Redaksiku.com – Pemanfaatan formula naratif yang familiar dalam dunia perfilman sering kali dipandang sebelah mata oleh sebagian pengamat. Namun, formula klasik dan referensi sinema masa lalu bisa menjadi instrumen yang sangat efektif jika dieksekusi dengan presisi tinggi. Elemen cerita konvensional sebenarnya melekat pada hampir setiap narasi besar, asalkan film tidak terlalu bergantung padanya tanpa memberikan sentuhan segar.
Kendala utama dalam film By Any Means bukan sekadar repetisi formula lama yang pernah dieksekusi dengan jauh lebih gemilang oleh film-film pendahulu. Produksi layar lebar terbaru dari Paramount Pictures ini gagal berkomitmen secara penuh pada identitas genre yang diusungnya. Proyek ini mencoba meramu drama hak-hak sipil era 1960-an, formula dinamika dua detektif, serta elemen cerita kriminal menegangkan dalam satu durasi.
Yahya Abdul-Mateen II stars in Paramount Pictures’ “BY ANY MEANS.”
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Latar belakang cerita bergeser ke era 1960-an di Mississippi yang penuh ketegangan rasial. Wayne Strider yang diperankan oleh Yahya Abdul-Mateen II dikisahkan kembali ke kampung halaman untuk memperjuangkan hak pilih warga kulit hitam. Bersama sang istri, ia harus menghadapi realitas pahit sistem hukum yang terang-terangan bersikap antagonis terhadap minoritas.
Peluang kerja baru terbuka ketika J. Edgar Hoover mengerahkan agen federal untuk mengusut kasus pembunuhan pemimpin NAACP, Vernon Dahmer, yang dilakukan oleh kelompok Ku Klux Klan. Wayne kemudian dipasangkan dengan seorang gangster jalanan bernama Gregory Scalpa yang diperankan oleh Mark Wahlberg. Keduanya memiliki pandangan moral yang sangat kontras dalam memburu para pelaku kekerasan.
Mark Wahlberg stars in Paramount Pictures’ “BY ANY MEANS.”
Isu moralitas mengenai penggunaan kekerasan dalam memperjuangkan keadilan sebenarnya menyimpan potensi konflik yang kuat. Naskah garapan Sascha Penn menyentuh dilema tersebut, meski terasa kurang mendalam dalam mengeksplorasi gesekan ideologis antarkarakter. Sentuhan sutradara Elegance Bratton mampu menjaga keseimbangan antara adegan dramatis dan tensi laga dengan cukup kompeten.
Film By Any Means berusaha merangkum ketegangan era hak-hak sipil melalui kolaborasi unik agen FBI dan gangster.
Meskipun jajaran pemeran utama menampilkan performa yang solid, karya sinematik ini tetap terjebak dalam kategori rata-rata. Penonton mungkin akan menikmati sejumlah adegan konfrontasi langsung, tetapi sulit menemukan kebaruan tematik di dalamnya. Hasil akhirnya adalah sebuah tontonan kriminal yang terasa tanggung di berbagai lini.
By Any Means saat ini sudah bisa disaksikan secara langsung di bioskop-bioskop terdekat bagi penikmat film thriller aksi berlatar historis. Penonton dapat mengeksplorasi berbagai ulasan mendalam lainnya untuk melihat bagaimana proyek ini bersaing di kancah perfilman global.
Pertanyaan Umum
Tentang apa film By Any Means?
Film ini mengikuti kisah agen FBI kulit hitam dan seorang gangster yang terpaksa bekerja sama untuk menyelidiki kasus pembunuhan bermotif rasial di Mississippi pada era 1960-an.
Siapa saja pemeran utama dalam film ini?
Proyek drama kriminal ini dibintangi oleh Yahya Abdul-Mateen II dan Mark Wahlberg sebagai pemeran utama dengan arahan sutradara Elegance Bratton.
Di mana film ini dapat ditonton?
By Any Means saat ini sedang tayang di bioskop-bioskop melalui distribusi resmi dari Paramount Pictures.
Ringkasan
Review film By Any Means menyoroti campuran genre drama 1960-an dan aksi kriminal yang kurang memorable meski dibintangi Yahya Abdul-Mateen II dan Mark Wahlberg.






