Kisruh Mutasi Dokter Kemenkes Makin Panas, PB IDI Minta Menteri Kesehatan Turun Tangan

- Penulis

Senin, 5 Mei 2025 - 18:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. IDI desak pembatalan mutasi dokter Kemenkes yang dianggap sepihak dan ganggu stabilitas layanan kesehatan nasional. (Foto: Pexels)

Ilustrasi. IDI desak pembatalan mutasi dokter Kemenkes yang dianggap sepihak dan ganggu stabilitas layanan kesehatan nasional. (Foto: Pexels)

Mutasi dokter Kemenkes menjadi sorotan publik setelah beberapa tenaga medis mengalami perpindahan atau pemberhentian secara mendadak.

Keputusan yang dinilai sepihak ini menuai reaksi keras dari Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) dan sejumlah organisasi profesi lain.

Ketegangan antara Kementerian Kesehatan dan kalangan medis pun tidak dapat dihindari, karena keputusan ini dianggap berpotensi mengganggu kualitas layanan publik.

Keprihatinan PB IDI Terhadap Mutasi Dokter Kemenkes yang Tiba-Tiba

Ilustrasi. IDI desak pembatalan mutasi dokter Kemenkes yang dianggap sepihak dan ganggu stabilitas layanan kesehatan nasional. (Foto: Pexels)
Kisruh Mutasi Dokter Kemenkes Makin Panas, PB IDI Minta Menteri Kesehatan Turun Tangan

Ketua Umum PB IDI, Slamet Budiarto, secara tegas menyatakan keberatan terhadap fenomena mutasi dokter Kemenkes yang dilakukan tanpa penjelasan jelas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam pernyataan tertulis pada 5 Mei 2025, Slamet menilai bahwa pemindahan tenaga medis secara mendadak tidak hanya mengganggu psikologis dokter, tetapi juga merusak sistem pelayanan kesehatan di rumah sakit vertikal yang selama ini berjalan stabil.

Salah satu contoh nyata adalah pemberhentian seorang dokter di Rumah Sakit H. Adam Malik yang berlangsung tanpa pemberitahuan lebih dulu. Menurut IDI, tindakan seperti ini sangat kontraproduktif terhadap visi peningkatan mutu layanan medis.

Dampak Mutasi Dokter Kemenkes Terhadap Pelayanan dan Pendidikan

PB IDI menilai bahwa mutasi dokter Kemenkes dapat menimbulkan kekacauan di rumah sakit vertikal, yang seharusnya menjadi pusat layanan rujukan dan pendidikan medis nasional.

Mutasi yang tidak dibarengi dengan transisi sistematis akan menyebabkan kekosongan peran penting dalam pelayanan maupun pendidikan dokter spesialis.

Hal ini semakin diperkuat dengan kasus pemindahan dr. Piprim Basarah Yanuarso dari RSCM ke RS Fatmawati.

Sebagai Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Piprim memiliki peran penting dalam pendidikan subspesialis kardiologi anak.

Pemindahannya dinilai oleh rekan sejawat sebagai tindakan yang membahayakan kesinambungan pendidikan dokter spesialis karena RSCM merupakan satu-satunya institusi dengan pengajar kompeten di bidang ini.

Mutasi Dokter Kemenkes Dinilai Sarat Kepentingan Non-Medis

Unggahan dari Ketua Unit Kerja Koordinasi Kardiologi IDAI, dr. Rizky Adriansyah, mengungkap bahwa mutasi dokter Kemenkes tak bisa dilepaskan dari sikap kritis organisasi profesi terhadap intervensi Kemenkes terhadap kolegium kedokteran.

Ia menyebut, pemindahan dr. Piprim lebih mencerminkan tekanan politik dibanding upaya perbaikan sistem layanan.

Rizky bahkan menekankan bahwa mutasi ke RS Fatmawati seharusnya tidak menjadi pilihan karena rumah sakit tersebut belum memiliki fasilitas lengkap untuk layanan jantung anak, apalagi pendidikan subspesialis.

Ia menilai jika tujuannya memperluas layanan, maka pemindahan harusnya dilakukan ke rumah sakit di daerah.

Tanggapan Kemenkes Soal Mutasi Dokter yang Dilakukan Mendadak

Di sisi lain, Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Widyawati, membantah tuduhan bahwa mutasi dokter Kemenkes merupakan bentuk tekanan atau pembungkaman.

Ia menyebutkan bahwa rotasi aparatur sipil negara (ASN) adalah bagian dari tata kelola SDM, yang bertujuan meratakan distribusi tenaga kesehatan.

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kecelakaan Bus ALS Tewaskan Belasan Penumpang, Polisi Tetapkan Dua Tersangka
Sarwendah Disebut Setia Dampingi Ruben Onsu Saat Kondisi Kritis, Ini Kabar Terbarunya
Tarif Listrik PLN Terbaru Agustus 2026, Cek Besaran Tarif untuk Semua Golongan
Beasiswa Bakti BCA 2027 Resmi Dibuka, Cek Syarat, Manfaat, dan Jadwal Pendaftarannya
Rumor iPhone Air 2 Makin Kuat, Kamera Ganda dan Chip 2nm Jadi Sorotan
Pemutihan Pajak Kendaraan Jatim 2026 Resmi Dibuka, Simak Jadwal dan Daftar Keringanannya
Mahasiswa Desak Transparansi Kampus Muhammadiyah Barru
Nah Lho! Temuan BPK, Dishub Parepare Sebut Sudah Diperbaiki

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 15:46 WIB

Kecelakaan Bus ALS Tewaskan Belasan Penumpang, Polisi Tetapkan Dua Tersangka

Kamis, 6 Agustus 2026 - 15:25 WIB

Sarwendah Disebut Setia Dampingi Ruben Onsu Saat Kondisi Kritis, Ini Kabar Terbarunya

Kamis, 6 Agustus 2026 - 13:50 WIB

Tarif Listrik PLN Terbaru Agustus 2026, Cek Besaran Tarif untuk Semua Golongan

Kamis, 6 Agustus 2026 - 13:29 WIB

Beasiswa Bakti BCA 2027 Resmi Dibuka, Cek Syarat, Manfaat, dan Jadwal Pendaftarannya

Rabu, 5 Agustus 2026 - 09:29 WIB

Rumor iPhone Air 2 Makin Kuat, Kamera Ganda dan Chip 2nm Jadi Sorotan

Berita Terbaru

Polres Barru menggelar Serah Terima Jabatan (Sertijab) delapan pejabat utama dan kapolsek jajaran. Rotasi ini menjadi bagian dari penyegaran organisasi untuk memperkuat profesionalisme serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Internasional

Sertijab Polres Barru, Kapolres Dorong Pelayanan kepada Masyarakat

Kamis, 6 Agu 2026 - 21:17 WIB