Novel : Petaka Sebuah Janji (Part 10)

- Penulis

Kamis, 26 September 2024 - 10:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Novel : Petaka Sebuah Janji (Part 10)

Sikap Toni yang terus menunda untuk mengatur ulang rencana pernikahannya membuat Erlika geram. Alasannya hanya sibuk, sibuk dan sibuk pekerjaan kantor. Toni memang tidak mengatakan tentang adanya perjanjian dengan istrinya. Dia hanya memberitahu kalau mereka tidak tinggal dalam satu atap. Erlika diminta untuk tidak membocorkan masalah ini.

Memang nggak ada waktu luang sedikitpun? tanyanya suatu kali.

Toni hanya menjawab dengan gelengan penuh keraguan. Kepastian jawaban tetap mengambang. Erlika nekat mengambil jalan pintas untuk menjebak Toni. Bibirnya menyeringai teringat cara menjerat laki-laki yang diajarkan sahabat SD-nya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jadi dulu Lik Nardi nglamar kamu karena kamu hamil? Rilah mengangguk.

Kalau nggak begitu Kang Rizal terus nggantung rencana menikahiku. Nyatanya langit merestui. Saat kami pulang dari tempat kawannya, di tengah sawah hujan lebat turun. Kami meneduh di gubuk kosong. Di situlah kejadiannya. Kami ketagihan sampe aku hamil, cerita Rilah dengan wajah memerah. Erlika diam mematung. Dia bingung bagaimana mengawalinya.

Rilah, aku bingung mulainya. Maksudku mengajak mas Toni mmm mulainya itu lho. Kamu kan pergi sama kang Rizal. Mas Toni sekarang jarang berada di sini.

Berpura-puralah sakit, Lika. Dia pasti datang mengkhawatirkan keadaanmu. Selanjutnya aturlah sendiri. Kau yang tau bagaimananya tunanganmu itu!

Akan kucoba, jawab Erlika mantab. Rilah tolong jangan crita apapun. Aku menyesal masalah postingan itu! Doakan aku, ya, pintanya sambil tersenyum lebar.

Erlika semangat untuk meniru cara Rilah. Sama sekali tak dipikirkan nama baik pasangannya yang seorang Dirut beken. Dia hanya ingin melancarkan rencana pernikahannya. Menurut hasil pemikirannya, jika dia hamil, calon mertuanya pasti akan merestuinya.

Mata Erlika membulat, melihat Toni bangkit dari rebahan. Dia tak mampu mencegahnya. Dengan segera tangannya meraih tangan Toni, lalu menatap penuh harap.

Jangan pulang sampai aku tertidur ya, Mas, pintanya manja.

Melihat tatapan netra kekasihnya dan dorongan rasa kangen yang belum tuntas, Toni tidak tega meninggalkannya. Kemudian, Toni kembali merebahkan diri menghadap kekasihnya. Tonjolan laring di lehernya naik turun. Dia mengelus sepenuh hati kepala pujaan hatinya, lalu menepuk lembut pipinya.

Cepatlah tidur, aku lelah sekali. Baru tadi sore berangkat dari Semarang, pintanya.

Tapi banyak cerita yang belum kusampaikan.

Toni tidak menjawab. Dibiarkannya kekasih hatinya itu berceloteh. Karena lelah, Toni mulai mengantuk. Celoteh kekasihnya seperti nyanyian pengantar tidur. Toni pun terlelap.

Erlika menyingkap selimut, bangun perlahan sambil tersenyum. Tubuhnya tampak sempurna dalam balutan lingerie merah cerah, kontras dengan kulit putihnya. Seperti manekin yang memesona siapapun yang melihatnya.

Kedua mata Erlika berkilat, bibirnya menyeringai penuh kemenangan. Matanya melahap seraut wajah maskulin milik Toni yang terlelap. Seperti patung dewa yunani hasil pahatan seorang Maestro.

Sambil menahan gelora di dada, jari lentiknya menelusuri hidung mancung Toni, lalu turun sampai ke bibir. Jarinya dia kecup lalu ditempel di bibir Toni. Perlahan jarinya bertualang hingga ke perut. Dengan hati-hati mengangkat tangan Toni menaruh ke dadanya. Jantungnya berdegup kencang berkejaran serasa mau copot. Napasnya sedikit memburu.

Toni terbangun kaget, menarik tangan yang digenggam kekasihnya. Melebarkan mata kantuknya menatap gadisnya yang setengah telanjang. Sepasang gunung kembar membayang sempurna dari lingerie tipis menerawang, mengusik nafsu kelelakiannya. Dengan manja Erlika memeluk dan melumat bibir kekasihnya penuh nafsu. Toni terseret arus liar menimbulkan sensasi kenikmatan.

Keduanya berpagutan dengan nafsu yang panas membara. Lenguhan Erlika seperti api yang membakar gairah asmara yang merasuki jiwa keduanya. Kehendak nafsu asmara berkobar semakin membesar oleh kipasan iblis. Di luar kamar keadaan sunyi. Kedua orang tua Erlika telah tenggelam dalam mimpi indahnya.

Dorongan nafsu yang menuntut terpuaskan, Toni mulai melucuti lingerie seksi Erlika. Sejak tadi Erlika telah melepas kancing baju tunangannya. Gesekan kulit tanpa batasan membawa keduanya serasa terbang ke langit dan mendarat di awan nan empuk. Kesejukan dan semilir angin iblis yang membawa serta gairah asmara, membuat keduanya lupa daratan.

Diayun dan dilambungkan ke puncak gairah nafsu saling menyesap nikmatnya tubuh pasangannya, Toni melorotkan celananya. Akal sehatnya hilang, terbakar nafsu birahi. Di puncak gairah yang menyesatkan, tetiba kumandang azan dari masjid bergema, Toni tersadar. Azan subuh menyelamatkannya.

Astaghfirullah, Lika! Apa yang kau lakukan padaku? Kkau ¦ kau mau menjebakku? kata Toni lirih dan tegas, sambil mengatur napasnya yang memburu.

Toni segera bangkit dari tubuh Erlika lalu merapikan celananya. Melantun istighfar berkali-kali sambil mengatur napas, meredakan gejolak nafsu yang meradang. Toni benar-benar merasa terpukul. Erlika menarik selimut menutupi tubuhnya.

Selesai membenahi busananya, dengan kemarahan yang memuncak, kedua netranya merah membara, Toni menyengkram kedua bahu kekasihnya. Erlika duduk gemetar sambil memegangi selimut di dadanya, dia takut sekaligus kecewa. Air mata meluncur dari sudut-sudut matanya.

Kau tahu apa akibatnya? Namaku akan hancur dan selamanya kita tak akan pernah bertemu! Jika kau hamil, orang tuaku tak akan percaya, mereka tidak akan memberitahu di mana aku dibuang! semprot Toni sambil mendecih.

Belum puas kau mempermalukanku dengan postingan waktu itu? Atau kau ingin menghancurkanku? Siapa orang di belakangmu, hah? Kau benar-benar bodoh! sembur Toni berapi-api.

Mamaafkan aku, Mas. Aaku hanya tatakut kehilangan Mas Toni, kata Erlika tergagap-gagap, sungguh, tidak ada yang menyuruhku!

Kalau begitu, kau tidak memercayaiku? Kau tidak yakin dengan cintaku?

Erlika terdiam, dia tidak berani menjawab. Dia berusaha menahan isakan. Dia hanya bisa pasrah, jika Toni akan membatalkan pertunangannya. Dengan kasar Toni pergi sambil membanting pintu. Beberapa saat kemudian terdengar suara mobil pergi meninggalkan decitan ban.

***

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Cara Ikut Upacara Kemerdekaan di Istana 17 Agustus 2026, Syarat dan Link Pendaftaran
Sanghyeon ALPHA DRIVE ONE Jalani Operasi Pita Suara, WAKEONE Ungkap Kondisi Terbarunya
Sinopsis Reborn Rookie, Drama Korea Fantasi dengan Plot Tak Terduga yang Bikin Penasaran
Festival Teman Tulus 2026, Jadwal, Line Up, Tiket, dan Fakta Konser Musik
Miss Supranational 2026 Jadi Sorotan, Ini Jadwal, Peserta, dan Fakta Kontes Kecantikan Dunia
Larissa Chou Terbaru, Profil, Perjalanan Hidup, dan Aktivitas Terkini
Seindah Masa Remaja Jadi Sorotan, Sinopsis, Pemain, dan Fakta Terbaru Series Romantis Indonesia
Kanye West Jakarta Jadi Sorotan, Kabar Kedatangan Ye ke Indonesia dan Fakta Terbarunya

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 15:19 WIB

Cara Ikut Upacara Kemerdekaan di Istana 17 Agustus 2026, Syarat dan Link Pendaftaran

Selasa, 4 Agustus 2026 - 15:20 WIB

Sanghyeon ALPHA DRIVE ONE Jalani Operasi Pita Suara, WAKEONE Ungkap Kondisi Terbarunya

Selasa, 4 Agustus 2026 - 13:45 WIB

Sinopsis Reborn Rookie, Drama Korea Fantasi dengan Plot Tak Terduga yang Bikin Penasaran

Senin, 3 Agustus 2026 - 10:12 WIB

Festival Teman Tulus 2026, Jadwal, Line Up, Tiket, dan Fakta Konser Musik

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 11:34 WIB

Miss Supranational 2026 Jadi Sorotan, Ini Jadwal, Peserta, dan Fakta Kontes Kecantikan Dunia

Berita Terbaru

Polres Barru menggelar Serah Terima Jabatan (Sertijab) delapan pejabat utama dan kapolsek jajaran. Rotasi ini menjadi bagian dari penyegaran organisasi untuk memperkuat profesionalisme serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Internasional

Sertijab Polres Barru, Kapolres Dorong Pelayanan kepada Masyarakat

Kamis, 6 Agu 2026 - 21:17 WIB