Viral! Pernyataan Menag soal Profesi Guru Picu Polemik, Nasaruddin Umar: Tidak Ada Niat Sedikit pun untuk Merendahkan

- Penulis

Jumat, 5 September 2025 - 13:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pernyataan Menag Nasaruddin Umar soal profesi guru menuai kritik, ini klarifikasi dan permintaan maafnya. (Foto: Kemenag)

Pernyataan Menag Nasaruddin Umar soal profesi guru menuai kritik, ini klarifikasi dan permintaan maafnya. (Foto: Kemenag)

Kontroversi pernyataan Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar soal profesi guru mendadak viral setelah potongan video dirinya tersebar luas di media sosial.

Pernyataan tersebut dianggap sebagian pihak menyinggung profesi guru hingga memicu gelombang kritik dari berbagai kalangan masyarakat, khususnya para tenaga pendidik.

Banyak guru merasa tersinggung karena potongan pernyataan itu dinilai merendahkan martabat mereka sebagai garda terdepan dalam mencetak generasi bangsa.

Meski demikian, Menag Nasaruddin Umar kemudian menyadari bahwa ucapannya menimbulkan tafsir keliru yang menyinggung hati para guru.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagai bentuk tanggung jawab, Menag pun memberikan klarifikasi resmi sekaligus permintaan maaf kepada seluruh guru di Indonesia.

Klarifikasi Menag Nasaruddin Umar soal Kontroversi Guru

Viral! Pernyataan Menag soal Profesi Guru Picu Polemik, Nasaruddin Umar: Tidak Ada Niat Sedikit pun untuk Merendahkan
Viral! Pernyataan Menag soal Profesi Guru Picu Polemik, Nasaruddin Umar: Tidak Ada Niat Sedikit pun untuk Merendahkan

Dalam pernyataan resminya, Menag Nasaruddin Umar menegaskan bahwa tidak pernah ada niat sedikit pun untuk merendahkan profesi guru.

Ia menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya karena potongan ucapannya telah menimbulkan salah tafsir dan melukai perasaan sebagian guru.

Menurutnya, guru justru merupakan profesi yang sangat mulia karena melalui ketulusan hati para guru lah generasi bangsa ditempa dan dididik.

Menag juga menambahkan bahwa dirinya sebenarnya adalah seorang guru yang telah mengabdikan puluhan tahun hidupnya di ruang kelas, mendidik mahasiswa, membimbing, serta menulis karya akademik.

Dengan pengalaman itu, ia mengaku sangat memahami bahwa di balik kemuliaan profesi guru terdapat kebutuhan mendesak terkait kesejahteraan yang harus terus diperjuangkan.

Respon Publik atas Kontroversi Pernyataan Menag

Kontroversi pernyataan Menag langsung memicu gelombang reaksi di ruang publik, terutama di media sosial tempat potongan video tersebut beredar luas.

Banyak warganet menyoroti cara penyampaian Menag yang dianggap kurang tepat sehingga membuka ruang tafsir berbeda yang merugikan profesi guru.

Sejumlah organisasi guru juga sempat menyuarakan keberatan mereka dan mendesak pemerintah lebih peka terhadap kesejahteraan tenaga pendidik.

Meski demikian, setelah klarifikasi disampaikan, sebagian besar pihak mulai menerima permintaan maaf tersebut, apalagi Menag menegaskan komitmen kuat untuk memperjuangkan kesejahteraan guru.

Hal ini menunjukkan bahwa komunikasi pejabat publik memiliki peran besar dalam menjaga kepercayaan masyarakat, terutama dari kalangan guru yang selama ini menuntut perhatian serius.

Komitmen Pemerintah Tingkatkan Kesejahteraan Guru

Kontroversi pernyataan Nasarudin Umar kemudian beralih menjadi momentum bagi pemerintah untuk kembali menegaskan komitmen nyata dalam meningkatkan kesejahteraan guru.

Ia mengungkapkan bahwa tahun 2025 sebanyak 227.147 guru non-PNS telah menerima kenaikan tunjangan profesi dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta per bulan.

Selain itu, pemerintah juga memperluas program Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang tahun ini diikuti lebih dari 206 ribu guru, melonjak 700 persen dibanding tahun sebelumnya.

PPG bukan hanya sekadar pelatihan, melainkan syarat utama agar guru bisa memperoleh Tunjangan Profesi Guru (TPG) yang lebih layak.

Dalam tiga tahun terakhir, Kementerian Agama juga berhasil mengangkat 52 ribu guru honorer menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), sebagai bukti langkah nyata memperjuangkan masa depan tenaga pendidik.

Menag Tekankan Martabat Guru sebagai Panggilan Jiwa

Dalam penutup klarifikasinya, Menteri Agama Nasaruddin Umar kembali menegaskan bahwa profesi guru bukan sekadar pekerjaan biasa, melainkan panggilan jiwa yang penuh kemuliaan.

Guru memiliki tanggung jawab besar bukan hanya mentransfer ilmu, tetapi juga membentuk akhlak dan karakter generasi bangsa.

Karena itu, negara wajib hadir memberikan perhatian penuh agar martabat guru tetap terjaga dan kesejahteraannya meningkat dari waktu ke waktu.

Menag mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga martabat guru karena dari tangan merekalah masa depan bangsa Indonesia lahir dan tumbuh.

Dengan sikap terbuka, klarifikasi jelas, serta langkah nyata memperjuangkan kesejahteraan guru, kontroversi pernyataan Menag akhirnya menjadi titik balik untuk memperkuat kembali posisi guru sebagai pilar utama pendidikan nasional.

Namun, di tengah permintaan maaf yang disampaikan Menteri Agama, sejumlah asosiasi guru tetap menekankan agar pemerintah lebih berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan publik.

Mereka menilai klarifikasi saja tidak cukup, melainkan harus diikuti langkah nyata yang benar-benar dirasakan oleh para pendidik di lapangan.

Pada akhirnya, kontroversi ini membuka ruang refleksi bersama tentang bagaimana bangsa memperlakukan guru, bukan sekadar dalam retorika, melainkan dalam kebijakan nyata.***

Follow Sosial Media Redaksiku : FacebookInstagramTiktokXYoutubePinterest

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Santri Keracunan MBG Sidoarjo, Pemerintah Investigasi Penyebab dan Keamanan Makanan
Jadwal Tayang My Bias, My Boss Lengkap Episode 1-12 dan Sinopsisnya
Waspada! Modus Ganjal ATM Mengincar Nasabah, Polisi Amankan 53 Kartu Palsu di Jakarta Barat
Kasus Kebakaran Hutan dan Lahan Meningkat, 89 Orang Jadi Tersangka
Audi Marissa Ajukan Gugatan Cerai terhadap Anthony Xie, Publik Kaget dengan Kabar Ini
Ruben Onsu Terbuka soal Masalah Rp3,5 M, Pilih Jual Aset untuk Lunasi Kewajiban
Proyek Mandek, Utang Warung Ikut Nyangkut. Ada-Ada Saja!
Baru Diresmikan, Jembatan Pongpet Pangandaran Rusak Saat Bupati dan Warga Melintas

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 16:26 WIB

Santri Keracunan MBG Sidoarjo, Pemerintah Investigasi Penyebab dan Keamanan Makanan

Rabu, 2 September 2026 - 13:55 WIB

Jadwal Tayang My Bias, My Boss Lengkap Episode 1-12 dan Sinopsisnya

Rabu, 2 September 2026 - 13:46 WIB

Waspada! Modus Ganjal ATM Mengincar Nasabah, Polisi Amankan 53 Kartu Palsu di Jakarta Barat

Selasa, 1 September 2026 - 13:31 WIB

Kasus Kebakaran Hutan dan Lahan Meningkat, 89 Orang Jadi Tersangka

Selasa, 1 September 2026 - 12:48 WIB

Audi Marissa Ajukan Gugatan Cerai terhadap Anthony Xie, Publik Kaget dengan Kabar Ini

Berita Terbaru