Anggaran Makan Bergizi Gratis 2026 Dinilai Belum Cukup, Kepala BGN Ajukan Tambahan Rp118 Triliun untuk Penuhi Target

- Penulis

Minggu, 13 Juli 2025 - 18:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Program makan bergizi gratis butuh tambahan anggaran Rp118 triliun agar bisa layani 82,9 juta penerima. (Foto: Pixabay)

Program makan bergizi gratis butuh tambahan anggaran Rp118 triliun agar bisa layani 82,9 juta penerima. (Foto: Pixabay)

Program makan bergizi gratis mendapat sorotan kembali setelah Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menyampaikan bahwa pagu indikatif sebesar Rp217 triliun untuk tahun 2026 belum mencukupi.

Menurutnya, kebutuhan anggaran program makan bergizi gratis akan jauh lebih besar jika target penerima manfaat tetap di angka 82,9 juta orang per tahun.

Dalam perhitungan BGN, jika pelaksanaan penuh dilakukan sejak Januari 2026, maka dana yang tersedia hanya cukup hingga akhir Agustus.

Hal ini disampaikan Dadan saat rapat di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat baru-baru ini, ketika membahas kesiapan program strategis nasional tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Demi menjamin pelaksanaan hingga Desember 2026, BGN secara resmi mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp118 triliun ke pemerintah.

Proyeksi Serapan Anggaran Program Makan Bergizi Gratis Capai Rp25 Triliun per Bulan

Program makan bergizi gratis butuh tambahan anggaran Rp118 triliun agar bisa layani 82,9 juta penerima. (Foto: Pixabay)
Anggaran Makan Bergizi Gratis 2026 Dinilai Belum Cukup, Kepala BGN Ajukan Tambahan Rp118 Triliun untuk Penuhi Target

Dadan Hindayana menjelaskan bahwa jika pelaksanaan program makan bergizi gratis dilakukan selama 12 bulan penuh dengan penerima manfaat mencapai 82,9 juta jiwa, maka biaya yang dibutuhkan bisa mencapai Rp25 triliun per bulan.

Dengan asumsi itu, anggaran sebesar Rp217 triliun akan habis digunakan hanya dalam delapan bulan atau tepatnya hingga akhir Agustus 2026.

Kalau dari awal Januari kita sudah layani 82,9 juta penerima, maka anggaran kita habis di Agustus, kata Dadan menjelaskan dasar permintaan penambahan dana.

Ia menegaskan bahwa proyeksi tersebut sangat realistis, apalagi jika target penerima manfaat tetap berada di angka tinggi dan menyebar di seluruh wilayah.

Program makan bergizi gratis bukan sekadar soal makanan, tapi bagian dari upaya memperkuat kualitas SDM Indonesia sejak usia dini.

Menurut BGN, jika tambahan anggaran Rp118 triliun disetujui, maka total dana yang tersedia menjadi Rp335 triliun untuk 2026.

Dana sebesar itu diyakini cukup untuk melaksanakan program secara menyeluruh hingga Desember dan mempertahankan kualitas layanan yang baik.

Dadan menyebut pelaksanaan akan dilakukan bertahap, dan mulai Agustus 2025 pun sudah diproyeksikan bisa menjangkau minimal 20 juta penerima.

Pada bulan tersebut saja, anggaran yang terserap bisa mencapai Rp7 triliun.

Kemudian, jika skema percepatan berjalan lancar, jumlah penerima akan meningkat jadi 40 juta orang pada September dengan serapan Rp14 triliun.

Proyeksi Bertahap, September Bisa Capai 60 Juta Penerima Manfaat

Melanjutkan paparannya, Kepala BGN juga memperkirakan bahwa pada September 2026, jumlah penerima manfaat dari program makan bergizi gratis bisa menyentuh angka 60 juta orang.

Artinya, kebutuhan dana per bulan akan meningkat secara signifikan, mencapai sekitar Rp20 triliun.

Kalau sudah 60 juta orang, otomatis kita bicara soal serapan anggaran Rp20 triliun dalam satu bulan, ucapnya menekankan skala program.

Ia mengingatkan bahwa kenaikan jumlah penerima ini bukan lonjakan tiba-tiba, melainkan hasil proses bertahap yang dirancang sejak awal.

Skema percepatan mulai dari Agustus sampai Oktober menjadi penentu keberhasilan perluasan program ke seluruh wilayah Indonesia.

Program makan bergizi gratis dianggap sebagai salah satu strategi besar dalam pembangunan sumber daya manusia.

Dadan menegaskan bahwa asupan gizi anak sekolah dan kelompok rentan menjadi prioritas utama pemerintah, seiring dengan target Indonesia Emas 2045.

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mengenal Sejarah Hari Anak Nasional, Dasar Penetapan hingga Maknanya
Berita Terbaru Sarwendah: Mediasi Hak Asuh Anak Belum Tuntas, Dilanjutkan 6 Agustus
50 Ucapan Selamat Hari Anak Nasional 2026 yang Penuh Makna dan Inspiratif, Cocok Dibagikan di Media Sosial
Cara Klaim Diskon 50 Persen dari PLN Juli 2026 yang Belum Banyak Diketahui
Duh! Wartawan Dilarang Masuk PT Conch, Lalu Bagaimana dengan Warga?
Hamidah Rachmayanti Ceritakan Putri dan Suami Nyaris Terseret Ombak di Bali
Ternyata Ini Alasan Kepala Badan Gizi Nasional Nanik Deyang Mengundurkan Diri
Berita Terbaru BGN: Kepala Mundur di Tengah Pemangkasan Anggaran dan Evaluasi Program MBG
Diskusi Pembaca

Jadilah yang pertama berkomentar

Bagikan tanggapan Anda secara santun. Komentar yang relevan membuat diskusi lebih bermanfaat.

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:51 WIB

Mengenal Sejarah Hari Anak Nasional, Dasar Penetapan hingga Maknanya

Kamis, 23 Juli 2026 - 13:51 WIB

Berita Terbaru Sarwendah: Mediasi Hak Asuh Anak Belum Tuntas, Dilanjutkan 6 Agustus

Kamis, 23 Juli 2026 - 13:46 WIB

50 Ucapan Selamat Hari Anak Nasional 2026 yang Penuh Makna dan Inspiratif, Cocok Dibagikan di Media Sosial

Kamis, 23 Juli 2026 - 13:30 WIB

Cara Klaim Diskon 50 Persen dari PLN Juli 2026 yang Belum Banyak Diketahui

Kamis, 23 Juli 2026 - 10:49 WIB

Duh! Wartawan Dilarang Masuk PT Conch, Lalu Bagaimana dengan Warga?

Berita Terbaru