Ridwan Kamil Diduga Samarkan Aset Mewah, KPK Sita Moge dan Mercedes Benz 280 SL dalam Kasus Korupsi Iklan Bank BJB

- Penulis

Sabtu, 26 Juli 2025 - 20:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ridwan Kamil diduga sembunyikan aset lewat pegawai, KPK sita moge dan Mercy dari rumah pribadinya. (Foto: jabarprov.go.id)

Ridwan Kamil diduga sembunyikan aset lewat pegawai, KPK sita moge dan Mercy dari rumah pribadinya. (Foto: jabarprov.go.id)

Ridwan Kamil kembali menjadi sorotan publik setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap dugaan penyamaran aset yang melibatkan dirinya dalam kasus korupsi.

Dugaan ini mencuat setelah penyidik menemukan sejumlah kendaraan mewah yang diduga milik Ridwan Kamil, namun tidak terdaftar atas nama pribadinya.

Publik dikejutkan oleh temuan moge dan mobil Mercedes yang disita dari rumah mantan Gubernur Jawa Barat tersebut.

KPK menduga bahwa kendaraan-kendaraan ini sengaja diatasnamakan ajudan dan pegawai untuk menyamarkan kepemilikan sebenarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Temuan tersebut muncul dalam proses penyidikan kasus korupsi terkait proyek pengadaan iklan Bank BJB yang berlangsung pada periode 2021 hingga 2023.

Hingga saat ini, Ridwan Kamil belum diperiksa secara langsung oleh KPK karena penyidik masih menelusuri keterkaitan antara aset dan kepemilikan resminya.

Dugaan Penyamaran Aset dan Penelusuran Awal KPK

Ridwan Kamil diduga sembunyikan aset lewat pegawai, KPK sita moge dan Mercy dari rumah pribadinya. (Foto: jabarprov.go.id)
Ridwan Kamil Diduga Samarkan Aset Mewah, KPK Sita Moge dan Mercedes Benz 280 SL dalam Kasus Korupsi Iklan Bank BJB

Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menjelaskan bahwa pihaknya menduga adanya upaya penyamaran kepemilikan aset oleh Ridwan Kamil melalui orang-orang terdekatnya.

Menurutnya, beberapa kendaraan mewah yang disita saat penggeledahan tidak tercatat atas nama mantan Gubernur Jabar tersebut.

Penyidik menemukan bahwa kendaraan-kendaraan itu menggunakan nama ajudan atau pegawai dari lingkungan dekat Ridwan Kamil.

“Kalau tidak salah itu ajudan atau pegawainya. Beberapa kendaraan atas nama mereka,” ujar Asep kepada wartawan pada Jumat, 25 Juli 2025, di Jakarta.

Ia menambahkan bahwa Ridwan Kamil belum diperiksa secara langsung karena penyidik sedang fokus menelusuri aliran kepemilikan dan dokumen-dokumen pendukung lainnya.

Langkah ini bertujuan memastikan bahwa penelusuran aset berjalan akurat sebelum meminta klarifikasi dari pihak terkait.

Barang Bukti yang Disita dari Rumah Ridwan Kamil

Penggeledahan yang dilakukan di rumah pribadi Ridwan Kamil pada 10 Maret 2025 menghasilkan sejumlah barang bukti penting.

Di antara aset yang disita adalah satu unit motor gede (moge) merek Royal Enfield dan satu unit mobil Mercedes Benz 280 SL.

Kedua kendaraan tersebut dinilai bernilai tinggi dan dianggap tidak sesuai dengan profil kekayaan yang telah dilaporkan oleh Ridwan Kamil sebelumnya.

KPK mencurigai bahwa kendaraan tersebut sengaja diatasnamakan pihak lain untuk menghindari pelaporan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).

Dalam kasus seperti ini, penyamaran aset menjadi salah satu modus umum dalam praktik korupsi tingkat tinggi.

Penyidik akan mendalami jalur pembelian, pembayaran, serta kemungkinan penggunaan dana nonformal dalam proses pengadaan kendaraan.

Kasus Korupsi Iklan Bank BJB Jadi Fokus Utama

Dugaan keterlibatan Ridwan Kamil ini bermula dari penyidikan kasus korupsi proyek pengadaan iklan Bank BJB yang berlangsung selama masa jabatannya sebagai Gubernur.

KPK menduga telah terjadi penggelembungan anggaran dalam proyek tersebut, dengan skema dana yang mengalir ke sejumlah pihak tidak sah.

Dalam beberapa laporan awal, proyek iklan ini menghabiskan dana yang tidak sebanding dengan output yang dihasilkan.

KPK menduga adanya kerja sama antara pejabat internal dan pihak swasta dalam memuluskan pencairan dana yang mencurigakan.

Ridwan Kamil disebut sebagai pihak yang berpotensi mengetahui dan menyetujui struktur proyek tersebut selama masa pelaksanaannya.

Meski demikian, belum ada pernyataan resmi dari Ridwan Kamil terkait keterlibatannya dalam proyek iklan tersebut.

Proses Penyidikan dan Rencana Pemanggilan KPK

KPK memastikan akan terus menggali informasi dari para saksi yang mengetahui struktur proyek dan alur dana terkait kasus ini.

Beberapa nama yang telah dipanggil adalah staf internal Bank BJB, tim pengadaan iklan, dan pihak dari biro komunikasi Pemprov Jabar.

Pemanggilan terhadap Ridwan Kamil akan dilakukan setelah proses pengumpulan data dan verifikasi aset selesai.

Masih dalam tahap penelusuran dokumen dan bukti, nanti kalau waktunya pas, pasti kami panggil, ungkap Asep Guntur.

Selain itu, KPK juga memeriksa beberapa transaksi mencurigakan dari rekening pihak ketiga yang diduga menerima aliran dana dari proyek iklan tersebut.

Penelusuran digital forensik dan audit eksternal pun sedang dilakukan untuk memperkuat pembuktian.

Respons Publik dan Spekulasi Politik

Kasus ini memicu berbagai reaksi dari masyarakat, khususnya di media sosial yang membicarakan kredibilitas Ridwan Kamil sebagai tokoh publik.

Sebagai salah satu tokoh politik nasional yang populer, nama Ridwan Kamil sering masuk dalam bursa calon pemimpin nasional.

Namun dugaan korupsi dan penyamaran aset ini dinilai dapat mengganggu citra bersih dan modern yang selama ini melekat padanya.

Banyak pengamat menilai bahwa kasus ini bisa berdampak besar terhadap posisi politik Ridwan Kamil menjelang tahun pemilu.

Beberapa pengamat juga menyarankan agar proses hukum berjalan transparan agar tidak digunakan sebagai alat politik praktis.

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lengkap! Jadwal Kapal Kalabahi Tual Juli 2026 Beserta Harga Tiket dan Rute Transitnya
Viral! NPD World Tour 2026 Umumkan Rangkaian Tur Konser Terunik, Ini Jadwal dan Daftar Lokasinya
Mau ke Jakarta Fair Kemayoran? Ini Tips Datang ke PRJ agar Kunjungan Lebih Nyaman dan Seru
Jampidsus Mengundurkan Diri, Febrie Tinggalkan Jabatan
Bupati Sukoharjo Etik Suryani Terjaring OTT KPK, Dugaan Pemerasan Jadi Sorotan
Kejagung Jadi Sorotan, Hormati Penyidikan Polri dan Minta Publik Tak Berspekulasi
Kepolisian Daerah Jawa Tengah Perkuat Profesionalisme dan Pelayanan Publik
Rachmat Gobel Wafat, NasDem dan Dunia Politik Berduka Kehilangan Tokoh Gorontalo

Berita Terkait

Sabtu, 11 Juli 2026 - 19:19 WIB

Lengkap! Jadwal Kapal Kalabahi Tual Juli 2026 Beserta Harga Tiket dan Rute Transitnya

Sabtu, 11 Juli 2026 - 18:53 WIB

Viral! NPD World Tour 2026 Umumkan Rangkaian Tur Konser Terunik, Ini Jadwal dan Daftar Lokasinya

Sabtu, 11 Juli 2026 - 18:38 WIB

Mau ke Jakarta Fair Kemayoran? Ini Tips Datang ke PRJ agar Kunjungan Lebih Nyaman dan Seru

Sabtu, 11 Juli 2026 - 08:57 WIB

Jampidsus Mengundurkan Diri, Febrie Tinggalkan Jabatan

Jumat, 10 Juli 2026 - 20:05 WIB

Bupati Sukoharjo Etik Suryani Terjaring OTT KPK, Dugaan Pemerasan Jadi Sorotan

Berita Terbaru

Tabel Pinjaman KUR BRI 2026, Cicilan Rp5–500 Juta

Keuangan

Tabel Pinjaman KUR BRI 2026, Cicilan Rp5–500 Juta

Sabtu, 11 Jul 2026 - 12:17 WIB