Satgas Operasi Damai Cartenz 2025 berhasil menggagalkan penyelundupan senjata api dan amunisi yang diduga kuat akan dikirimkan kepada Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Puncak Jaya.
Operasi ini membuktikan bahwa upaya kelompok bersenjata untuk memperkuat persenjataannya masih terus terjadi.
Penangkapan ini juga menjadi bukti keseriusan aparat keamanan dalam menjaga stabilitas di Papua.
Berdasarkan hasil pemantauan intelijen sejak awal Maret 2025, diketahui bahwa ada pergerakan senjata dari Jayapura menuju Puncak Jaya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Operasi pun dilakukan, hingga akhirnya seorang tersangka utama bernama Yuni Enumbi berhasil diamankan.
Selain itu, dua orang lainnya yang berperan sebagai sopir dan helper lajuran juga ikut diamankan untuk diperiksa lebih lanjut.
Penangkapan Jaringan Penyelundupan Senjata ke KKB Puncak Jaya

Pada 6 Maret 2025, tim Satgas Operasi Damai Cartenz 2025 berhasil mencegat dan menangkap Yuni Enumbi di KM 76, Kabupaten Keerom.
Selain Yuni, dua orang lainnya yang turut diamankan adalah Yudhi Kalalo selaku sopir lajuran dan Matius Payokwa sebagai helper lajuran.
Dari hasil penggeledahan, polisi menemukan berbagai jenis senjata api, amunisi, dan perlengkapan lainnya yang diduga kuat akan dikirimkan kepada KKB di Puncak Jaya.
Penyelundupan senjata ke KKB Puncak Jaya ini pun berhasil digagalkan berkat kerja sama antara intelijen dan tim di lapangan.
Barang Bukti Penyelundupan Senjata ke KKB Puncak Jaya
Dalam operasi ini, aparat berhasil mengamankan sejumlah barang bukti penting, di antaranya:
Senjata dan amunisi:
2 pucuk senjata laras panjang yang belum terangkai.
4 pucuk pistol G2 Pindad.
632 butir amunisi kaliber 5,56 mm.
250 butir amunisi kaliber 9 mm.
1 pucuk senapan angin beserta perlengkapannya.
Barang lainnya:
1 unit air compressor bertuliskan United Waran Biru yang diduga sebagai tempat penyimpanan senjata.
1 unit handphone Vivo Y19S.
1 buah pompa dan 1 tas angin.
Beberapa tas berisi identitas diri serta kartu ATM.
Uang tunai:
Rp369.600.000 yang diduga terkait transaksi jual beli senjata ilegal.
Pengakuan Tersangka dan Penyelidikan Lanjutan
Dalam pemeriksaan awal, Yuni Enumbi mengakui bahwa senjata tersebut dibeli dari luar Papua dengan harga Rp1,3 miliar. Senjata ini rencananya akan disalurkan kepada KKB di Puncak Jaya untuk memperkuat persenjataan mereka. Sementara itu, sopir dan helper yang ikut diamankan mengklaim tidak mengetahui isi muatan yang mereka bawa.
Penyelidikan lebih lanjut masih terus dilakukan untuk menelusuri jaringan pemasok senjata ini. Polisi menduga masih ada pihak lain yang terlibat dalam penyelundupan senjata ke KKB Puncak Jaya.
Pernyataan Resmi Satgas Operasi Damai Cartenz 2025
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2025, Kombes Pol Yusuf Sutejo, menegaskan bahwa operasi ini bukan akhir dari penyelidikan. Pihaknya akan terus mengembangkan kasus ini untuk mengungkap seluruh jaringan yang terlibat dalam penyelundupan senjata ke KKB Puncak Jaya.
“Keberhasilan ini adalah langkah awal dalam mengungkap jaringan pemasok senjata ilegal ke KKB. Kami akan terus bekerja untuk memberantas peredaran senjata ilegal di Papua,” ujar Kombes Yusuf pada Minggu, 9 Maret 2025.
Sementara itu, Kepala Operasi Damai Cartenz 2025, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, memberikan apresiasi kepada seluruh tim yang telah bekerja keras dalam operasi ini.
“Alhamdulillah, kami berhasil menggagalkan upaya penyelundupan senjata yang sangat berbahaya ini. Ini membuktikan bahwa kami tidak akan memberi ruang bagi kelompok bersenjata untuk memperoleh senjata ilegal,” tegasnya.
Upaya Mencegah Penyelundupan Senjata ke KKB Puncak Jaya
Keberhasilan Satgas Operasi Damai Cartenz 2025 dalam menggagalkan penyelundupan senjata ke KKB Puncak Jaya menjadi bukti nyata bahwa aparat keamanan terus bekerja untuk menjaga stabilitas di Papua.
Namun, aparat juga menyadari bahwa ancaman penyelundupan senjata masih terus berlangsung.
Pihak kepolisian dan TNI akan terus meningkatkan pengawasan serta memperketat jalur distribusi senjata ilegal agar tidak jatuh ke tangan kelompok kriminal bersenjata.
Dukungan dari masyarakat juga sangat diperlukan dalam memberikan informasi terkait aktivitas mencurigakan di wilayah mereka.
Dengan penggagalan penyelundupan ini, diharapkan situasi keamanan di Papua semakin kondusif, sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan tenang tanpa ancaman dari kelompok bersenjata.
Operasi seperti ini akan terus dilakukan untuk memastikan bahwa tidak ada celah bagi KKB dalam mendapatkan persenjataan ilegal.
Keberhasilan ini menunjukkan bahwa aparat keamanan tidak akan tinggal diam terhadap upaya penyelundupan senjata ke KKB Puncak Jaya.
Operasi pengamanan akan terus diperkuat demi menjaga stabilitas dan keselamatan masyarakat Papua.***
Follow Sosial Media Redaksiku : Facebook, Instagram, Tiktok, X, Youtube, Pinterest






