Xi Jinping Hadiri WAIC 2026, Siapkan Visi China untuk Masa Depan AI Dunia

- Penulis

Kamis, 16 Juli 2026 - 21:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Xi Jinping Hadiri WAIC 2026, Siapkan Visi China untuk Masa Depan AI Dunia

Xi Jinping Hadiri WAIC 2026, Siapkan Visi China untuk Masa Depan AI Dunia

Redaksiku.com – Xi Jinping dijadwalkan menghadiri pembukaan World Artificial Intelligence Conference atau WAIC 2026 yang diselenggarakan di Shanghai, China.

Presiden China tersebut akan menyampaikan pidato utama mengenai kebijakan, posisi, visi, dan usulan negaranya dalam pengembangan serta tata kelola kecerdasan buatan atau artificial intelligence.

Konferensi itu berlangsung pada 17–20 Juli 2026 dengan tema “Intelligent Partners, Co-create the Future” atau mitra cerdas bersama-sama menciptakan masa depan.

Kehadiran Xi Jinping menunjukkan bahwa teknologi kecerdasan buatan telah menjadi salah satu agenda penting China dalam bidang ekonomi, industri, keamanan, dan hubungan internasional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Xi Jinping Akan Menyampaikan Pidato Utama

Kementerian Luar Negeri China mengonfirmasi bahwa Xi Jinping akan menghadiri sekaligus memberikan pidato dalam upacara pembukaan WAIC 2026.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, menyatakan bahwa Xi akan menjelaskan secara sistematis kebijakan dan gagasan China mengenai pengembangan serta tata kelola AI.

Pidato tersebut diperkirakan tidak hanya membahas kemajuan teknologi dalam negeri, tetapi juga posisi China dalam pembentukan aturan internasional mengenai kecerdasan buatan.

China ingin terlibat lebih besar dalam menentukan bagaimana teknologi AI dikembangkan, digunakan, dan diawasi oleh masyarakat internasional.

Jadwal WAIC 2026 di Shanghai

Berikut informasi pelaksanaan konferensi yang akan dihadiri Xi Jinping:

  • Acara: World Artificial Intelligence Conference 2026
  • Singkatan: WAIC 2026
  • Tanggal: 17–20 Juli 2026
  • Lokasi: Shanghai, China
  • Tema: Intelligent Partners, Co-create the Future
  • Agenda Xi Jinping: Menghadiri pembukaan dan menyampaikan pidato utama

Situs resmi konferensi menyebut WAIC 2026 akan mempertemukan pakar teknologi, perwakilan pemerintah, pemimpin perusahaan, akademisi, dan investor dari berbagai negara.

Pertemuan tersebut akan membahas perkembangan baru, peluang bisnis, risiko, serta tata kelola kecerdasan buatan.

China Ingin Memimpin Tata Kelola AI Global

Kehadiran Xi Jinping dalam WAIC 2026 menjadi perhatian karena China sedang berusaha memperluas pengaruhnya dalam pembentukan sistem tata kelola AI dunia.

Reuters melaporkan bahwa Xi diperkirakan menyampaikan visi yang lebih luas mengenai peran China dalam kerja sama dan aturan internasional terkait kecerdasan buatan.

Beijing ingin memperkenalkan AI sebagai teknologi yang dapat mendukung pembangunan ekonomi sekaligus menjadi sarana diplomasi.

China juga mendorong penggunaan model AI berbiaya lebih rendah dan teknologi sumber terbuka agar negara berkembang dapat memperoleh akses yang lebih luas.

Xi Jinping Hadiri WAIC 2026, Siapkan Visi China untuk Masa Depan AI Dunia
Xi Jinping Hadiri WAIC 2026, Siapkan Visi China untuk Masa Depan AI Dunia

AI Menjadi Bagian dari Diplomasi China

Kecerdasan buatan tidak lagi hanya menjadi persoalan perusahaan teknologi.

Teknologi tersebut telah menjadi bagian dari persaingan ekonomi, keamanan, industri, dan pengaruh politik antara negara-negara besar.

China berusaha membangun kerja sama AI dengan negara-negara berkembang, termasuk negara di Asia Tenggara. Beijing menawarkan pelatihan, infrastruktur digital, model sumber terbuka, dan kerja sama penelitian.

Pendekatan tersebut memungkinkan China memperkenalkan teknologi dan standar AI miliknya kepada pasar internasional.

Melalui WAIC 2026, China juga ingin menampilkan diri sebagai negara yang mendukung kerja sama global dalam mengurangi kesenjangan akses terhadap teknologi kecerdasan buatan.

Persaingan Teknologi China dan Amerika Serikat

Pidato Xi Jinping berlangsung di tengah persaingan teknologi yang terus meningkat antara China dan Amerika Serikat.

Kedua negara bersaing dalam pengembangan model AI, pusat data, semikonduktor, perangkat komputasi, robotika, dan berbagai teknologi strategis lainnya.

Amerika Serikat telah memberlakukan pembatasan terhadap ekspor sejumlah cip dan peralatan semikonduktor canggih ke China.

Kebijakan tersebut mendorong perusahaan China untuk mengembangkan prosesor, perangkat lunak, serta sistem komputasi sendiri.

WAIC 2026 pun menjadi kesempatan bagi Beijing untuk menunjukkan kemajuan teknologi yang telah dicapai tanpa sepenuhnya bergantung pada perusahaan Amerika Serikat.

Huawei Siapkan Sistem Komputasi AI Baru

Huawei menjadi salah satu perusahaan yang mendapatkan perhatian menjelang WAIC 2026.

Perusahaan teknologi asal China tersebut dijadwalkan memperkenalkan Atlas 950 SuperPoD kepada publik dalam konferensi di Shanghai.

Atlas 950 SuperPoD merupakan sistem komputasi yang menghubungkan ribuan prosesor AI Ascend melalui jaringan berkecepatan tinggi.

Rangkaian prosesor tersebut dirancang agar dapat bekerja sebagai satu kelompok komputasi besar untuk melatih dan menjalankan model AI.

Reuters menyebut peluncuran ini sebagai salah satu bentuk paling jelas dari usaha China membangun sistem komputasi AI tanpa menggunakan cip tercanggih Nvidia.

China Mendorong Kemandirian Teknologi

Pengembangan perangkat AI dalam negeri menjadi bagian penting dari kebijakan teknologi China.

Beijing berupaya mengurangi ketergantungan terhadap komponen asing, terutama dalam sektor semikonduktor, komputasi awan, pusat data, dan kecerdasan buatan.

Perusahaan seperti Huawei dan sejumlah produsen cip lokal mendapatkan peran besar dalam membangun ekosistem teknologi nasional.

Kemandirian tersebut dianggap penting karena pembatasan ekspor dapat menghambat akses China terhadap cip dan peralatan produksi paling canggih.

Namun, keberhasilan China tidak hanya bergantung pada kemampuan memproduksi perangkat keras. Negara tersebut juga membutuhkan perangkat lunak, sumber energi, pusat data, tenaga ahli, dan jaringan komunikasi yang mampu mendukung model AI berskala besar.

Usulan Organisasi Kerja Sama AI Dunia

China sebelumnya mengusulkan pembentukan organisasi internasional yang berfokus pada kerja sama kecerdasan buatan.

Usulan tersebut bertujuan membangun koordinasi di tengah perbedaan aturan dan pendekatan yang digunakan oleh berbagai negara.

Pemerintah China menilai tata kelola AI global masih terfragmentasi. Negara-negara memiliki pandangan berbeda mengenai regulasi, keamanan, privasi, inovasi, serta penggunaan AI dalam kehidupan masyarakat.

Organisasi tersebut diharapkan menjadi wadah bagi pemerintah, perusahaan, akademisi, dan organisasi internasional untuk membahas pengembangan serta keamanan AI.

China juga ingin Shanghai menjadi lokasi utama bagi kegiatan organisasi kerja sama tersebut.

Isu yang Diperkirakan Dibahas Xi Jinping

Pidato Xi Jinping diperkirakan membahas sejumlah isu penting mengenai kecerdasan buatan.

Salah satunya adalah keseimbangan antara inovasi dan keamanan. Pengembangan AI yang sangat cepat dapat menciptakan manfaat ekonomi, tetapi juga membawa risiko baru.

Risiko tersebut mencakup penyalahgunaan informasi, konten palsu, pelanggaran privasi, penggantian sejumlah jenis pekerjaan, serangan siber, hingga penggunaan teknologi dalam bidang militer.

Xi juga diperkirakan menekankan pentingnya akses AI yang lebih merata bagi negara berkembang.

China ingin menunjukkan bahwa teknologi AI tidak seharusnya hanya dikuasai oleh sejumlah negara atau perusahaan besar.

Perbedaan Pendekatan China dan Amerika Serikat

China dan Amerika Serikat memiliki pendekatan yang berbeda dalam membicarakan tata kelola kecerdasan buatan.

Pemerintah Amerika Serikat lebih menekankan persaingan inovasi, kepemimpinan industri, serta pengurangan aturan yang dianggap menghambat perkembangan teknologi.

Sementara itu, China lebih sering menyampaikan pentingnya koordinasi pemerintah, pengawasan keamanan, kerja sama internasional, dan pemerataan akses teknologi.

Namun, persaingan kepentingan tetap terlihat di balik perbedaan pendekatan tersebut.

Kedua negara sama-sama ingin perusahaan, teknologi, dan standar yang mereka kembangkan digunakan secara luas di berbagai negara.

Mengapa Kehadiran Xi Jinping Penting?

Kehadiran langsung Xi Jinping membuat WAIC 2026 memiliki bobot politik yang lebih besar.

Reuters melaporkan bahwa ini menjadi kehadiran pertamanya dalam konferensi tahunan tersebut.

Partisipasi Xi menunjukkan bahwa AI tidak hanya dipandang sebagai sektor teknologi, tetapi juga menjadi bagian dari strategi nasional China.

Pidatonya dapat memberikan gambaran mengenai kebijakan yang akan ditempuh Beijing dalam pengembangan industri AI, kerja sama internasional, keamanan teknologi, dan hubungan dengan negara lain.

Pernyataan Xi juga dapat menjadi perhatian perusahaan teknologi, investor, pemerintah asing, dan organisasi internasional yang sedang menyusun aturan mengenai kecerdasan buatan.

Kesimpulan

Xi Jinping dijadwalkan menghadiri pembukaan World Artificial Intelligence Conference 2026 di Shanghai pada 17 Juli 2026.

Presiden China tersebut akan menyampaikan visi negaranya mengenai pengembangan dan tata kelola kecerdasan buatan.

Kehadiran Xi memperlihatkan bahwa AI menjadi bagian penting dari strategi ekonomi, industri, dan diplomasi China.

Konferensi tersebut juga akan menjadi panggung bagi perusahaan China untuk menunjukkan perkembangan teknologi dalam negeri, termasuk sistem komputasi terbaru Huawei.

Pidato Xi Jinping diperkirakan memberikan gambaran lebih jelas mengenai ambisi China dalam membentuk aturan dan kerja sama AI global di tengah persaingan teknologi dengan Amerika Serikat.

FAQ Xi Jinping dan WAIC 2026

Apa berita terbaru Xi Jinping?

Berita terbaru Xi Jinping adalah rencananya menghadiri pembukaan WAIC 2026 dan menyampaikan pidato mengenai kebijakan serta tata kelola kecerdasan buatan.

Kapan Xi Jinping menghadiri WAIC 2026?

Xi Jinping dijadwalkan menghadiri pembukaan WAIC 2026 pada Jumat, 17 Juli 2026.

Di mana WAIC 2026 diselenggarakan?

WAIC 2026 diselenggarakan di Shanghai, China, pada 17–20 Juli 2026.

Apa yang akan dibahas Xi Jinping?

Xi Jinping akan menjelaskan kebijakan, posisi, visi, dan usulan China mengenai pengembangan serta tata kelola AI.

Apa tema WAIC 2026?

Tema WAIC 2026 adalah “Intelligent Partners, Co-create the Future”.

Apa teknologi baru yang diperkenalkan Huawei?

Huawei dijadwalkan memperkenalkan Atlas 950 SuperPoD, yaitu sistem komputasi besar yang menggunakan ribuan prosesor AI Ascend.

Mengapa WAIC 2026 penting?

WAIC 2026 penting karena mempertemukan pemerintah, perusahaan, akademisi, dan pakar untuk membahas perkembangan, peluang, risiko, serta tata kelola AI dunia.

Follow Sosial Media Redaksiku : FacebookInstagramTiktokXYoutubePinterest

Penulis : Redaksiku

Editor : Redaksiku

Sumber Berita: Kementerian Luar Negeri China, situs resmi WAIC, dan Reuters.

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Claude AI Viral di Dunia Teknologi, Kenapa Banyak Perusahaan Mulai Menggunakannya?
NCT Haechan Resmi Jadi Wajah Kopi Kenangan, Cuplikan BTS Bikin Penggemar Antusias
Harga BBM Pertamina Hari Ini Berubah? Ini Daftar Harga Pertamax, Dexlite, dan Pertalite Terbaru
Pancana Rawan Laka, Satlantas Barru Pasang Spanduk
Iran vs AS Memanas, Dugaan Serangan ke Pangkalan Militer Amerika di UEA Jadi Sorotan
Cara Mengambil Keuntungan 10-20% dari Penjualan Produk
Drone Rusia Hantam Gudang Amunisi Ukraina, 37 Orang Tewas dalam Ledakan Besar di Kyiv
Telkomsel Bukan Lagi Sekadar Operator Seluler, Ini Strategi Besarnya di Era Digital

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 16:53 WIB

Claude AI Viral di Dunia Teknologi, Kenapa Banyak Perusahaan Mulai Menggunakannya?

Selasa, 1 September 2026 - 11:02 WIB

Harga BBM Pertamina Hari Ini Berubah? Ini Daftar Harga Pertamax, Dexlite, dan Pertalite Terbaru

Selasa, 1 September 2026 - 08:48 WIB

Pancana Rawan Laka, Satlantas Barru Pasang Spanduk

Senin, 31 Agustus 2026 - 15:24 WIB

Iran vs AS Memanas, Dugaan Serangan ke Pangkalan Militer Amerika di UEA Jadi Sorotan

Senin, 31 Agustus 2026 - 13:50 WIB

Cara Mengambil Keuntungan 10-20% dari Penjualan Produk

Berita Terbaru