Viral Pabrik Nyamuk Wolbachia “Bill Gates” nyatanya terdapat di Amerika

- Penulis

Minggu, 17 Maret 2024 - 03:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Viral Pabrik Nyamuk Wolbachia

Viral Pabrik Nyamuk Wolbachia "Bill Gates" nyatanya terdapat di Amerika

Redaksiku.com – Belakangan penduduk sedang dihebohkan dengan isu bahaya nyamuk Wolbachia atau nyamnuk Bill Gates.

Klaim di tempat sosial menyatakan bahwa penyebaran nyamuk Wolbachia merupakan misi Bill Gates untuk membentuk genetik LGBT.

Pakar kesegaran IDI, Profesor Zubairi Djoerban, ikut menanggapi kabar penyebaran nyamuk Bill Gates di Indonesia.

Dia menyatakan bahwa nyamuk yang bernama Wolbachia merupakan sebuah proyek yang dikembangkan oleh World Mosquito Program (WMP) yaitu perusahaan punya Monash University.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Mungkin sebab proyek ini memperoleh bantuan dari Bill & Melinda Gates Foundation, maka banyak dikenal sebagai nyamuk Bill Gates,” kata Prof Zubairi dikutip dari account tempat sosial X miliknya @ProfesorZubairi, Jumat (17/11/2023).

Viral Pabrik Nyamuk Wolbachia "Bill Gates" nyatanya terdapat di Amerika
Viral Pabrik Nyamuk Wolbachia “Bill Gates” nyatanya terdapat di Amerika

Tapi jauh sebelum saat isu ini muncul, The New York Times secara terang-terangan pernah menulis berkenaan nyamuk Wolbachia ini, apalagi memberikan informasi mengenai pabriknya.

Dalam ulasan yang ditulis pda 29 September 2023 lalu, pabrik nyamuk Wolbachia berlokasi di sebuah laboratorium di pusat kota Medellín, Kolombia.

“Ini adalah pabrik nyamuk. Setiap minggunya, kota ini menghasilkan lebih dari 30 juta nyamuk Aedes aegypti dewasa, dengan bintik-bintik putih khas di kaki hitamnya yang kurus. Induk betina diberi makan dari sumbangan bank darah yang dibuang, dan darah kuda. Pada akhirnya, beberapa keturunan mereka bakal dilepaskan ke Medellín, Cali dan kota-kota besar dan kecil di lembah sungai hijau Kolombia. Serangga lain bakal kedinginan sampai pingsan di dalam perjalanan ke Honduras,” bunyi info ulasan The New York Times tersebut.

Penggambaran yang berbeda

Berbeda dengan isu yang berkembang akhir-akhir ini, The New York Times melukiskan nyamuk Wolbachia dengan langkah yang berbeda.

Bukannya berbahaya, nyamuk Wolbachia malah diakui sebagai “penyelamat”.

Hal selanjutnya wajar sebab nyamuk Wolbachia ini dibuat untuk mematikan vorus aedes aegypti yang telah banyak menelan korban sejak pernah kala.

“Upaya rumit ini merupakan bagian dari percobaan yang menghasilkan kemajuan mengasyikkan di dalam perjuangan jangka panjang melawan penyakit yang ditularkan oleh nyamuk,” tulis mereka.

Aedes aegypti menyebarkan arbovirus, juga demam berdarah dan demam kuning, yang dapat memicu penyakit kronis atau membunuh orang.

Tapi nyamuk Wolbachia diakui sebagai nyamuk Aedes aegyptis yang istimewa sebab mereka dapat mempunyai sejenis bakteri yang dapat menetralisir virus mematikan tersebut.

Ya, alih-alih membunuh nyamuk Aedes aegyptis dengan pestisida yang merusak lingkungan, ilmuwan mengambil keputusan untuk “melucuti senjata mereka”.

Jadi meskipun nyamuk Aedes aegypti mengingit manusia, tetapi mereka yang digigit tak bakal mengalami penyakit demam berdarah yang mematikan seperti sebelumnya.

Wolbachia disebut menjadi counter dari virus yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti ini.

Meski para ilmuwan tahun bahwa Wolbachia dapat turunkan penyebaran demam berdarah, tetapi Wolbachia tidak secara alami ditemukan pada nyamuk Aedes aegypti. Para peneliti sesudah itu memasukkan bakteri ke di dalam telur nyamuk dengan mengfungsikan jarum suntik yang amat kecil. Nyamuk yang tumbuh dari telur selanjutnya terinfeksi. Nyamuk Aedes aegypti yang menetas dan hidup dengan Wolbachia baik-baik saja. Dan seperti yang diharapkan, Wolbachia dapat memblokir beberapa besar virus yang memicu DBD. Hal ini memicu para peneliti berpikir jika mereka dapat menginfeksi seluruh nyamuk di desa atau kota, mereka barangkali dapat menghentikan penyakit tersebut. Berbeda dengan insektisida yang disemprotkan ke tiap-tiap jalan dan mengalir ke proses air, metode ini tidak bakal merusak ekosistem. Hal yang mirip disampaikan oleh Prof Zubairi yang juga menyatakan bahwa tujuan dikembangkannya proyek ini adalah untuk turunkan penyebaran Demam Berdarah (DBD), demam kuning, dan chikungunya.

“Bakteri Wolbachia ini dapat melumpuhkan virus dengeu yang terkandung di dalam nyamuk aedes aegypti. Gampangnya, ini seperti vaksin, tetapi yang divaksin itu nyamuknya supaya tidak menyebarkan virus ke manusia,” jelasnya. Di Indonesia sendiri, nyamuk Wolbachia telah disebar, tepatnya di Yogyakarta. Setelah diteliti oleh UGM, hasilnya mengejutkan, masalah DBD pada daerah yang diteliti mengalami penurunan sampai 77%. Begitu pun dengan presentase pasien yang dirawat di RS, turun sampai 86%.

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hamidah Rachmayanti Ceritakan Putri dan Suami Nyaris Terseret Ombak di Bali
Ternyata Ini Alasan Kepala Badan Gizi Nasional Nanik Deyang Mengundurkan Diri
Berita Terbaru BGN: Kepala Mundur di Tengah Pemangkasan Anggaran dan Evaluasi Program MBG
Irigasi Rusak, Petani di Barru Terancam Gagal Panen, Firdaus Permadi: Jangan Cuma Janji!
Penipuan Daring Makin Marak, OJK Catat Lebih dari 608 Ribu Kasus
Aturan Baru! WNA yang Ingin Jadi WNI Wajib Bayar Rp75 Juta untuk Naturalisasi
Wah, Ternyata! Penimbunan Solar Subsidi di Barru Berujung Penjara
Contoh Laporan MPLS Terbaru 2026 yang Lengkap dan Praktis, Bisa Dijadikan Referensi
Diskusi Pembaca

Jadilah yang pertama berkomentar

Bagikan tanggapan Anda secara santun. Komentar yang relevan membuat diskusi lebih bermanfaat.

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Redaksiku.com
Alamat : STC SENAYAN LT.4 ROOM 31-34 Jl. Asia Afrika , Pintu IX Senayan, RT.1/RW.3, Gelora, Kecamatan Tanah Abang, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10270
Email : redaksiku.official@gmail.com