Redaksiku.com – Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) secara resmi mengumumkan hasil studi Programme for International Student Assessment atau yang lebih dikenal sebagai PISA 2025 pada tanggal 8 September 2026. Laporan terbaru ini membawa angin segar bagi dunia pendidikan tanah air karena Indonesia tercatat berhasil mendongkrak posisinya pada dua indikator penting, yakni kemampuan membaca dan sains.
Pencapaian ini tentu menjadi salah satu tolok ukur yang dinantikan oleh para pengamat pendidikan dan pemangku kebijakan. Penilaian berkala ini tidak hanya sekadar mencari angka statistik, melainkan memotret sejauh mana sistem pendidikan nasional mampu membekali generasi muda dengan kompetensi dasar yang relevan dengan tantangan zaman di tingkat global.
Mengenal Metodologi Penilaian PISA
Bagi yang belum tahu, PISA merupakan survei skala internasional yang diselenggarakan setiap tiga tahun sekali oleh OECD. Fokus utama dari riset ini adalah mengukur sejauh mana siswa berusia 15 tahun telah menguasai keterampilan esensial yang krusial untuk berpartisipasi penuh dalam masyarakat modern.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ada tiga bidang utama yang secara tradisional menjadi pilar pengujian dalam survei ini, yaitu literasi membaca, kemampuan matematika, dan literasi sains. Namun, ada pembaruan yang sangat menarik dalam edisi terbaru kali ini karena penyelenggara mulai memasukkan dimensi baru yang sangat menentukan masa depan siswa.
Edisi PISA tahun ini untuk pertama kalinya menguji kemampuan pembelajaran dunia digital serta kompetensi komputasi para pelajar.
Penambahan materi uji digital ini dinilai sangat tepat mengingat lanskap teknologi yang berkembang dengan kecepatan luar biasa. Siswa masa kini dituntut tidak hanya pandai membaca buku teks secara konvensional, tetapi juga harus mampu bern kritis dan menyaring informasi yang mereka temui di ruang digital.
Dinamika Global dan Posisi Indonesia
Secara keseluruhan, pelaksanaan survei PISA edisi 2025 ini melibatkan partisipasi aktif dari 91 negara di berbagai belahan dunia. Angka partisipasi yang masif ini menunjukkan betapa pentingnya data asesmen tersebut bagi masing-masing negara untuk mengevaluasi kualitas kurikulum dan metode pengajaran yang diterapkan di ruang kelas.
Negara tetangga kita, Singapura, sekali lagi membuktikan dominasi akademisnya dengan berhasil menduduki posisi puncak secara keseluruhan dalam pemeringkatan global tersebut. Berdasarkan data yang dihimpun, proses pengambilan sampel di negara tersebut melibatkan tidak kurang dari 6.551 siswa yang tersebar secara merata di 157 institusi pendidikan.
Keberhasilan Singapura ini sering kali dijadikan studi kasus oleh berbagai negara untuk melihat bagaimana strategi pengajaran yang berfokus pada pemahaman konsep mendalam dapat membuahkan hasil yang luar biasa. Sementara itu, kenaikan peringkat yang diraih oleh Indonesia menunjukkan adanya tren perbaikan yang konsisten dalam proses pembelajaran, meskipun tantangan pemerataan mutu pendidikan di berbagai daerah masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama.
Pertanyaan Umum
Apa itu PISA dan siapa yang menyelenggarakannya?
PISA adalah program evaluasi skala internasional yang diselenggarakan secara berkala setiap tiga tahun oleh OECD guna mengukur kemampuan akademik siswa usia 15 tahun.
Kapan hasil terbaru asesmen ini diumumkan?
Hasil resmi untuk edisi PISA terbaru telah diumumkan ke publik pada tanggal 8 September 2026 yang lalu.
Apa saja bidang yang diuji dalam studi internasional ini?
Ujian ini mencakup bidang kemampuan membaca, matematika, sains, serta tambahan materi baru mengenai kemampuan komputasi dan literasi digital.
Ringkasan
Hasil PISA 2025 yang diumumkan OECD pada 8 September 2026 menunjukkan bahwa peringkat Indonesia mengalami kenaikan pada indikator kemampuan membaca dan sains.
Survei internasional yang diikuti 91 negara ini mengevaluasi siswa usia 15 tahun dalam bidang membaca, matematika, sains, serta tambahan materi literasi digital dan komputasi.






