Heboh Lagi! Ditemukan Ulat di Menu MBG Bangkalan, Pihak Dapur Klarifikasi: Jenisnya Aman Dikonsumsi dan Kaya Protein

- Penulis

Jumat, 31 Oktober 2025 - 13:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Heboh Lagi! Ditemukan Ulat di Menu MBG Bangkalan, Pihak Dapur Klarifikasi: Jenisnya Aman Dikonsumsi dan Kaya Protein

Heboh Lagi! Ditemukan Ulat di Menu MBG Bangkalan, Pihak Dapur Klarifikasi: Jenisnya Aman Dikonsumsi dan Kaya Protein

Kami belajar dari setiap kejadian. Komunikasi dan pengawasan ditingkatkan agar kasus serupa tidak terulang. Syukurlah, sekarang kualitas penyajian MBG sudah jauh lebih baik, meskipun kemarin ada dua ulat mati yang ditemukan, tambahnya.

Fokus Pemerintah pada Standar Keamanan Pangan

Program Makan Bergizi Gratis merupakan bagian dari kebijakan nasional peningkatan gizi anak sekolah yang dijalankan di berbagai daerah, termasuk Bangkalan. Tujuan utamanya adalah memastikan anak-anak mendapatkan asupan gizi seimbang agar tumbuh sehat dan berprestasi di sekolah.

Namun, penerapan di lapangan kerap menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam pengawasan kualitas makanan dan rantai distribusi bahan baku.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut data Badan Gizi Nasional (BGN), total kebutuhan dapur penyedia MBG di Kabupaten Bangkalan mencapai 93 unit dapur SPPG. Dari jumlah tersebut, 24 dapur telah beroperasi penuh, sementara 14 lainnya masih dalam tahap persiapan operasional.

Kami terus mendorong agar seluruh dapur SPPG di Bangkalan bisa beroperasi optimal. Koordinasi dengan dinas terkait dan pihak sekolah terus diperkuat, ujar Bambang menutup pernyataannya.

Pandangan Ahli: Ulat dalam Sayur Tak Selalu Berbahaya

Sejumlah ahli pangan juga turut memberikan penjelasan terkait fenomena ulat dalam bahan makanan sayur-mayur. Dosen Teknologi Pangan dari Universitas Trunojoyo Madura, Dr. Rahayu Wulandari, menjelaskan bahwa ulat daun seperti Samia Cynthia Ricini sebenarnya tidak beracun dan bahkan telah dijadikan bahan makanan di beberapa negara Asia.

Ulat ini dikenal kaya protein dan lemak sehat. Namun tentu saja, dalam konteks penyajian makanan sekolah, keberadaannya tetap tidak dapat dibenarkan karena menyangkut higienitas dan kepercayaan publik, jelasnya.

Ia menekankan pentingnya penerapan Good Hygiene Practices (GHP) di seluruh dapur penyedia MBG, mulai dari penerimaan bahan baku, proses pencucian, pengolahan, hingga penyajian.

Kualitas program seperti MBG tidak hanya diukur dari nilai gizi, tapi juga dari standar kebersihan dan keamanannya. Ini kunci untuk menjaga kepercayaan masyarakat, tambah Rahayu.

Reaksi Publik: Antara Kritik dan Dukungan

Meski viral di media sosial, banyak warga Bangkalan yang menilai bahwa insiden ini seharusnya tidak dijadikan bahan sensasi berlebihan. Beberapa warganet justru memuji transparansi pihak sekolah dan dapur MBG yang cepat memberikan klarifikasi.

Yang penting tanggap dan segera ditangani. Namanya program besar, wajar kalau masih ada kendala, tulis salah satu netizen di grup komunitas Madura Info.

Namun, sebagian lain menilai bahwa pengawasan kualitas harus lebih ketat karena menyangkut kesehatan anak-anak.

Harusnya dicek lebih detail sebelum dibagikan. Anak-anak sekolah tidak bisa jadi korban uji coba, tulis komentar lain.

Evaluasi dan Harapan ke Depan

Kasus ini menjadi cerminan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, sekolah, penyedia jasa dapur, dan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan program MBG.

Pemerintah Kabupaten Bangkalan berkomitmen untuk terus memperbaiki sistem pengawasan dan pelaporan, termasuk penggunaan teknologi digital untuk melacak rantai distribusi bahan makanan. Dengan langkah-langkah perbaikan yang berkelanjutan, diharapkan Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga menjadi model keberhasilan di bidang ketahanan pangan sekolah.

Harapan kami, MBG Bangkalan bisa menjadi contoh bagaimana program sosial bisa terus ditingkatkan kualitasnya. Kami ingin anak-anak menikmati makanan yang sehat, aman, dan bergizi, pungkas Bambang.

Ikuti berita viral dari Redaksiku di Follow Sosial Media Redaksiku : FacebookInstagramTiktokXYoutubePinterest

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hamidah Rachmayanti Ceritakan Putri dan Suami Nyaris Terseret Ombak di Bali
Ternyata Ini Alasan Kepala Badan Gizi Nasional Nanik Deyang Mengundurkan Diri
Berita Terbaru BGN: Kepala Mundur di Tengah Pemangkasan Anggaran dan Evaluasi Program MBG
Irigasi Rusak, Petani di Barru Terancam Gagal Panen, Firdaus Permadi: Jangan Cuma Janji!
Penipuan Daring Makin Marak, OJK Catat Lebih dari 608 Ribu Kasus
Aturan Baru! WNA yang Ingin Jadi WNI Wajib Bayar Rp75 Juta untuk Naturalisasi
Wah, Ternyata! Penimbunan Solar Subsidi di Barru Berujung Penjara
Contoh Laporan MPLS Terbaru 2026 yang Lengkap dan Praktis, Bisa Dijadikan Referensi
Diskusi Pembaca

Jadilah yang pertama berkomentar

Bagikan tanggapan Anda secara santun. Komentar yang relevan membuat diskusi lebih bermanfaat.

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 12:40 WIB

Hamidah Rachmayanti Ceritakan Putri dan Suami Nyaris Terseret Ombak di Bali

Rabu, 22 Juli 2026 - 09:38 WIB

Ternyata Ini Alasan Kepala Badan Gizi Nasional Nanik Deyang Mengundurkan Diri

Rabu, 22 Juli 2026 - 08:25 WIB

Berita Terbaru BGN: Kepala Mundur di Tengah Pemangkasan Anggaran dan Evaluasi Program MBG

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:31 WIB

Irigasi Rusak, Petani di Barru Terancam Gagal Panen, Firdaus Permadi: Jangan Cuma Janji!

Selasa, 21 Juli 2026 - 12:15 WIB

Penipuan Daring Makin Marak, OJK Catat Lebih dari 608 Ribu Kasus

Berita Terbaru