan tak lagi mengandalkan cara lama.
Sebuah upaya menggunakan drone untuk memasukkan sabu ke dalam lapas baru saja digagalkan petugas.
Kejadian tersebut terjadi di Lapas Narkotika Jelekong, Kabupaten Bandung, dan viral setelah videonya tersebar di media sosial.
Drone Digunakan untuk Selundupkan Sabu ke Lapas

Penggunaan drone untuk aktivitas ilegal makin sering ditemui dalam beberapa tahun terakhir, termasuk untuk menyelundupkan narkoba ke dalam lembaga pemasyarakatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Di Lapas Narkotika Jelekong, teknologi drone kembali digunakan oleh pelaku kejahatan untuk menjatuhkan paket sabu ke area blok hunian tahanan.
Namun, petugas lapas yang sedang bertugas malam hari langsung mencurigai pergerakan drone tersebut ketika melintas di atas area pengawasan.
Drone tersebut tampak menjatuhkan sebuah bungkusan kecil ke halaman dalam lapas.
Tanggapan Petugas Lapas Jelekong
Menanggapi hal itu, petugas langsung bergerak cepat, menyisir lokasi jatuhnya benda tersebut.
Setelah diamankan dan diperiksa, isi dari bungkusan itu ternyata adalah dua paket sabu dengan berat total 25 gram.
Barang bukti segera dikumpulkan dan petugas berkoordinasi dengan Satresnarkoba Polresta Bandung untuk tindakan lanjutan.
Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas, Muhammad Nurzaman, menyatakan bahwa pengamanan mereka memang sudah diantisipasi untuk menghadapi modus-modus modern seperti drone.
Menurutnya, para petugas kini tidak hanya dibekali pengawasan fisik, tetapi juga pemahaman terhadap ancaman berbasis teknologi.
Modus sudah berubah. Mereka pakai drone karena ingin menghindari kontrol biasa, tapi personel kami juga makin cermat dan tidak mudah lengah, ujarnya.
Drone Jadi Tantangan Baru di Sistem Pengamanan Lapas, Tapi Tak Mampu Menembus Ketatnya Protokol
Kepala Lapas Narkotika Bandung, Ahmad Tohari, menegaskan bahwa kejadian ini menunjukkan realitas baru dalam dunia pengamanan penjara.
Menurutnya, drone kini jadi salah satu alat yang perlu diwaspadai karena mampu menjangkau area dalam lapas tanpa kontak langsung.
Namun, ia memastikan bahwa pihaknya tidak akan memberi ruang bagi penyelundupan jenis apapun, meski menggunakan perangkat secanggih drone.
Komitmen kami menjaga keamanan tetap lebih kuat dari apapun. Teknologi seperti drone bisa berkembang, tapi kami juga terus tingkatkan kemampuan deteksi dan respons petugas, ujarnya.
Selain itu, Tohari juga menyampaikan rencana untuk memperkuat pengamanan dengan alat pengacak sinyal drone di sekitar area tahanan.
Ia menyadari bahwa ke depan, para pelaku bisa mengembangkan metode baru, namun timnya berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi dan pembaruan sistem pengawasan.
Ia juga menegaskan bahwa drone tersebut kini sudah diamankan oleh tim penyidik, dan akan dilakukan pelacakan terhadap siapa yang mengendalikannya dari luar lapas.
Penyelundupan Lewat Drone Bukan Pertama Kali, Perlu Deteksi Dini dan Kolaborasi Lintas Instansi
Penggunaan drone untuk menyelundupkan barang terlarang ke lapas bukanlah fenomena baru secara global, termasuk di Indonesia.
Dalam beberapa tahun terakhir, ada beberapa laporan serupa dari berbagai daerah, di mana drone digunakan untuk menjatuhkan paket narkoba, handphone, atau barang terlarang lainnya ke dalam lembaga pemasyarakatan.
Kejadian di Lapas Jelekong menjadi salah satu peringatan penting bahwa sistem keamanan lapas harus mampu menjawab tantangan era digital.
Drone yang digunakan kemungkinan dikendalikan dari luar pagar lapas, dan menyasar titik yang diperkirakan aman dari pengawasan.
Namun, berkat kejelian petugas dan sistem patroli rutin, benda tersebut berhasil diamankan sebelum sempat diambil oleh warga binaan.
Saat ini, pihak Polresta Bandung telah menerima laporan resmi dari lapas dan mulai menelusuri arah kedatangan drone serta operatornya.
Pihak kepolisian menyebutkan bahwa pelacakan sinyal dan pencocokan data GPS dari drone akan digunakan untuk menelusuri lokasi kendali serta kemungkinan keterlibatan jaringan narkotika.
Mereka juga memeriksa beberapa warga binaan yang dicurigai menjadi penerima paket sabu tersebut.
Kolaborasi antara lapas, kepolisian, dan lembaga lainnya kini menjadi sangat penting, terutama untuk menghadapi penyelundupan narkoba dengan metode baru seperti menggunakan drone.
Kejadian di Lapas Jelekong ini menunjukkan bahwa meskipun pelaku kejahatan terus berinovasi menggunakan teknologi seperti drone, ketegasan dan kesiapan aparat mampu menggagalkan upaya tersebut.
Langkah tegas dari petugas lapas tidak hanya menyelamatkan integritas lembaga, tapi juga mengirim pesan kuat bahwa tidak ada toleransi terhadap penyelundupan apapun, bahkan dengan teknologi canggih.
Drone memang menawarkan kemudahan akses tanpa sentuhan langsung, namun celah keamanannya tetap bisa terdeteksi dengan kesiagaan tinggi.
Peningkatan pengawasan digital dan pelatihan petugas kini jadi prioritas untuk menghadapi ancaman dari penggunaan drone.
Pihak lapas juga tengah mengkaji pemasangan sistem jammer guna mengganggu sinyal drone yang mencoba mendekati area terlarang.
Setiap upaya penyelundupan, termasuk lewat drone, akan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku tanpa kompromi.
Kejadian ini menjadi bukti bahwa penggunaan drone dalam aktivitas kriminal tidak menjamin keberhasilan, apalagi jika pengawasan lapas terus ditingkatkan.***
Follow Sosial Media Redaksiku : Facebook, Instagram, Tiktok, X, Youtube, Pinterest






