Redaksiku.com –Badan di sini tapi pikiran kemana-mana, sudah dijelaskan berkali-kali tentang materi pelajaran tapi anak tetap juga tidak paham. Langkah tepat untuk mengatasi anak yang sulit konsentrasi saat belajar yaitu dengan lebih bersabar, telaten dalam mengajar anak dan tidak boleh marah.
Jika sudah bersabar dan telaten dalam mengajari anak tetapi anak masih sulit konsentrasi bagaimana? Ubah cara belajarnya menjadi semenarik mungkin dan lebih sering untuk mengajak anak berdiskusi, agar pikiran anak lekas bisa berjalan dan bisa berpikir secara kritis.
Penyebab Anak Sulit Konsentrasi Saat Belajar
1. Mengantuk
Mengapa anak mudah mengantuk saat belajar? Salah satu alasannya yaitu karena anak kurang tidur cukup. Jika anak sudah terbiasa tidur larut malam maka orang tua perlu menegur anak,untuk tidak tidur larut malam lagi, orang tua juga perlu mengawasi anak untuk beberapa waktu kedepan karena untuk memastikan anak memiliki waktu tidur cukup.
Sebelum menegur anak, orang tua juga perlu mengetahui penyebab anak sering tidur malam karena apa. Jika penyebabnya karena terlalu asik main game ataupun scrolling media sosial, maka orang tua perlu memberikan batasan waktu ataupun lekas menyita ponsel untuk sementara waktu apabila anak sulit di nasehati.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
2. Tidak sarapan
Saat anak akan pergi ke sekolah pastikan anak sebelum berangkat sarapan dulu dan pada saat anak sarapan, jangan terlalu memaksa anak untuk makan banyak. Biarkan anak makan menurut porsian nya agar anak tidak merasa tertekan dan malas untuk sarapan.
Anak-anak perlu sarapan agar tubuh mendapatkan energi sehingga bisa konsentrasi. Jika anak sulit makan dan selalu melewatkan sarapan langkah tepat yang perlu dilakukan oleh orang tua yaitu setiap harinya, memasak menu yang berbeda-beda seperti menu baru agar anak tertarik untuk mencobanya ataupun memasak menu kesukaan anak.
3. Kurang motivasi
Apakah anak selalu terlihat seperti tidak bersemangat saat belajar ataupun saat akan pergi ke sekolah? Jika iya sebenarnya anak tersebut bukan malas untuk belajar, hanya saja mereka kurang motivasi. Sehingga pembawaannya seperti lemas, mudah mengantuk, mudah lupa dan sulit untuk konsentrasi.
Jika hal ini terus dibiarkan maka anak akan lebih lambat dari teman-temannya atau tertinggal, orang tua tidak boleh diam saja atau memarahi anak apabila mendapati anak tidak ada motivasi untuk belajar. Hal yang perlu orang tua lakukan yaitu membantu anak membangkitkan semangat belajarnya, misalnya dengan menanyakan cita-cita pada anak terlebih dahulu dan untuk meraih cita-cita katakan pada anak harus rajin belajar.
4. Suasana ruang belajar
Hal yang dapat menyebabkan anak kesulitan konsentrasi saat belajar yaitu karena suasana ruang belajar yang rame, karena untuk dapat berpikir dibutuhkan suasana yang tenang. Meskipun sebenarnya anak termasuk anak yang cerdas, jika suasana belajar sangat rame atau brisik maka konsentrasi nya bisa terpecah.
Untuk itu orang tua ataupun guru ketika mengajari anak belajar harus mampu menciptakan ruang belajar yang tenang dan nyaman, agar anak-anak bisa konsentrasi dengan baik. Jika suasana sudah tenang orang tua ataupun guru saat mengajar juga gunakan nada yang tenang agar mudah dipahami oleh anak-anak.
5. Memendam masalah
Anak-anak biasanya aktif jika anak berubah menjadi lebih diam dan sering terlihat tidak konsentrasi saat belajar, coba dekati anak dan sering ajak anak interaksi untuk mencari tau penyebab anak kesulitan konsentrasi itu apa. Tapi rata-rata biasanya anak yang aktif lalu mendadak berubah menjadi pendiam, karena menyimpan sesuatu di dalam pikirannya.
Setelah melakukan pendekatan biasanya anak akan merasa nyaman dan timbul keinginan untuk terbuka, saat anak mencoba terbuka jadilah pendengar yang baik dan apabila memang terjadi suatu masalah bantu anak untuk mencari solusinya hindari bersikap menghakimi.
Penyebab anak sulit konsentrasi saat belajar sangat bermacam-macam sehingga penanganannya pun tentu berbeda-beda, sehingga dibutuhkan peran orang tua dan guru untuk membantu anak.
6 Manfaat Kegiatan Belajar Kelompok di Sekolah
Follow Sosial Media Redaksiku : Facebook , Instagram , Tiktok , X, YouTube , Pinterest






