Polemik Kuota Tambahan Siswa di Jabar: Gubernur Dedi Mulyadi Bikin Gempar, MKKS SMK Pangandaran Angkat Bicara

- Penulis

Rabu, 9 Juli 2025 - 19:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Polemik Kuota Tambahan Siswa di Jabar: Gubernur Dedi Mulyadi Bikin Gempar, MKKS SMK Pangandaran Angkat Bicara

Polemik Kuota Tambahan Siswa di Jabar: Gubernur Dedi Mulyadi Bikin Gempar, MKKS SMK Pangandaran Angkat Bicara

Redaksiku.com – Baru-baru ini, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, nge-lempar kebijakan kontroversial soal penambahan kuota siswa SMK sebanyak 50 siswa per sekolah.

Tujuannya keren, sihmendorong lebih banyak anak lanjut sekolah dan mencegah anak putus sekolah lewat program PAPS (Pencegahan Anak Putus Sekolah). Tapi, dari teori ke praktik tuh beda banget. Banyak sekolah yang bingung gimana cara implementasinya.

Makanya, seluruh kepala sekolah SMK (baik negeri maupun swasta) di Kabupaten Pangandaran langsung ngumpul di SMKN 1 Kalipucang pada Selasa, 8 Juli 2025, lewat rapat koordinasi yang digagas oleh MKKS SMK Pangandaran.

œ… Niatnya Bagus, Tujuan Mulia

Menurut Ketua MKKS Pangandaran, Drs. Ngadino Riadi, M.Pd., secara prinsip kebijakan Gubernur ini punya misi positif banget. Kan Gubernur pengen supaya anak-anak Jabar paling nggak bisa nyelesaikan pendidikan hingga SLTA, katanya seperti yang diungkap di akhir rapat, Rabu, 9 Juli 2025.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Data anak yang masuk kategori PAPS ini diambil dari dapodik nasional, bukan data asal sekolah. Misalnya di Kecamatan Padaherang, tercatat 122 anak berpotensi jadi PAPS.

📊 Realita di Lapangan: Banyak Sudah Terdaftar

Ternyata 98 di antaranya udah masuk sekolah favorit mereka, lanjut Ngadino. Artinya, hanya sisa 24 anak yang memang belum kepegang jalur sekolah.

Jadi fokusnya bukan naikin 50 siswa seenak jidat, tapi memastikan sisa puluhan anak ini dapet akses ke sekolahapapun pilihan jalurnya: negeri atau swasta.

Gak mesti ngerekrut 50 siswa baru, tapi kita kawal terus PAPS ini supaya keberadaan mereka tercatat dan tetep lanjut sekolah, tegasnya.

🧭 Bukan Wajib 50, Tapi Pendampingan yang Utama

Ini bagian yang sering disalah-fahamkan: penambahan kuota bukan berarti semua sekolah wajib nerima 50 siswa baru. Sistemnya lebih fleksibel:

  1. Siswa tetap bebas pilih sekolah, nggak ada paksaan.

  2. Peran SMK negeri penting untuk ngawal agar anak-anak PAPS bisa lanjutjangan sampai mereka hilang begitu aja.

  3. Kalau akhirnya milih sekolah swasta, tetap dipantau dan datanya masuk sistem.

Proses ini butuh koordinasi terus-terusan sama sekolah tujuan, biar datanya nggak ilang, tambah Ngadino saat sesi tanya-jawab.

Polemik Kuota Tambahan Siswa di Jabar: Gubernur Dedi Mulyadi Bikin Gempar, MKKS SMK Pangandaran Angkat Bicara
Polemik Kuota Tambahan Siswa di Jabar: Gubernur Dedi Mulyadi Bikin Gempar, MKKS SMK Pangandaran Angkat Bicara

🎯 Tantangan: Jurusan yang Sesuai Minat

Masalah teknis muncul ketika siswa yang masuk PAPS ini belum tentu punya minat di jurusan yang tersedia di satu sekolah.

Contohnya nih:

  • Kalau semua jurusan yang tersedia otomotif, tapi siswa PAPS suka bidang TKJ (Teknik Komputer & Jaringan), ujung-ujungnya malah dropout atau pindah lagi.

  • Atau sebaliknya, siswa jurusan pertanian malah nyangkut di akuntansi.

Itu kenapa MKKS Pangandaran langsung bikin rencana:

  1. Survey minat dan bakat siswa PAPS sebelum penempatan.

  2. Koordinasi dengan sekolah-sekolah tujuan biar tempat belajar sesuai jurusan.

  3. Pantau evaluasi awal, misalnya tes minat, wawancara motivasi, sampai proses adaptasi di sekolah baru.

👫 Gak Harus NegeriAsal Pendidikan Tetap Jalan

Yang paling penting dari semua ini adalah anak-anak tetep sekolah, tegas Ngadino. Karena universal, pendidikan itu hak, bukan privilege.

Kalau sekolah negeri penuh, ya pindah ke swasta juga oke. Tapi sistem tetap harus kontrol:

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menjelang Libur Sekolah, Ini Rekomendasi Aktivitas Seru Mengisi Liburan Bareng Si Kecil
Hari Pertama MPLS 2026 Resmi Dimulai, Kemendikdasmen Pastikan Sekolah Aman dan Nyaman, Ini Aturan Terbarunya
Inspiratif! Contoh Motivasi Masuk Sekolah untuk MPLS 2026 yang Singkat dan Bermakna
Apa Saja Kegiatan MPLS 2026? Ini Rangkaian Acaranya dari Hari Pertama hingga Penutupan
Resmi! Jadwal MPLS 2026 untuk SD SMP SMA SMK dan Aturan Pelaksanaannya
Polres dan Forkopimda Barru Kompak Bentengi Pelajar dari Narkoba
Tim LONTARA SMKN 3 Soppeng Menuju Nasional, Selamat dan Sukses!
Heboh! 5 Fakta Prabowo Beri Alat Drumben SDN Sukabumi
Diskusi Pembaca

Jadilah yang pertama berkomentar

Bagikan tanggapan Anda secara santun. Komentar yang relevan membuat diskusi lebih bermanfaat.

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 13:55 WIB

Menjelang Libur Sekolah, Ini Rekomendasi Aktivitas Seru Mengisi Liburan Bareng Si Kecil

Senin, 13 Juli 2026 - 13:34 WIB

Hari Pertama MPLS 2026 Resmi Dimulai, Kemendikdasmen Pastikan Sekolah Aman dan Nyaman, Ini Aturan Terbarunya

Minggu, 12 Juli 2026 - 19:44 WIB

Inspiratif! Contoh Motivasi Masuk Sekolah untuk MPLS 2026 yang Singkat dan Bermakna

Minggu, 12 Juli 2026 - 19:37 WIB

Apa Saja Kegiatan MPLS 2026? Ini Rangkaian Acaranya dari Hari Pertama hingga Penutupan

Minggu, 12 Juli 2026 - 18:04 WIB

Resmi! Jadwal MPLS 2026 untuk SD SMP SMA SMK dan Aturan Pelaksanaannya

Berita Terbaru