Viral! Dedi Mulyadi Sidak Sumber Air AQUA, Danone Akhirnya Buka Suara Soal Asal Air Kemasan Mereka

- Penulis

Rabu, 22 Oktober 2025 - 23:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Viral! Dedi Mulyadi Sidak Sumber Air AQUA, Danone Akhirnya Buka Suara Soal Asal Air Kemasan Mereka

Viral! Dedi Mulyadi Sidak Sumber Air AQUA, Danone Akhirnya Buka Suara Soal Asal Air Kemasan Mereka

Redaksiku.com – Media sosial kembali dihebohkan oleh konten viral dari mantan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau akrab disapa Demul (KDM).

Dalam video terbarunya di YouTube, Dedi melakukan sidak langsung ke lokasi sumber air merek terkenal AQUA dan hasil temuan di lapangan langsung memancing perbincangan publik.

Pasalnya, dalam video itu, Dedi tampak terkejut saat mendengar penjelasan dari pihak pengelola bahwa air AQUA bukan berasal dari air permukaan atau sungai, melainkan diambil dari bawah tanah dengan cara pengeboran.

Unggahan ini langsung viral di berbagai platform media sosial, membuat warganet ramai mempertanyakan dari mana sebenarnya sumber air AQUA berasal. Tak sedikit pula yang meminta klarifikasi langsung dari pihak Danone Indonesia selaku perusahaan pengelola merek air mineral dalam kemasan tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kronologi Sidak Dedi Mulyadi: Dikira dari Sungai, Eh Ternyata Air Tanah Dalam

Dalam video yang diunggah di kanal @KANGDEDIMULYADICHANNEL, Dedi Mulyadi terlihat datang ke salah satu fasilitas sumber air AQUA di Jawa Barat.
Dengan gaya khasnya yang sederhana dan penuh rasa ingin tahu, ia menanyakan langsung kepada staf di lapangan tentang asal sumber air yang digunakan untuk produksi air minum dalam kemasan tersebut.

Ngambil airnya dari sungai? tanya Dedi.

Pertanyaan itu kemudian dijawab oleh salah satu staf dengan tenang.

Airnya dari bawah tanah, Pak, jawabnya.

Mendengar jawaban itu, ekspresi wajah Dedi langsung berubah kaget. Ia lalu melanjutkan dengan serangkaian pertanyaan lanjutan.

Air tanah? Maksudnya dibor dari dalam tanah? Apa nggak bahaya buat lingkungan? Nanti tanahnya bisa geser lho kalau bor terlalu dalam, kata Dedi dengan nada serius.

Ia mengaku semula mengira air AQUA berasal dari mata air pegunungan atau air permukaan seperti sungai dan danau, bukan dari hasil pengeboran air tanah dalam.

Dikira oleh saya dari air permukaan. Dari air sungai atau mata air. Berarti kategorinya sumur pompa dalam? tanya Dedi memastikan.

Potongan video tersebut viral di media sosial dan memicu diskusi panjang soal praktik pengambilan air tanah untuk produksi air kemasan.

Danone Indonesia Buka Suara: Air AQUA Bukan Air Permukaan, tapi dari Akuifer Terlindungi

Tak butuh waktu lama, Danone Indonesia akhirnya buka suara.
Dalam keterangan tertulis yang diterima media, pihak perusahaan menjelaskan bahwa air AQUA memang bukan berasal dari air permukaan, tetapi dari sumber air pegunungan yang tersimpan di dalam akuifer alami dengan kedalaman tertentu.

Air AQUA berasal dari 19 sumber air pegunungan yang tersebar di seluruh Indonesia. Setiap sumber air dipilih melalui proses seleksi ketat yang melibatkan 9 kriteria ilmiah dan 5 tahapan evaluasi, serta penelitian minimal selama 1 tahun, tulis Danone dalam pernyataannya.

Mereka menjelaskan bahwa kedalaman sumber air berkisar antara 60 hingga 140 meter, jauh di bawah lapisan tanah dangkal yang biasanya tercemar oleh aktivitas manusia.

Sumber air AQUA bukan dari air permukaan atau air tanah dangkal, tetapi dari akuifer dalam yang terlindungi secara alami, lanjut pihak Danone.

Viral! Dedi Mulyadi Sidak Sumber Air AQUA, Danone Akhirnya Buka Suara Soal Asal Air Kemasan Mereka
Viral! Dedi Mulyadi Sidak Sumber Air AQUA, Danone Akhirnya Buka Suara Soal Asal Air Kemasan Mereka

Sumber Air yang Terlindungi Secara Alami

Lebih lanjut, Danone menjelaskan bahwa akuifer yang menjadi sumber air AQUA dilindungi secara alami oleh lapisan tanah kedap air.
Lapisan ini berfungsi seperti perisai yang mencegah kontaminasi dari aktivitas manusia di permukaan, seperti limbah, pupuk, atau bahan kimia berbahaya.

Selain itu, sebagian titik sumber air AQUA bersifat self-flowing, artinya air keluar secara alami tanpa harus menggunakan pompa berlebihan.

Proses pemilihan dan pengelolaan sumber air dilakukan oleh tim ahli dari berbagai disiplin ilmu, seperti geologi, hidrogeologi, geofisika, dan mikrobiologi, ungkap perwakilan Danone.

Hal ini memastikan bahwa pengambilan air tidak merusak keseimbangan lingkungan dan tetap menjaga kelestarian sumber air di sekitar wilayah operasi.

Ada Kajian Akademik dari UGM dan Unpad

Menjawab kekhawatiran publik soal dampak lingkungan, Danone juga menegaskan bahwa setiap lokasi sumber air telah melalui kajian ilmiah independen dari sejumlah universitas ternama.

Hasil studi hidrogeologi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Padjadjaran (Unpad) mengonfirmasi bahwa sumber air AQUA tidak bersinggungan dengan air yang digunakan masyarakat, kata Danone.

Dengan kata lain, pengambilan air untuk produksi AQUA tidak mengganggu pasokan air warga sekitar.
Kajian tersebut juga menilai bahwa debit air yang diambil masih dalam batas aman dan tidak menyebabkan penurunan muka tanah atau kekeringan di area sekitarnya.

Mengapa Air Tanah Dalam Justru Dipilih?

Menurut para ahli hidrologi, air tanah dalam (akuifer) adalah salah satu sumber air yang paling bersih dan stabil kualitasnya.
Berbeda dengan air permukaan yang mudah tercemar, air dari akuifer biasanya terlindungi dari paparan limbah dan polusi udara karena posisinya jauh di bawah lapisan tanah.

Inilah alasan mengapa banyak produsen air mineral di dunia memilih sumber air dari akuifer dalam pegunungan.
Namun, pengambilan air dari akuifer tetap harus diawasi ketat agar tidak berlebihan dan tidak mengganggu keseimbangan ekosistem.

Danone mengklaim sudah memiliki sistem water balance management untuk memastikan jumlah air yang diambil tidak melebihi daya dukung alam.

Respons Publik: Antara Kaget dan Kagum

Setelah video sidak Dedi Mulyadi viral, reaksi publik pun beragam.
Sebagian warganet mengaku baru tahu bahwa AQUA ternyata tidak berasal dari mata air di permukaan.

Kirain dari air gunung yang ngalir gitu, ternyata dibor ya, tulis salah satu komentar di TikTok.

Yang penting sih aman dan nggak merusak lingkungan, timpal pengguna lain.

Namun ada juga yang mengapresiasi langkah Danone karena transparan menjelaskan proses dan riset ilmiah di balik sumber airnya.

Bagus sih dijelasin begini. Jadi tahu kalau ternyata prosesnya nggak asal ambil air, tulis seorang warganet di X (Twitter).

Sementara itu, sebagian netizen lain memuji gaya Dedi Mulyadi yang tetap kritis tapi santai dalam mengulik isu-isu lingkungan dan masyarakat.
Banyak yang menilai cara Dedi menyampaikan pertanyaan selalu mengundang diskusi publik dengan cara edukatif dan beretika.

E-E-A-T: Fakta, Transparansi, dan Keberlanjutan

Kalau ditinjau dari sisi E-E-A-T (Experience, Expertise, Authoritativeness, Trustworthiness), baik Dedi maupun Danone sama-sama menunjukkan prinsip yang kuat dalam kasus ini.

  • Experience: Dedi turun langsung ke lapangan untuk melihat fakta nyata.

  • Expertise: Danone menjelaskan dengan dukungan kajian ilmiah dari universitas dan pakar.

  • Authoritativeness: Keduanya berbicara dari posisi yang punya pengaruh Dedi sebagai tokoh publik, Danone sebagai perusahaan global.

  • Trustworthiness: Danone memberikan data, bukan sekadar janji, untuk menjelaskan asal sumber air.

Transparansi seperti ini penting di tengah meningkatnya kesadaran publik soal lingkungan dan keberlanjutan (sustainability).

Kesimpulan: Edukasi dari Konten Viral

Kasus viral ini membuktikan satu hal: isu lingkungan bisa jadi topik menarik kalau dikemas dengan cara yang ringan dan informatif.
Lewat gaya khasnya, Dedi Mulyadi berhasil membuka diskusi publik soal sumber daya alam dan tanggung jawab korporasi tanpa menimbulkan konflik.

Di sisi lain, Danone Indonesia merespons cepat dan memberikan klarifikasi yang detail menunjukkan sikap profesional dan terbuka terhadap kritik.

Fenomena ini jadi contoh bagaimana komunikasi dua arah antara masyarakat dan perusahaan bisa menciptakan edukasi publik yang positif.

Jadi, kalau kamu minum AQUA hari ini, mungkin kamu bisa lebih paham airnya memang bukan dari sungai atau permukaan, tapi dari sumber air pegunungan yang sudah melalui riset dan perlindungan ketat. 💧

Ikuti berita viral dari Redaksiku di Follow Sosial Media Redaksiku : FacebookInstagramTiktokXYoutubePinterest

Penulis : Redaksiku

Editor : Redaksiku

Sumber Berita: Berbagai sumber

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Choosing the Right Access Equipment for Construction and Industrial Work in Singapore
Viral Kupas Bawang Rp700 Ribu, Ternyata Ada Perbedaan Tiga Nol
Website perusahaan bisa menjaga nilai reputasi garap dengan lebih serius
Promo HokBen Spesial 17 Agustus 2026, Ada Bento 17 hingga Paket Hemat Rame-rame ‎
Daftar Lengkap 76 Nama Anggota Paskibraka 2026, Siap Bertugas pada Upacara 17 Agustus
Upah Buruh Kupas Bawang Rp700 Ribu Jadi Sorotan, Ini Fakta Upah Sebenarnya di Indonesia
Puan Buka Fakta Terbaru Terkait RUU Perampasan Aset, Kapan Akan Disahkan?
Putri Juficha Meninggal Dunia di Usia 26 Tahun, Tepat di Hari Ulang Tahunnya

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 22:20 WIB

Choosing the Right Access Equipment for Construction and Industrial Work in Singapore

Selasa, 18 Agustus 2026 - 11:27 WIB

Viral Kupas Bawang Rp700 Ribu, Ternyata Ada Perbedaan Tiga Nol

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:18 WIB

Promo HokBen Spesial 17 Agustus 2026, Ada Bento 17 hingga Paket Hemat Rame-rame ‎

Minggu, 16 Agustus 2026 - 20:51 WIB

Daftar Lengkap 76 Nama Anggota Paskibraka 2026, Siap Bertugas pada Upacara 17 Agustus

Minggu, 16 Agustus 2026 - 13:36 WIB

Upah Buruh Kupas Bawang Rp700 Ribu Jadi Sorotan, Ini Fakta Upah Sebenarnya di Indonesia

Berita Terbaru

SSCASN 2026 Terbaru: Cek Link Resmi Pendaftaran CPNS dan PPPK

Lowongan Kerja

SSCASN 2026 Terbaru: Cek Link Resmi Pendaftaran CPNS dan PPPK

Selasa, 18 Agu 2026 - 22:59 WIB

Polres Barru bersama Badan Pangan Nasional, Bulog, pemerintah daerah, TNI, dan stakeholder terkait mengecek kualitas serta kuantitas.

Internasional

Beras Bantuan di Gudang Bulog Dicek, Ini yang Dipastikan Polisi

Selasa, 18 Agu 2026 - 15:14 WIB