Dua WN China Ditolak Masuk Indonesia Usai Ketahuan Curi di Pesawat

- Penulis

Sabtu, 4 Oktober 2025 - 13:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dua WN China Ditolak Masuk Indonesia Usai Ketahuan Curi di Pesawat

Dua WN China Ditolak Masuk Indonesia Usai Ketahuan Curi di Pesawat

Redaksiku.com – Kabar mengejutkan datang dari Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten. Dua warga negara asing (WNA) asal Tiongkok berinisial JW dan BR resmi ditolak masuk ke Indonesia setelah terbukti melakukan aksi pencurian di dalam pesawat.

Kasus ini bikin publik geleng kepala karena kejadiannya berlangsung saat penerbangan masih di udarasebelum pesawat mendarat di Bandara Soetta. Meski korban tidak menempuh jalur hukum, pihak imigrasi tetap menegaskan sikap tegas: pelaku tidak boleh masuk wilayah Indonesia.

Kronologi Kejadian di Pesawat

Menurut keterangan dari Kepala Seksi Pemeriksaan I Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Soekarno-Hatta, Patuanta Agum Gumilang Rambe, peristiwa ini terjadi saat pesawat yang membawa kedua WN China tersebut sedang dalam perjalanan menuju Jakarta.

Di tengah penerbangan, kedua pelaku diduga mengambil uang tunai sebesar 750 Dollar Singapura serta tiga kartu debit milik seorang penumpang asal Malaysia. Aksi mereka terungkap setelah korban menyadari kehilangan dan melapor kepada awak kabin.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kedua pelaku mencuri uang tunai sejumlah 750 Dollar Singapura dan tiga kartu debit milik penumpang warga negara Malaysia, jelas Patuanta dalam keterangan resminya.

Penangkapan Saat Pesawat Mendarat

Begitu pesawat mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, petugas gabungan dari Polres Soetta dan Imigrasi yang sudah mendapat laporan langsung bersiap di gate kedatangan.

Saat pesawat tiba, personel Polres Soekarno-Hatta yang sudah berkoordinasi dengan imigrasi langsung menjemput dua warga negara Tiongkok itu di depan gate dan dibawa ke ruang office imigrasi untuk pemeriksaan, ujar Patuanta.

Keduanya langsung diamankan dan diperiksa di ruang khusus. Dari hasil pemeriksaan, mereka mengakui perbuatannya dan menyerahkan kembali barang-barang milik korban.

Dua WN China Ditolak Masuk Indonesia Usai Ketahuan Curi di Pesawat
Dua WN China Ditolak Masuk Indonesia Usai Ketahuan Curi di Pesawat

Korban Pilih Tidak Melanjutkan ke Jalur Hukum

Meski sempat kehilangan, penumpang asal Malaysia tersebut memilih tidak menempuh jalur hukum. Setelah barang-barang dikembalikan, korban menganggap masalah sudah selesai secara pribadi.

Namun, hal itu tidak serta-merta membuat pelaku bisa bebas masuk ke Indonesia. Pihak imigrasi tetap menilai bahwa tindakan kriminal di dalam pesawat sudah cukup menjadi alasan kuat untuk menolak kedatangan mereka.

Karena belum melewati Tempat Pemeriksaan Imigrasi, keduanya ditolak masuk ke Indonesia. Kita tolak masuk dan kita berikan cap denied entry di paspornya, tegas Patuanta.

Langsung Dipulangkan ke Negara Asal

Setelah pemeriksaan selesai, dua WN China tersebut dinyatakan persona non grata (tidak diizinkan masuk ke wilayah Indonesia). Imigrasi pun langsung memproses pemulangan mereka menggunakan maskapai Scoot Airlines TR279 dengan rute JakartaSingapura.

Karena sudah melakukan tindak pidana, mereka harus kembali ke bandara origin dengan pesawat Scoot Airlines TR279 tujuan Jakarta-Singapura, lanjut Patuanta.

Keduanya kini sudah dipulangkan dan masuk dalam daftar penumpang yang ditolak masuk (denied entry) di sistem keimigrasian Indonesia.

Langkah Tegas Imigrasi

Kasus ini memperlihatkan ketegasan pihak imigrasi Indonesia dalam menjaga keamanan nasional, terutama di pintu gerbang internasional seperti Bandara Soekarno-Hatta.

Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soetta memiliki wewenang penuh untuk menolak masuk setiap WNA yang dianggap mengancam keamanan atau melakukan tindakan melanggar hukum, bahkan sebelum mereka secara resmi melewati area pemeriksaan imigrasi.

Langkah ini sejalan dengan prinsip dasar keimigrasian bahwa izin masuk ke negara bukanlah hak, melainkan privilese (hak istimewa) yang diberikan oleh negara tujuan. Artinya, begitu seseorang terbukti melakukan pelanggaran, negara berhak penuh menolak masuk tanpa perlu menunggu proses hukum panjang.

Aksi Curi di Pesawat: Masalah Serius

Kasus pencurian di dalam pesawat sebenarnya bukan hal baru. Beberapa kali otoritas bandara di berbagai negara menemukan kasus serupa, di mana pelaku memanfaatkan momen penerbangan panjang untuk mengambil barang berharga milik penumpang lain.

Biasanya, target utama mereka adalah tas di kompartemen kabin, terutama saat penumpang sedang tertidur atau pergi ke toilet. Karena ruangan pesawat sempit dan suasananya tenang, pelaku sering mengira aksinya tidak akan terlihat.

Namun, kebanyakan maskapai kini sudah memasang CCTV di kabin atau punya prosedur kerja sama dengan aparat bandara begitu pesawat mendarat, seperti yang terjadi dalam kasus JW dan BR ini.

Dampak Sosial dan Citra WNA

Kasus seperti ini sering kali mempengaruhi persepsi masyarakat terhadap warga asing yang datang ke Indonesia. Padahal, tidak semua WNA bersikap buruk. Karena itu, langkah tegas imigrasi justru penting untuk menjaga citra positif hubungan internasional.

Dengan menolak masuk pelaku kriminal, Indonesia menunjukkan bahwa negara ini terbuka terhadap wisatawan, tapi tidak kompromi terhadap pelanggaran hukum.

Respons Publik

Berita ini langsung jadi bahan pembicaraan di media sosial. Banyak warganet yang memuji ketegasan aparat bandara dan imigrasi.

Bagus, jangan kasih masuk yang bikin onar, tulis salah satu komentar di platform X (Twitter).

Ada juga yang menilai keputusan menolak masuk sudah tepat, karena pelaku melakukan aksi kriminal bahkan sebelum resmi masuk wilayah Indonesia. Kalau dari awal udah nyolong, kebayang kalau dibiarkan masuk, tulis warganet lain.

Namun, sebagian netizen juga mengingatkan pentingnya meningkatkan pengawasan di dalam pesawat agar kasus serupa tidak terulang. Mereka berharap pihak maskapai lebih proaktif memantau aktivitas penumpang selama penerbangan.

Pesan Penting untuk Penumpang

Kasus ini juga jadi pengingat bagi semua penumpang pesawat agar lebih waspada terhadap barang bawaan pribadi. Beberapa tips sederhana bisa dilakukan untuk mencegah hal serupa:

  1. Simpan barang berharga di tas kecil yang selalu menempel di tubuh.

  2. Jangan biarkan dompet atau HP di seat pocket saat tidur.

  3. Perhatikan penumpang sekitar yang mencurigakan.

  4. Laporkan segera ke awak kabin kalau ada kejadian aneh.

Langkah kecil ini bisa sangat membantu mencegah kehilangan di tengah penerbangan.

Kesimpulan

Kasus dua WN China berinisial JW dan BR yang ditolak masuk Indonesia karena mencuri uang penumpang di pesawat jadi contoh nyata bagaimana hukum tetap berlaku bahkan sebelum seseorang menjejakkan kaki di tanah air.

Meskipun korban memutuskan tidak menuntut, Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta tetap mengambil tindakan tegas dengan menolak kedatangan mereka dan memulangkan ke negara asal.

Langkah ini menunjukkan bahwa Indonesia tidak main-main dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan integritas di pintu masuk negara. Selain itu, peristiwa ini mengingatkan semua pihak bahwa kejujuran dan etika harus tetap dijaga di mana pun beradatermasuk di udara.

 Follow Sosial Media Redaksiku : FacebookInstagramTiktokXYoutubePinterest

Penulis : Redaksiku

Editor : Redaksiku

Sumber Berita: Berbagai Sumber

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Beras Bantuan di Gudang Bulog Dicek, Ini yang Dipastikan Polisi
Viral Kupas Bawang Rp700 Ribu, Ternyata Ada Perbedaan Tiga Nol
Promo HokBen Spesial 17 Agustus 2026, Ada Bento 17 hingga Paket Hemat Rame-rame ‎
Daftar Lengkap 76 Nama Anggota Paskibraka 2026, Siap Bertugas pada Upacara 17 Agustus
Upah Buruh Kupas Bawang Rp700 Ribu Jadi Sorotan, Ini Fakta Upah Sebenarnya di Indonesia
Puan Buka Fakta Terbaru Terkait RUU Perampasan Aset, Kapan Akan Disahkan?
Meriahkan HUT RI, Kapolres Barru Kawal Konvoi Merah Putih
Putri Juficha Meninggal Dunia di Usia 26 Tahun, Tepat di Hari Ulang Tahunnya

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 15:14 WIB

Beras Bantuan di Gudang Bulog Dicek, Ini yang Dipastikan Polisi

Selasa, 18 Agustus 2026 - 11:27 WIB

Viral Kupas Bawang Rp700 Ribu, Ternyata Ada Perbedaan Tiga Nol

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:18 WIB

Promo HokBen Spesial 17 Agustus 2026, Ada Bento 17 hingga Paket Hemat Rame-rame ‎

Minggu, 16 Agustus 2026 - 20:51 WIB

Daftar Lengkap 76 Nama Anggota Paskibraka 2026, Siap Bertugas pada Upacara 17 Agustus

Minggu, 16 Agustus 2026 - 13:36 WIB

Upah Buruh Kupas Bawang Rp700 Ribu Jadi Sorotan, Ini Fakta Upah Sebenarnya di Indonesia

Berita Terbaru

SSCASN 2026 Terbaru: Cek Link Resmi Pendaftaran CPNS dan PPPK

Lowongan Kerja

SSCASN 2026 Terbaru: Cek Link Resmi Pendaftaran CPNS dan PPPK

Selasa, 18 Agu 2026 - 22:59 WIB

Polres Barru bersama Badan Pangan Nasional, Bulog, pemerintah daerah, TNI, dan stakeholder terkait mengecek kualitas serta kuantitas.

Internasional

Beras Bantuan di Gudang Bulog Dicek, Ini yang Dipastikan Polisi

Selasa, 18 Agu 2026 - 15:14 WIB