Valentine selalu identik dengan hadiah romantis dan hadiah mewah, tapi bagaimana jika dilihat dari perspektif Islam? Terungkap fakta-fakta menarik tentang bagaimana islam memandang kasih sayang sejatiâ⚬€yang bukan sekadar bunga dan cokelat, tapi nilai cinta yang halal dan bermakna.
Lantas, apakah benar Islam melarang valentine seperti yang biasa dilakukan di Barat?
Sering nggak sih anak-anak Muslim sejak kecil sudah mendengar kalau Valentine itu dilarang? Banyak yang cuma tahu sekadar larangan tanpa penjelasan kenapa atau bagaimana seharusnya mengekspresikan kasih sayang secara halal.
Padahal, Islam sebenarnya tidak melarang cinta atau kasih sayangâ⚬€yang ditekankan adalah cara mengekspresikannya sesuai syariat, supaya tetap bermakna dan bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sejarah Valentine
Salah satu versi sejarah Valentineâ⚬➢s Day yang paling populer berkaitan dengan Santo Valentine, seorang pendeta di Roma pada abad ke-3. Pada masa pemerintahan Kaisar Claudius II, prajurit dilarang menikah karena dianggap dapat melemahkan loyalitas mereka terhadap negara.
Santo Valentine menentang kebijakan tersebut dengan menikahkan pasangan muda secara diam-diam. Akibat tindakannya, ia dipenjara dan dijatuhi hukuman mati pada 14 Februari. Pengorbanannya inilah yang kemudian menjadikan tanggal tersebut sebagai simbol cinta dan kesetiaan.
Menurut legenda, sebelum wafat, Santo Valentine menulis surat kepada seorang gadis dan menandatanganinya dengan kalimat â⚬ÅFrom your Valentineâ⚬Â, yang kini dikenal sebagai awal tradisi kartu Valentine.
Perspektif Islam Tentang Kasih Sayang
Dalam Islam, kasih sayang (rahmah) adalah fondasi utama ajaran, mencakup cinta kepada Allah, sesama manusia (pasangan, keluarga, teman), dan lingkungan. Ini bukan hanya emosi, tetapi tindakan nyata menolong dan menghormati.
Dalil-dalil kasih sayang di islam :
â⚬¢ Kasih sayang terhadap sesama (hadis)
Penulis : Safitri Devi
Halaman : 1 2 Selanjutnya







Jadilah yang pertama berkomentar
Bagikan tanggapan Anda secara santun. Komentar yang relevan membuat diskusi lebih bermanfaat.