Temuan 7 Mayat Mengapung di Kali Bekasi Gegerkan Publik, Ini Hasil Pemeriksaan Polisi yang Mengejutkan

- Penulis

Senin, 23 September 2024 - 20:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim Gabungan mengevakuasi tujuh mayat mengapung di kali Bekasi. (Foto: Dok. Basarnas)

Tim Gabungan mengevakuasi tujuh mayat mengapung di kali Bekasi. (Foto: Dok. Basarnas)

Penemuan tujuh mayat mengapung di Kali Bekasi membuat geger warga sekitar.

Jasad-jasad tersebut ditemukan di kawasan Jatiasih, Kota Bekasi, dan langsung mengundang perhatian masyarakat serta pihak berwenang.

Hingga kini, kejadian ini terus diselidiki oleh pihak kepolisian.

Pada saat penemuan tepatnya hari Minggu kemarin, warga yang berada di sekitar lokasi langsung melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tim gabungan dari Polri, TNI, SAR, dan BPBD Bekasi segera dikerahkan untuk melakukan penyisiran di lokasi penemuan.

Tim Gabungan mengevakuasi tujuh mayat mengapung di kali Bekasi. (Foto: Dok. Basarnas)
Temuan 7 Mayat Mengapung di Kali Bekasi Gegerkan Publik, Ini Hasil Pemeriksaan Polisi yang Mengejutkan

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Karyoto, mengungkapkan bahwa sehari sebelum penemuan mayat, pihak kepolisian telah menangkap 18 orang remaja yang diduga akan melakukan aksi tawuran.

Dari penangkapan tersebut, tiga orang telah ditetapkan sebagai tersangka karena kedapatan membawa senjata tajam.

Hasil Pemeriksaan Polisi Terkait 7 Mayat Mengapung di Kali Bekasi

Pihak kepolisian hingga saat ini belum bisa memastikan apakah ketujuh jasad yang ditemukan di Kali Bekasi merupakan bagian dari kelompok yang hendak melakukan tawuran.

Irjen Pol Karyoto menegaskan bahwa proses penyelidikan masih berlangsung untuk mengumpulkan bukti-bukti yang lebih jelas.

“Memang pada saat ini saya tidak bisa menyimpulkan apa-apa, karena berbagai macam keterangan sudah kita kumpulkan. Namun, informasi sementara menunjukkan bahwa korban adalah salah satu dari mereka yang terlibat dalam kejadian tawuran pada malam sebelumnya,” ungkap Karyoto di lokasi penemuan mayat, dikutip pada Senin, 23 September 2024.

Menurut Karyoto, kelompok remaja tersebut panik saat melihat patroli polisi di sekitar lokasi.

Beberapa dari mereka memilih melarikan diri dengan menyeburkan diri ke sungai. Hal inilah yang masih didalami oleh pihak kepolisian untuk mengetahui lebih lanjut bagaimana kejadian sebenarnya terjadi.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Wira Satya Triputra, menambahkan bahwa dari hasil pemeriksaan awal terhadap ketujuh jenazah, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh para korban.

Identifikasi Jasad: Tantangan Besar bagi Tim Forensik

Proses identifikasi terhadap ketujuh jenazah yang ditemukan di Kali Bekasi masih berlangsung hingga saat ini.

Hasil pemeriksaan sementara dari Rumah Sakit Polri Kramat Jati menyebutkan bahwa tidak ada luka terbuka ataupun patah tulang pada tubuh korban.

Kombes Wira Satya mengungkapkan bahwa fakta sementara menunjukkan bahwa para korban memang melompat ke dalam kali.

Namun, pihaknya belum bisa memberikan kesimpulan lebih lanjut terkait dengan kronologi lengkap peristiwa ini.

“Memang faktanya loncat, tetapi kita masih mendalami lebih lanjut mengenai detail kejadian tersebut,” jelas Wira.

Dalam proses identifikasi, beberapa dari jenazah tersebut belum dapat diidentifikasi secara lengkap.

Hingga kini, baru lima keluarga yang melaporkan kehilangan anggota keluarga mereka, sementara identitas dua jenazah lainnya masih belum terverifikasi.

Penyisiran Kali Bekasi: Upaya Mencari Korban Lain

Pihak kepolisian dan tim gabungan terus melakukan penyisiran di lokasi Kali Bekasi untuk memastikan tidak ada korban lain yang tertinggal.

Proses penyisiran dipimpin oleh Kapolsek Jatiasih, Kompol Danu Mega Winanto, bersama Kepala Kantor SAR Jakarta dan Danramil Jatiasih.

Penyisiran dilakukan mulai dari lokasi awal penemuan di Perumahan Pondok Gede Permai (PGP) hingga ke belakang Perumahan Kemang Pratama, Bekasi.

Tim menggunakan empat perahu karet untuk menyisir sungai dari pukul 13.00 hingga 17.00 WIB. Namun, dari hasil penyisiran ulang, tidak ditemukan jasad korban lain selain tujuh remaja yang sudah dievakuasi.

Kapolsek Jatiasih, Kompol Danu Mega, juga menegaskan bahwa kegiatan penyisiran ini dilakukan untuk memastikan kebenaran dari berbagai berita simpang siur yang beredar di media sosial.

“Kegiatan penyisiran ini untuk memastikan bahwa tidak ada korban lain selain yang telah ditemukan, dan untuk menjawab berbagai kabar simpang siur yang beredar,” ujarnya.

Pemeriksaan Anggota Patroli Perintis Presisi Polres Metro Bekasi Kota

Seiring dengan penyelidikan penemuan mayat ini, sembilan anggota Tim Patroli Perintis Presisi (TP3) Polres Metro Bekasi Kota juga diperiksa oleh Propam Polda Metro Jaya.

Pemeriksaan ini dilakukan untuk mendalami bagaimana proses patroli dilakukan hingga berujung pada temuan tujuh mayat tersebut.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, menjelaskan bahwa anggota TP3 sedang melakukan patroli siber saat mereka menemukan remaja yang diduga hendak tawuran.

Pemeriksaan ini masih berlanjut untuk mengetahui apakah ada kesalahan prosedur atau pelanggaran yang dilakukan oleh anggota patroli.

“Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui bagaimana proses patroli hingga pengecekan TKP dilakukan. Kami juga mendalami apakah ada kesalahan dalam pelaksanaan SOP di lapangan,” ungkap Ade Ary.

Hingga saat ini, identifikasi tujuh jenazah tersebut masih belum sepenuhnya selesai.

Pihak Rumah Sakit Polri Kramat Jati menyatakan bahwa mereka masih membutuhkan data tambahan untuk memastikan identitas para korban.

Kombes Hery Wijatmoko dari RS Polri menjelaskan bahwa lima keluarga telah melapor kehilangan anggota keluarga, namun masih ada korban yang belum diidentifikasi.

“Kami masih memerlukan data-data tambahan untuk memastikan identitas para korban secara akurat,” ujar Hery.

Proses penyelidikan kasus ini masih terus berjalan, dan pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk melapor jika ada yang merasa kehilangan anggota keluarga.

Dengan terus dikumpulkannya bukti dan data yang lebih mendalam, diharapkan misteri penemuan tujuh mayat ini segera terungkap.

Follow Sosial Media Redaksiku : FacebookInstagramTiktokXYoutubePinterest

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Viral Kupas Bawang Rp700 Ribu, Ternyata Ada Perbedaan Tiga Nol
Promo HokBen Spesial 17 Agustus 2026, Ada Bento 17 hingga Paket Hemat Rame-rame ‎
Daftar Lengkap 76 Nama Anggota Paskibraka 2026, Siap Bertugas pada Upacara 17 Agustus
Upah Buruh Kupas Bawang Rp700 Ribu Jadi Sorotan, Ini Fakta Upah Sebenarnya di Indonesia
Puan Buka Fakta Terbaru Terkait RUU Perampasan Aset, Kapan Akan Disahkan?
Putri Juficha Meninggal Dunia di Usia 26 Tahun, Tepat di Hari Ulang Tahunnya
Siswa SMK di Kupang Tusuk Guru Saat Tidur, Ini Motif yang Diungkap Polisi
Timeline LPDP Batch 2 2026 Lengkap, Catat Semua Tahap Seleksi agar Tidak Terlewat

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 11:27 WIB

Viral Kupas Bawang Rp700 Ribu, Ternyata Ada Perbedaan Tiga Nol

Minggu, 16 Agustus 2026 - 20:51 WIB

Daftar Lengkap 76 Nama Anggota Paskibraka 2026, Siap Bertugas pada Upacara 17 Agustus

Minggu, 16 Agustus 2026 - 13:36 WIB

Upah Buruh Kupas Bawang Rp700 Ribu Jadi Sorotan, Ini Fakta Upah Sebenarnya di Indonesia

Minggu, 16 Agustus 2026 - 13:19 WIB

Puan Buka Fakta Terbaru Terkait RUU Perampasan Aset, Kapan Akan Disahkan?

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 10:11 WIB

Putri Juficha Meninggal Dunia di Usia 26 Tahun, Tepat di Hari Ulang Tahunnya

Berita Terbaru

Polres Barru bersama Badan Pangan Nasional, Bulog, pemerintah daerah, TNI, dan stakeholder terkait mengecek kualitas serta kuantitas.

Internasional

Beras Bantuan di Gudang Bulog Dicek, Ini yang Dipastikan Polisi

Selasa, 18 Agu 2026 - 15:14 WIB