Redaksiku.com – Media sosial kembali diramaikan dengan sebuah video yang memperlihatkan sekelompok santri menggelar aksi demonstrasi sambil menyanyikan lagu bertajuk Mau Jadi Apa Indonesia Tanpa Santri.
Video itu mendadak viral di berbagai platform seperti TikTok, X (Twitter), dan Instagram karena menimbulkan perdebatan di kalangan warganet.
¥ Video Aksi Santri yang Bikin Heboh
Dalam video berdurasi kurang dari dua menit itu, tampak puluhan santri berpakaian seragam khas pondok pesantren turun ke jalan sambil membawa spanduk dan poster bertuliskan kritik terhadap salah satu tayangan televisi, yakni program Xpose Uncensored.
Mereka berbaris rapi, lalu secara serempak menyanyikan lagu dengan lirik yang memancing perhatian publik:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Mau jadi apa Indonesia tanpa santri¦
Nada lagu yang dinyanyikan dengan semangat itu semula dimaksudkan untuk menunjukkan rasa bangga serta peran penting santri dalam menjaga moral dan pendidikan bangsa. Namun, justru lirik tersebut menuai reaksi beragam dari masyarakat dunia maya.
Unggahan video tersebut disertai keterangan:
Santri Demo Nyanyi ˜Mau Jadi Apa Indonesia Tanpa Santri™, tulis akun pengunggah video, dikutip Minggu (19/10/2025).
💬 Reaksi Netizen: Antara Bangga dan Kritis
Tak butuh waktu lama, kolom komentar di berbagai media sosial langsung dipenuhi oleh opini publik yang terbelah dua.
Sebagian warganet merasa bahwa aksi para santri tersebut merupakan bentuk ekspresi cinta tanah air dan pengingat bahwa keberadaan santri punya kontribusi besar bagi Indonesia baik dalam bidang pendidikan, sosial, maupun spiritual.
Namun, di sisi lain, banyak juga yang menilai lirik lagu itu terdengar seperti bentuk arogansi atau merendahkan pihak lain.
Kok kesannya kayak merendahkan ya? Semua elemen bangsa punya kontribusi kok, bukan cuma santri, tulis salah satu netizen di kolom komentar.
Siapa yang salah, sih? Kalau niatnya baik, harusnya disampaikan dengan cara yang gak bikin orang lain tersinggung, imbuh pengguna lain.
Beberapa pengguna media sosial bahkan membuat thread panjang membahas makna lirik lagu itu dan menilai seharusnya pesan moral bisa disampaikan dengan cara yang lebih inklusif.

📺 Latar Belakang Aksi: Protes Terhadap Tayangan Xpose Uncensored
Menurut informasi yang beredar, demo tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap tayangan program Xpose Uncensored di salah satu stasiun televisi nasional yang disebut telah menayangkan segmen kurang sensitif terhadap dunia pesantren, terutama Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri.
Para santri merasa tayangan tersebut mencederai citra pesantren dan para ulama, karena mengandung konten yang dinilai tidak sesuai dengan nilai moral dan adab santri.
Aksi mereka merupakan lanjutan dari gelombang protes yang sebelumnya juga dilakukan oleh pihak pondok dan alumni, hingga akhirnya pihak stasiun televisi Trans7 menyampaikan permintaan maaf resmi dan mengakui adanya keteledoran redaksi dalam penayangan segmen itu.
Namun rupanya, di lapangan, kemarahan sebagian santri masih belum sepenuhnya reda. Aksi demo dengan nyanyian Mau Jadi Apa Indonesia Tanpa Santri itu menjadi simbol ekspresi kekecewaan terhadap media yang dianggap tak menghargai lembaga pendidikan Islam.
🧠Makna di Balik Lagu Mau Jadi Apa Indonesia Tanpa Santri
Meski kontroversial, lagu tersebut sebenarnya memiliki pesan moral mendalam jika dilihat dari konteks sejarah santri di Indonesia.
Santri memiliki peran penting dalam perjuangan kemerdekaan, pendidikan, dan pengembangan nilai-nilai Islam di Tanah Air.
Dalam konteks ini, lirik Mau Jadi Apa Indonesia Tanpa Santri bisa dipahami sebagai bentuk refleksi tentang peran historis santri dalam membentuk karakter bangsa.
Namun, penyampaiannya dalam bentuk demonstrasi justru memunculkan interpretasi berbeda sebagian publik menilai pesan itu kehilangan nuansa kerendahan hati yang biasanya melekat pada kalangan santri.
Sejumlah pengamat sosial menyebut, lagu itu tidak sepenuhnya salah, tetapi perlu diimbangi dengan narasi kebangsaan yang inklusif agar tidak terkesan memonopoli peran dalam pembangunan bangsa.
ðŸ—£ï¸ Pandangan Tokoh dan Akademisi
Menanggapi viralnya video tersebut, beberapa tokoh pendidikan dan akademisi ikut memberikan pandangan.
Dr. Zainuddin Hasan, dosen komunikasi publik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, menilai bahwa ekspresi para santri itu lahir dari rasa tersinggung atas perlakuan media terhadap pesantren.
Kita perlu memahami konteks emosionalnya. Santri punya rasa cinta dan kebanggaan terhadap pesantren. Tapi memang perlu diingat bahwa ekspresi publik harus tetap santun dan berimbang, ujarnya.
Sementara itu, pengamat media sosial, Dinda Nurhaliza, menyebut bahwa fenomena ini menunjukkan betapa kuatnya pengaruh media digital terhadap persepsi publik.
Satu potongan video bisa langsung viral tanpa konteks lengkap. Mungkin mereka bernyanyi dengan maksud positif, tapi framing publik bisa berbeda, jelasnya.
📱 Viral di Medsos: Dari Meme hingga Parodi
Tak berhenti di situ, lagu Mau Jadi Apa Indonesia Tanpa Santri bahkan menjelma menjadi meme dan bahan parodi di TikTok. Banyak pengguna membuat versi remix atau parodi humor dari lirik tersebut, baik untuk hiburan maupun kritik sosial.
Meski lucu, beberapa pihak mengingatkan agar publik tidak memperkeruh suasana dengan menjadikan hal sensitif seperti ini sebagai bahan candaan.
🤠Seruan untuk Kedamaian dan Klarifikasi
Di tengah polemik ini, sejumlah tokoh pesantren menyerukan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi. Mereka mengajak semua pihak untuk melihat persoalan ini dengan kepala dingin dan tetap menjaga nama baik pesantren sebagai lembaga pendidikan moral bangsa.
Santri harus tetap menjadi contoh akhlakul karimah. Kalau marah, sampaikan dengan cara yang santun. Dunia digital itu luas, tapi jejak digital lebih luas lagi, kata salah satu pengasuh pondok pesantren di Kediri.
Pihak pengelola acara Xpose Uncensored sendiri sebelumnya sudah menyatakan permintaan maaf resmi dan berjanji untuk tidak menayangkan konten serupa yang bisa menyinggung institusi keagamaan.
🧩 Refleksi: Belajar dari Kasus Ini
Kisah viral santri yang menyanyikan Mau Jadi Apa Indonesia Tanpa Santri sebenarnya bisa menjadi bahan refleksi bagi semua pihak.
-
Bagi santri dan lembaga pesantren, penting untuk menyampaikan aspirasi dengan cara yang tetap mencerminkan nilai-nilai luhur Islam penuh etika, sopan, dan damai.
-
Bagi media, peristiwa ini bisa menjadi pengingat untuk berhati-hati dalam menayangkan konten yang menyangkut institusi keagamaan.
-
Bagi publik dan warganet, peristiwa seperti ini sebaiknya disikapi dengan bijak tidak ikut menyebar hoaks, menambah bumbu provokatif, atau memperkeruh situasi dengan komentar yang tidak membangun.
Ϭ Kesimpulan
Viralnya video santri yang menyanyikan Mau Jadi Apa Indonesia Tanpa Santri memang menimbulkan pro dan kontra. Di satu sisi, lagu itu merupakan bentuk semangat dan kebanggaan santri terhadap kontribusinya bagi bangsa. Namun di sisi lain, cara penyampaian yang kurang tepat membuat pesan positifnya jadi salah tafsir.
Yang dibutuhkan sekarang bukan saling menyalahkan, melainkan dialog dan klarifikasi agar semangat kebangsaan dan religiusitas tetap berjalan beriringan. Karena pada akhirnya, Indonesia tidak hanya dibangun oleh santri tetapi oleh seluruh anak bangsa yang bekerja sama menjaga persatuan dan kehormatan negeri ini. 🇮🇩
Ikuti berita viral dari Redaksiku di Follow Sosial Media Redaksiku : Facebook, Instagram, Tiktok, X, Youtube, Pinterest






