Redaksiku.com – Pelatih kepala PSS Sleman, Pieter Huistra, mengungkapkan rasa kekecewaannya yang mendalam setelah tim berjuluk Super Elang Jawa itu harus pulang dengan tangan hampa dari lawatan mereka ke markas Bali United. Pertandingan ketat yang tersaji di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, pada Jumat, 4 September 2026, tersebut harus berakhir dengan skor tipis 2-1 untuk kemenangan tuan rumah.
Hasil minor ini membuat PSS gagal mendulang poin penting di kandang lawan. Huistra menilai bahwa jalannya pertandingan sebenarnya diwarnai oleh berbagai situasi krusial yang tidak memihak kepada skuad asuhannya, terutama dalam hal keberuntungan di atas lapangan hijau.
Dua Momen Penentu di Laga Bali United vs PSS
Dalam analisis pasca-pertandingan, juru taktik asal Belanda tersebut menyoroti dua insiden utama yang dinilai sangat merugikan timnya. Menurutnya, aspek non-teknis seperti faktor nasib turut memegang peranan besar dalam kekalahan tipis tim tamu di Pulau Dewata.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bali United membuka keunggulan menjelang akhir babak pertama melalui eksekusi penalti yang sukses dieksekusi oleh Teppei Yachida pada menit ke-40. Memasuki babak kedua, skuad Serdadu Tridatu kembali memperlebar jarak lewat gol yang dicetak oleh Queven pada menit ke-67.
Ketinggalan dua gol tanpa balas membuat PSS harus bekerja ekstra keras di sisa waktu pertandingan.
“Kami tentu berharap bisa mendapatkan hasil yang lebih baik. Saya pikir kami sedikit tidak beruntung, terutama dalam situasi penalti,” ujar Huistra menjelaskan jalannya laga yang penuh ketegangan tersebut.
“Saya bahkan bisa mengatakan kami benar-benar sangat tidak beruntung. Kemudian, gol kedua juga terjadi karena kesalahan dari pemain kami sendiri,” imbuhnya dengan nada menyayangkan.
Perjuangan Akhir dan Sinyal Positif dari Super Elang Jawa
Kendati tertinggal dua gol, PSS Sleman menolak untuk menyerah begitu saja di hadapan pendukung tuan rumah. Tim tamu terus berupaya membongkar lini pertahanan Bali United dengan melancarkan berbagai variasi serangan demi memperkecil ketertinggalan di sisa waktu pertandingan.
Usaha pantang menyerah tersebut akhirnya membuahkan hasil pada masa injury time babak kedua. Penyerang andalan PSS, Melvyn Lorenzen, sukses mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-90+6 untuk mengubah kedudukan menjadi 2-1.
Sayangnya, gol tersebut tercipta di penghujung laga sehingga durasi pertandingan yang tersisa tidak lagi cukup bagi Super Elang Jawa untuk mencari gol penyama kedudukan. Peluit panjang pengadil lapangan pun mengakhiri duel dengan keunggulan tetap di pihak tuan rumah.
Meskipun menelan kekalahan, Huistra tetap memberikan apresiasi tinggi terhadap mentalitas bertanding anak asuhnya. Ia melihat adanya karakter kuat yang ditunjukkan para pemain setelah berada dalam posisi tertekan sejak pertengahan babak kedua.
“Namun, ada hal positif yang bisa kami ambil. Setelah tertinggal 0-2, kami tidak berhenti bermain,” ungkap pelatih berpengalaman itu dengan penuh penekanan.
“Kami tetap berusaha, terus mencoba, dan mencari cara untuk kembali ke pertandingan. Pada akhirnya, kami berhasil mencetak gol yang bagus, tetapi sayangnya gol tersebut datang terlalu terlambat,” tambahnya.
Persiapan Menghadapi Madura United di Sleman
Kekalahan di Gianyar kini resmi menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan oleh jajaran pelatih PSS Sleman. Waktu pemulihan yang singkat menuntut tim untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh sebelum melakoni partai kandang berikutnya di hadapan publik sendiri.
Jadwal padat sudah menanti Super Elang Jawa yang akan segera mengalihkan fokus penuh ke pertandingan kandang akhir pekan depan. Madura United FC dijadwalkan menjadi lawan tangguh selanjutnya bagi PSS di Stadion Maguwoharjo, Sleman, pada Sabtu, 12 September 2026.
Manajemen dan tim pelatih tentu menuntut para pemain untuk segera bangkit dari kekecewaan ini. Kemenangan di kandang sendiri menjadi harga mati agar kegagalan membawa pulang poin dari markas Bali United tidak berdampak negatif pada moral bertanding tim di laga-laga lanjutan kompetisi.
Pertanyaan Umum
Mengapa Pieter Huistra merasa kecewa dengan hasil pertandingan melawan Bali United?
Huistra kecewa karena timnya harus pulang tanpa poin akibat situasi penalti yang dianggap kurang beruntung serta adanya gol kedua yang lahir dari kesalahan pemain sendiri.
Siapa pencetak gol untuk PSS Sleman pada pertandingan di Stadion Kapten I Wayan Dipta?
Gol semata wayang PSS Sleman dicetak oleh penyerang Melvyn Lorenzen pada menit ke-90+6 di penghujung pertandingan.
Kapan dan di mana pertandingan selanjutnya akan dilakoni oleh PSS Sleman?
PSS Sleman akan melakoni laga kandang menjamu Madura United FC di Stadion Maguwoharjo, Sleman, pada Sabtu, 12 September 2026.
Ringkasan
Pelatih PSS Sleman, Pieter Huistra, kecewa setelah timnya kalah tipis 2-1 dari Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta pada 4 September 2026 akibat keputusan penalti dan kesalahan sendiri. Meskipun sempat mencetak gol balasan lewat Melvyn Lorenzen pada menit ke-90+6, PSS gagal membawa pulang poin dan selanjutnya akan menjamu Madura United pada 12 September 2026.






