Ramai Kecaman ke Gubernur Jawa Timur, Dugaan Pungli Sekolah dan Kekecewaan Soal Pajak Jadi Sorotan

- Penulis

Senin, 2 Juni 2025 - 19:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur dikritik netizen soal pungli sekolah dan pemutihan pajak, dibandingkan dengan Dedi Mulyadi. (Foto: Biro Adpim Setdaprov Jatim)

Gubernur Jawa Timur dikritik netizen soal pungli sekolah dan pemutihan pajak, dibandingkan dengan Dedi Mulyadi. (Foto: Biro Adpim Setdaprov Jatim)

Gubernur Jawa Timur sedang jadi perbincangan hangat setelah munculnya kritik tajam dari warganet di media sosial.

Keluhan mereka ramai dibahas di grup Facebook Ning Khofifah Gubernur Jatim yang sebelumnya dikenal sebagai ruang dukungan.

Kini, grup itu justru dipenuhi protes yang menyentuh berbagai aspek kebijakan daerah.

Sebagian besar kritik mengarah pada isu pungutan liar di sekolah dan perbandingan gaya kepemimpinan dengan Gubernur Jawa Barat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gubernur Jawa Timur Dikecam karena Dugaan Pungli Sekolah Negeri

Gubernur Jawa Timur dikritik netizen soal pungli sekolah dan pemutihan pajak, dibandingkan dengan Dedi Mulyadi. (Foto: Biro Adpim Setdaprov Jatim)
Ramai Kecaman ke Gubernur Jawa Timur, Dugaan Pungli Sekolah dan Kekecewaan Soal Pajak Jadi Sorotan

Beberapa anggota grup secara terbuka menyuarakan kekesalannya terhadap praktik pungutan liar di sekolah negeri di Jawa Timur.

Seorang pengguna Facebook menulis tegas, Tolong, Bu Khofifah, tegaslah dalam memimpin. SMPN dan SMAN di Jatim banyak punglinya, contoh tuh Gubernur Jabar.

Komentar itu diunggah pada 1 April 2025 dan mendapat banyak dukungan dari anggota grup lain yang menyatakan pengalaman serupa.

Mereka mengaku dipungut biaya dengan dalih sumbangan sukarela, padahal kenyataannya sifatnya memaksa.

Keluhan itu bukan hanya satu-dua, melainkan sudah menjadi diskusi panjang di kolom komentar.

Netizen meminta Gubernur Jawa Timur untuk tidak menutup mata terhadap persoalan yang menyangkut dunia pendidikan ini.

Menurut mereka, peran gubernur sangat penting dalam memastikan sekolah negeri bebas dari tekanan biaya tambahan.

Jika tidak segera ditindak, mereka khawatir budaya pungli akan dianggap hal yang biasa di lingkungan pendidikan.

Sikap diam dari pemerintah provinsi dianggap sebagai bentuk pembiaran terhadap praktik-praktik yang merugikan rakyat kecil.

Beberapa warga bahkan menyarankan agar Khofifah meniru pendekatan tegas yang dilakukan gubernur di daerah lain.

Gubernur Jawa Timur Dibandingkan dengan Dedi Mulyadi Soal Pajak Kendaraan

Kritik tidak berhenti pada urusan pendidikan saja, kebijakan soal pemutihan pajak kendaraan juga memicu kekecewaan.

Warganet membandingkan Gubernur Jawa Timur dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang dianggap lebih proaktif.

Dalam sebuah video yang diunggah ke grup pada 27 Maret 2025, seorang pria menyampaikan keluhannya secara langsung.

Asalamualaikum, Ibu Khofifah, Emil Dardak, ojo ngumpet wae. Dedi Mulyadi bisa, kowe gubernur yo musti iso, katanya dengan nada kesal.

Ungkapan itu bukan sekadar ekspresi emosi, melainkan gambaran nyata frustrasi masyarakat terhadap kebijakan Pemprov Jatim.

Gubernur Jawa Barat dianggap mampu menghapus denda dan memberikan keringanan pajak secara menyeluruh.

Sementara di Jawa Timur, banyak warga menunggu kebijakan serupa namun tak kunjung datang.

Mereka merasa diperlakukan tidak adil dan menyayangkan lambatnya respons dari Gubernur Jawa Timur.

Beberapa pengguna bahkan menuliskan bahwa selama ini mereka menanti pemutihan pajak, tapi justru merasa diabaikan.

Kebijakan sosial yang seharusnya meringankan rakyat justru terasa berat karena ketidakhadiran keberpihakan dari pemerintah daerah.

Harapan dan Tuntutan Masyarakat terhadap Gubernur Jawa Timur

Kemarahan warganet yang terekam dalam unggahan-unggahan itu bukan tanpa sebab, mereka merasa hak suara mereka tidak didengar.

Banyak dari mereka adalah konstituen yang dahulu mendukung Gubernur Jawa Timur, namun kini kecewa berat.

Jangan hanya diam di balik kursi kekuasaan. Turun ke lapangan, lihat sendiri bagaimana rakyat berjuang, tulis salah satu komentar lainnya.

Menurut mereka, pemimpin yang baik bukan hanya bekerja di atas kertas, tapi juga mendengar langsung keluhan warganya.

Respons lambat terhadap isu-isu rakyat dianggap mencerminkan jarak antara pemerintah dan masyarakat.

Dalam situasi ekonomi yang tidak menentu, masyarakat sangat berharap adanya kebijakan yang berpihak dan nyata manfaatnya.

Oleh karena itu, para pengguna media sosial tidak sekadar mengkritik, mereka juga memberikan masukan dan tuntutan konkret.

Mereka ingin Gubernur Jawa Timur lebih cepat bergerak, bersikap terbuka terhadap kritik, dan memperbaiki komunikasi publik.

Kritik yang muncul terhadap Gubernur Jawa Timur adalah refleksi dari meningkatnya harapan rakyat terhadap pemimpin daerah.

Mulai dari pungli di sekolah hingga ketidakjelasan soal pemutihan pajak, semua jadi bukti bahwa rakyat butuh kejelasan dan ketegasan.

Jika Gubernur Jawa Timur mampu menjawab dengan tindakan nyata, maka kepercayaan publik bisa kembali pulih.

Namun jika terus menghindar dan tidak memberikan respons, rasa kecewa itu bisa berubah menjadi ketidakpercayaan permanen.

Kepemimpinan bukan hanya soal jabatan, tapi soal keberanian mendengar dan menyelesaikan persoalan rakyat. Ke depan, Gubernur Jawa Timur diharapkan tidak hanya fokus pada pencitraan, tetapi juga menyelesaikan masalah yang nyata dirasakan warga.

Kritik keras dari masyarakat seharusnya menjadi alarm bahwa perubahan harus segera dilakukan demi menjaga kepercayaan publik.

Tindakan nyata jauh lebih penting daripada seribu janji, terutama saat rakyat sudah bersuara secara langsung dan terbuka.***

Follow Sosial Media Redaksiku : FacebookInstagramTiktokXYoutubePinterest

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

LRT Kelapa Gading Manggarai Resmi Disiapkan, Cek Rute, Tarif, dan Jam Operasionalnya
“Apa Kamu Lihat?” Berujung Pukulan, Polisi Tangkap Pria di Barru
Wow! 24 Proyek Parepare Masuk Catatan BPK, Ada Rp445 Juta
Ausbildung Jerman 2026: Cek Syarat, Gaji, Visa, dan Cara Mendaftarnya
WHV Australia 2026 Dibuka dengan Sistem Baru, Ini Syarat dan Persiapan Penting untuk WNI
Apakah September 2026 Ada Tanggal Merah dan Libur Nasional? Cari Tahu di Sini ‎
Wanita Mabuk Pengemudi Outlander Maut Jadi Sorotan, Keluarga Korban Minta Keadilan
Eugene Panji Meninggal Dunia, Dunia Perfilman Indonesia Kehilangan Sineas Kreatif

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 13:21 WIB

LRT Kelapa Gading Manggarai Resmi Disiapkan, Cek Rute, Tarif, dan Jam Operasionalnya

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:26 WIB

“Apa Kamu Lihat?” Berujung Pukulan, Polisi Tangkap Pria di Barru

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:10 WIB

Wow! 24 Proyek Parepare Masuk Catatan BPK, Ada Rp445 Juta

Jumat, 28 Agustus 2026 - 19:33 WIB

Ausbildung Jerman 2026: Cek Syarat, Gaji, Visa, dan Cara Mendaftarnya

Jumat, 28 Agustus 2026 - 15:19 WIB

WHV Australia 2026 Dibuka dengan Sistem Baru, Ini Syarat dan Persiapan Penting untuk WNI

Berita Terbaru

Foto: AI ilustrasi proyek infrastruktur di Kota Parepare yang disorot BPK, nilainya Rp445 juta.

Viral

Wow! 24 Proyek Parepare Masuk Catatan BPK, Ada Rp445 Juta

Sabtu, 29 Agu 2026 - 12:10 WIB