Kabar diblokirnya anggaran Ibu Kota Nusantara atau IKN 2025 kini ramai diperbincangkan.
Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) kembali menjadi sorotan setelah Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengungkapkan bahwa anggaran untuk proyek ini mengalami pemangkasan besar-besaran.
Dengan pemotongan anggaran hingga Rp81,38 triliun, proyek yang telah mencapai 87,9% ini terancam mandek dalam beberapa tahun ke depan.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), sebelumnya menegaskan bahwa pembangunan IKN tetap menjadi prioritas dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, dengan adanya pemblokiran anggaran, muncul pertanyaan besar mengenai kelanjutan proyek ini. Lantas, bagaimana nasib pembangunan IKN dalam lima tahun ke depan?
Pemangkasan Anggaran IKN 2025: Penyebab dan Dampaknya

Pemangkasan anggaran IKN 2025 merupakan bagian dari kebijakan yang tertuang dalam Instruksi Presiden (Inpres) No. 1 Tahun 2025.
Dalam kebijakan ini, pemerintah memangkas anggaran Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) hingga Rp81,38 triliun.
Pemblokiran ini berdampak langsung pada proyek IKN 2025, sehingga tidak ada anggaran yang dapat dicairkan untuk melanjutkan pembangunan.
Menteri PU Dody Hanggodo mengungkapkan bahwa pemangkasan anggaran ini membuat pembangunan IKN 2025 sulit untuk berlanjut sesuai rencana.
Realisasi anggaran IKN kayaknya belum ada semua. Kan tadi saya bilang, anggaran kita diblokir semua. Kok tanya progres gimana sih, anggarannya yang nggak ada, ujar Dody.
Dody juga menambahkan bahwa tanpa pencairan anggaran, sulit bagi kementerian untuk berbicara mengenai progres pembangunan.
Bahkan, ia sempat berseloroh bahwa satu-satunya realisasi anggaran saat ini hanya cukup untuk makan siang Menteri. Progresnya? Ya, buat beli makan siangnya Pak Menteri, ujarnya sambil tertawa.
Dengan adanya pemblokiran anggaran, Kementerian PU pun memilih untuk fokus pada program yang lebih mendesak, salah satunya adalah persiapan angkutan mudik Lebaran 2025.
Ya nanti itu tunggu, satu-satu dulu. Anggarannya dibuka, kita diskusi lagi nih. Yang paling depan mata ini apa? Lebaran. Kita sukseskan Lebaran dulu, setelah itu baru (yang lain), kata Dody.
Pernyataan AHY: Pembangunan IKN Tetap Berlanjut dengan Penyesuaian
Sebelum adanya pengumuman pemangkasan anggaran, Menko Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sempat menegaskan bahwa pembangunan IKN tetap menjadi bagian dari prioritas nasional lima tahun ke depan.
Dalam pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, AHY menyampaikan bahwa pemerintah tetap berkomitmen untuk melanjutkan pembangunan dengan berbagai penyesuaian.
Tentu harapannya kita bisa melanjutkan pembangunan dengan sejumlah penyesuaian dan prioritas. Karena pasti kita selalu dihadapkan pada keterbatasan anggaran, dihadapkan juga dengan berbagai misi dan target-target utama yang menjadi agenda nasional, ujar AHY.
AHY juga menegaskan bahwa swasembada pangan, energi, dan air menjadi prioritas utama pemerintahan Prabowo Subianto. Oleh karena itu, pembangunan infrastruktur, termasuk IKN, harus disesuaikan dengan agenda nasional yang lebih luas.
Bukan berarti kemudian infrastruktur di nomor dua-kan. Justru kami harus melakukan prioritas ulang, paling tidak melakukan penyesuaian-penyesuaian agar yang menjadi prioritas utama dari pembangunan nasional 5 tahun ke depan, terutama juga di awal-awal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto ini bisa kami dukung dengan baik, tambahnya.
Meski menghadapi tantangan anggaran, AHY memastikan bahwa proyek IKN akan tetap berjalan.
Pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp48,8 triliun untuk periode 20252029, yang akan digunakan secara bertahap sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.
Terkait dengan IKN, ini juga sudah dipastikan akan dilanjutkan dan beliau sendiri juga sudah memastikan akan ada alokasi anggaran besaran kurang lebih Rp48,8 triliun 2025 hingga 2029 ini. Tentu nanti digunakan sesuai dengan pertahapan dan juga rencana yang telah ditetapkan sejak awal, kata AHY.
Progres Pembangunan IKN Hingga 2024
Sebelum adanya pemangkasan anggaran, pembangunan IKN telah berjalan dengan progres yang cukup signifikan.
Menteri PU Dody Hanggodo menyebut bahwa hingga 31 Desember 2024, progres fisik pembangunan IKN sudah mencapai 87,9%. Pada tahun 2024 saja, proyek ini telah menyerap anggaran sebesar Rp40,29 triliun.
Dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR RI, Dody menyampaikan bahwa fokus pembangunan tahun 2024 adalah penyelesaian Istana Negara dan Istana Garuda. Setelahnya, perhatian pemerintah akan dialihkan ke pembangunan kawasan legislatif dan yudikatif.
Jadi ada beberapa penyesuaian yang mesti membutuhkan waktu tentunya, mudah-mudahan tidak lama lagi bisa difinalisasi dan tentunya setelah itu bisa segera dibangun, ungkap AHY.
Halaman : 1 2 Selanjutnya






