Heboh Penjualan Gading Gajah Senilai Rp2,3 Miliar Melalui Live TikTok, Bareskrim Polri Ringkus Pelaku

- Penulis

Senin, 26 Mei 2025 - 19:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bareskrim Polri bongkar perdagangan ilegal gading gajah di Sukabumi dan Jakarta, sita barang bukti bernilai miliaran. (Foto: Dok. Humas Polri)

Bareskrim Polri bongkar perdagangan ilegal gading gajah di Sukabumi dan Jakarta, sita barang bukti bernilai miliaran. (Foto: Dok. Humas Polri)

Bareskrim Polri berhasil mengungkap jaringan penyelundupan dan penjualan ilegal gading gajah yang menjadi salah satu bagian penting dari tubuh satwa yang dilindungi ini.

Operasi dilakukan di dua wilayah berbeda, yaitu Sukabumi dan Jakarta Selatan, dan melibatkan empat orang pelaku dengan sejumlah barang bukti mencengangkan.

Kasus ini menambah deretan pelanggaran serius terhadap konservasi alam yang kini makin marak dilakukan melalui media sosial dan platform digital.

Fakta Penyelundupan Gading Gajah yang Dibongkar Polri

Bareskrim Polri bongkar perdagangan ilegal gading gajah di Sukabumi dan Jakarta, sita barang bukti bernilai miliaran. (Foto: Dok. Humas Polri)
Heboh Penjualan Gading Gajah Senilai Rp2,3 Miliar Melalui Live TikTok, Bareskrim Polri Ringkus Pelaku

Kasus penyelundupan gading gajah yang berhasil dibongkar oleh Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri bermula dari kegiatan patroli siber yang rutin dilakukan oleh Tim Subdit I Tipidter.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Melalui patroli ini, tim menemukan sejumlah akun media sosial yang dengan terang-terangan memasarkan bagian tubuh satwa dilindungi, khususnya gading gajah, kepada para kolektor domestik.

Hasil pendalaman dari temuan awal ini mengarah kepada seorang pelaku berinisial R (47), yang kemudian ditangkap di wilayah Sukabumi, Jawa Barat, pada 8 Mei 2024.

Dari tangan R, polisi menyita empat buah gading gajah dengan total berat mencapai 6,26 kilogram, yang disimpan dalam kondisi utuh dan siap jual.

Tidak berselang lama, penyelidikan berlanjut ke wilayah Jakarta Selatan, di mana pelaku kedua berinisial N (40) berhasil diamankan di sebuah rumah kos kawasan Tebet pada 14 Mei 2024.

Bersama N, petugas menemukan tiga buah gading gajah tambahan dengan berat total 6,73 kilogram, serta satu unit ponsel yang diduga digunakan untuk melakukan transaksi perdagangan ilegal.

Dari hasil penyidikan, diketahui bahwa kedua pelaku bukan bagian dari sindikat perdagangan satwa internasional, melainkan beroperasi secara independen menggunakan platform digital sebagai sarana jual beli.

Mereka diduga membeli gading dari jaringan lokal dan menjual kembali kepada konsumen yang tertarik, terutama para kolektor barang-barang eksotis dan langka.

Dengan jumlah barang bukti mencapai hampir 13 kilogram dari dua pelaku awal ini, aparat kemudian memperluas penyelidikan untuk menelusuri mata rantai jaringan perdagangan yang lebih besar.

Operasi Lanjutan dan Penangkapan Live TikTok

Pengungkapan jaringan ini tak berhenti sampai di situ. Pada 20 Mei 2025, tim Tipidter kembali melakukan penindakan di lokasi yang berbeda.

Dua pelaku lain, yakni IR (55) dan EF (53), ditangkap di kediaman IR di kawasan Cibeureum Permai, Sukabumi, saat sedang melakukan siaran langsung melalui aplikasi TikTok.

Dalam siaran langsung tersebut, IR memperlihatkan dan menawarkan pipa rokok yang diduga kuat terbuat dari gading gajah, sebuah metode promosi yang menarik perhatian penyidik karena sangat terbuka dan berani.

Dari lokasi tersebut, petugas berhasil mengamankan 178 buah pipa rokok serta delapan buah gading gajah dalam kondisi utuh, yang semuanya disimpan dengan rapi dalam rumah pelaku.

Masih pada hari yang sama, penangkapan lain dilakukan terhadap tersangka SS (46) di wilayah Ciaul Pasir, Sukabumi, di mana petugas mendapati 135 buah pipa rokok serupa yang diduga berbahan gading gajah.

Selain itu, aparat juga berhasil meringkus JF (44) di kawasan Menteng Dalam, Jakarta Selatan, dengan barang bukti berupa sepuluh patung ukiran, tujuh gelang, tujuh pipa rokok tambahan, serta satu kepala gesper bermotif singasemuanya diduga kuat berasal dari gading gajah.

Barang-barang tersebut telah diolah dengan sangat rapi dan bernilai tinggi secara estetika, menjadikannya menarik bagi pasar gelap kolektor barang antik dan kerajinan tangan.

Penangkapan ini menunjukkan bahwa pelaku memanfaatkan berbagai metode, termasuk penjualan daring dan produksi barang seni, untuk menyamarkan asal-usul barang dari satwa dilindungi.

Kerugian Ekologis dan Nilai Ekonomi Perdagangan Gading Gajah

Dalam konferensi pers yang digelar di Bareskrim Polri, Brigjen Pol Nunung Syaifuddin menegaskan bahwa kerugian ekologis akibat perdagangan gading gajah jauh lebih besar daripada nilai ekonomi yang dihasilkan.

Meski nilai pasar dari seluruh barang bukti yang diamankan diperkirakan mencapai Rp2,38 miliar, menurut perhitungan sementara yang merujuk pada informasi dari Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Jakarta, dampak terhadap ekosistem sangat signifikan.

Perburuan gajah untuk diambil gadingnya merupakan ancaman serius bagi populasi satwa ini, terutama karena proses regenerasi gajah yang lambat membuat setiap kematian akibat perburuan ilegal sangat krusial terhadap kelangsungan spesies.

Nunung juga menyatakan bahwa aksi semacam ini mencederai komitmen Indonesia terhadap perlindungan biodiversitas global dan merusak citra bangsa dalam upaya konservasi lingkungan.

Selain mengancam keanekaragaman hayati, perburuan dan perdagangan bagian tubuh satwa dilindungi juga memperparah konflik antara manusia dan satwa liar, terutama di wilayah habitat alami seperti Sumatra dan Kalimantan.

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Viral! Kasus Pembobolan Bank Jambi Rugikan Nasabah hingga Rp144,82 Miliar, Jaringan Siber Internasional Mulai Terbongkar
Kabar Terbaru Betrand Peto, Isu Laporan Polisi Dibantah
Jangan Lewatkan! Jadwal AVC Boys U18 2026 Hari Ini 16 Juli 2026, Duel Penentu Menuju Semifinal
Heboh! Presiden FIFA Dilaporkan ke IOC usai Dugaan Intervensi Donald Trump, Kasus Folarin Balogun Jadi Sorotan
Top Skor Piala Dunia 2026 Terbaru, Persaingan Golden Boot Semakin Sengit
PKL Parepare Protes, Minta Aturan Berlaku untuk Semua
Jadwal Kapal Pelni Rute Surabaya Kalabahi Juli 2026, Simak Jadwal, Harga Tiket, dan Rutenya
Pesawat Ryanair Mendarat Darurat, Jendela Kabin Lepas

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 06:20 WIB

Viral! Kasus Pembobolan Bank Jambi Rugikan Nasabah hingga Rp144,82 Miliar, Jaringan Siber Internasional Mulai Terbongkar

Rabu, 15 Juli 2026 - 22:03 WIB

Kabar Terbaru Betrand Peto, Isu Laporan Polisi Dibantah

Rabu, 15 Juli 2026 - 19:12 WIB

Jangan Lewatkan! Jadwal AVC Boys U18 2026 Hari Ini 16 Juli 2026, Duel Penentu Menuju Semifinal

Rabu, 15 Juli 2026 - 19:08 WIB

Heboh! Presiden FIFA Dilaporkan ke IOC usai Dugaan Intervensi Donald Trump, Kasus Folarin Balogun Jadi Sorotan

Rabu, 15 Juli 2026 - 08:48 WIB

Top Skor Piala Dunia 2026 Terbaru, Persaingan Golden Boot Semakin Sengit

Berita Terbaru

Cara Daftar SIAPkerja Kemnaker 2026 untuk Magang Nasional

Lowongan Kerja

Cara Daftar SIAPkerja Kemnaker 2026 untuk Magang Nasional

Rabu, 15 Jul 2026 - 23:02 WIB

Jokowi Safari ke NTT Akhir Juli 2026, PSI Siapkan Agenda

Politik

Jokowi Safari ke NTT Akhir Juli 2026, PSI Siapkan Agenda

Rabu, 15 Jul 2026 - 22:57 WIB

Nasaruddin Umar Dorong Harmoni Lewat Rukun Festival 2026

Politik

Nasaruddin Umar Dorong Harmoni Lewat Rukun Festival 2026

Rabu, 15 Jul 2026 - 22:48 WIB