Anggaran IKN 2025 Diblokir! Menteri PU Dody Hanggodo Beberkan Nasib Pembangunan Ibu Kota Nusantara ke Depan

- Penulis

Sabtu, 8 Februari 2025 - 20:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri PU angkat bicara soal anggaran IKN 2025 yang diblokir. (Foto: Instagram @dodyhanggodo)

Menteri PU angkat bicara soal anggaran IKN 2025 yang diblokir. (Foto: Instagram @dodyhanggodo)

Kabar diblokirnya anggaran Ibu Kota Nusantara atau IKN 2025 kini ramai diperbincangkan.

Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) kembali menjadi sorotan setelah Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengungkapkan bahwa anggaran untuk proyek ini mengalami pemangkasan besar-besaran.

Dengan pemotongan anggaran hingga Rp81,38 triliun, proyek yang telah mencapai 87,9% ini terancam mandek dalam beberapa tahun ke depan.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), sebelumnya menegaskan bahwa pembangunan IKN tetap menjadi prioritas dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, dengan adanya pemblokiran anggaran, muncul pertanyaan besar mengenai kelanjutan proyek ini. Lantas, bagaimana nasib pembangunan IKN dalam lima tahun ke depan?

Pemangkasan Anggaran IKN 2025: Penyebab dan Dampaknya

Menteri PU angkat bicara soal anggaran IKN 2025 yang diblokir. (Foto: Instagram @dodyhanggodo)
Anggaran IKN 2025 Diblokir! Menteri PU Dody Hanggodo Beberkan Nasib Pembangunan Ibu Kota Nusantara ke Depan

Pemangkasan anggaran IKN 2025 merupakan bagian dari kebijakan yang tertuang dalam Instruksi Presiden (Inpres) No. 1 Tahun 2025.

Dalam kebijakan ini, pemerintah memangkas anggaran Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) hingga Rp81,38 triliun.

Pemblokiran ini berdampak langsung pada proyek IKN 2025, sehingga tidak ada anggaran yang dapat dicairkan untuk melanjutkan pembangunan.

Menteri PU Dody Hanggodo mengungkapkan bahwa pemangkasan anggaran ini membuat pembangunan IKN 2025 sulit untuk berlanjut sesuai rencana.

Realisasi anggaran IKN kayaknya belum ada semua. Kan tadi saya bilang, anggaran kita diblokir semua. Kok tanya progres gimana sih, anggarannya yang nggak ada, ujar Dody.

Dody juga menambahkan bahwa tanpa pencairan anggaran, sulit bagi kementerian untuk berbicara mengenai progres pembangunan.

Bahkan, ia sempat berseloroh bahwa satu-satunya realisasi anggaran saat ini hanya cukup untuk makan siang Menteri. Progresnya? Ya, buat beli makan siangnya Pak Menteri, ujarnya sambil tertawa.

Dengan adanya pemblokiran anggaran, Kementerian PU pun memilih untuk fokus pada program yang lebih mendesak, salah satunya adalah persiapan angkutan mudik Lebaran 2025.

Ya nanti itu tunggu, satu-satu dulu. Anggarannya dibuka, kita diskusi lagi nih. Yang paling depan mata ini apa? Lebaran. Kita sukseskan Lebaran dulu, setelah itu baru (yang lain), kata Dody.

Pernyataan AHY: Pembangunan IKN Tetap Berlanjut dengan Penyesuaian

Sebelum adanya pengumuman pemangkasan anggaran, Menko Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sempat menegaskan bahwa pembangunan IKN tetap menjadi bagian dari prioritas nasional lima tahun ke depan.

Dalam pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, AHY menyampaikan bahwa pemerintah tetap berkomitmen untuk melanjutkan pembangunan dengan berbagai penyesuaian.

Tentu harapannya kita bisa melanjutkan pembangunan dengan sejumlah penyesuaian dan prioritas. Karena pasti kita selalu dihadapkan pada keterbatasan anggaran, dihadapkan juga dengan berbagai misi dan target-target utama yang menjadi agenda nasional, ujar AHY.

AHY juga menegaskan bahwa swasembada pangan, energi, dan air menjadi prioritas utama pemerintahan Prabowo Subianto. Oleh karena itu, pembangunan infrastruktur, termasuk IKN, harus disesuaikan dengan agenda nasional yang lebih luas.

Bukan berarti kemudian infrastruktur di nomor dua-kan. Justru kami harus melakukan prioritas ulang, paling tidak melakukan penyesuaian-penyesuaian agar yang menjadi prioritas utama dari pembangunan nasional 5 tahun ke depan, terutama juga di awal-awal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto ini bisa kami dukung dengan baik, tambahnya.

Meski menghadapi tantangan anggaran, AHY memastikan bahwa proyek IKN akan tetap berjalan.

Pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp48,8 triliun untuk periode 20252029, yang akan digunakan secara bertahap sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.

Terkait dengan IKN, ini juga sudah dipastikan akan dilanjutkan dan beliau sendiri juga sudah memastikan akan ada alokasi anggaran besaran kurang lebih Rp48,8 triliun 2025 hingga 2029 ini. Tentu nanti digunakan sesuai dengan pertahapan dan juga rencana yang telah ditetapkan sejak awal, kata AHY.

Progres Pembangunan IKN Hingga 2024

Sebelum adanya pemangkasan anggaran, pembangunan IKN telah berjalan dengan progres yang cukup signifikan.

Menteri PU Dody Hanggodo menyebut bahwa hingga 31 Desember 2024, progres fisik pembangunan IKN sudah mencapai 87,9%. Pada tahun 2024 saja, proyek ini telah menyerap anggaran sebesar Rp40,29 triliun.

Dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR RI, Dody menyampaikan bahwa fokus pembangunan tahun 2024 adalah penyelesaian Istana Negara dan Istana Garuda. Setelahnya, perhatian pemerintah akan dialihkan ke pembangunan kawasan legislatif dan yudikatif.

Jadi ada beberapa penyesuaian yang mesti membutuhkan waktu tentunya, mudah-mudahan tidak lama lagi bisa difinalisasi dan tentunya setelah itu bisa segera dibangun, ungkap AHY.

Pemangkasan anggaran IKN 2025 menjadi tantangan besar bagi keberlanjutan proyek ini.

Dengan pemblokiran dana hingga Rp81,38 triliun, realisasi pembangunan IKN 2025 kemungkinan akan tertunda dalam beberapa tahun ke depan.

Meskipun Menko Infrastruktur AHY memastikan bahwa proyek ini tetap berjalan dengan alokasi anggaran Rp48,8 triliun untuk 20252029, Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa tanpa pencairan dana, sulit untuk melanjutkan pembangunan.

Bahkan, dalam situasi saat ini, Kementerian PU lebih memilih untuk fokus pada agenda mendesak seperti persiapan angkutan mudik Lebaran 2025.

Dengan situasi ini, masa depan IKN masih menjadi tanda tanya besar. Apakah proyek ini bisa tetap berjalan sesuai rencana, ataukah akan menghadapi kendala lebih lanjut? Semua akan bergantung pada kebijakan pemerintah dalam beberapa bulan mendatang. (*)

Follow Sosial Media Redaksiku : FacebookInstagramTiktokXYoutubePinterest

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Istilah Dasarian Viral di Media Sosial, Ternyata Ini Artinya Menurut BMKG
Viral Rekening Aktivis Pati Diblokir, Bagaimana Nasib Saham Bank Mandiri BMRI?
Aduh! Retribusi Leang-Leang Rp1,36 Miliar, Misteri dalam Catatan BPK
Viral Sungai Barito Berubah Seperti Gurun, Ternyata Ini Faktor Penyebabnya
KKB Sandera 9 Perempuan di Papua, Operasi Besar Dilakukan untuk Bebaskan Korban
Kolom Komentar Bank Mandiri Ramai Diserbu Nasabah, Keluhan Layanan Jadi Sorotan
Respons Hyundai soal Permasalahan Hyundai Ioniq 5 AA Juju yang Viral
Relawan Gempa NTT Ahmad Zaki Ali Wafat Saat Salurkan Bantuan, Gubernur Sampaikan Duka

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 22:30 WIB

Istilah Dasarian Viral di Media Sosial, Ternyata Ini Artinya Menurut BMKG

Senin, 24 Agustus 2026 - 21:56 WIB

Viral Rekening Aktivis Pati Diblokir, Bagaimana Nasib Saham Bank Mandiri BMRI?

Senin, 24 Agustus 2026 - 16:37 WIB

Aduh! Retribusi Leang-Leang Rp1,36 Miliar, Misteri dalam Catatan BPK

Senin, 24 Agustus 2026 - 15:12 WIB

Viral Sungai Barito Berubah Seperti Gurun, Ternyata Ini Faktor Penyebabnya

Senin, 24 Agustus 2026 - 14:41 WIB

KKB Sandera 9 Perempuan di Papua, Operasi Besar Dilakukan untuk Bebaskan Korban

Berita Terbaru