Redaksiku.com – PT Indointernet Tbk melalui anak usahanya, PT Digital Gayana Ekaprana atau DGE, resmi memperoleh fasilitas kredit senilai US$ 530,2 juta dari konsorsium 11 lembaga keuangan pada 2 September 2026 di Jakarta.
Pembiayaan jumbo ini ditujukan untuk memperkuat ekspansi bisnis pusat data atau data center guna merespons lonjakan kebutuhan infrastruktur digital di Tanah Air.
Corporate Secretary Indointernet Jennifer Tiurland menjelaskan bahwa dana tersebut akan dialokasikan sepenuhnya untuk pengembangan proyek infrastruktur digital DGE.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Fasilitas pembiayaan sebesar US$ 530,2 juta ini melibatkan konsorsium 11 lembaga keuangan domestik dan internasional dengan tenor pinjaman mencapai lima tahun.
Skema bunga yang disepakati menggunakan tingkat Term Secured Overnight Financing Rate ditambah margin 2,5% hingga 2,6%. Sebagai bagian dari perjanjian, proyek pusat data serta saham DGE dijaminkan kepada kreditur.
Konsorsium pemberi pinjaman meliputi lembaga keuangan besar seperti Bangkok Bank, MUFG Bank, hingga Bank CIMB Niaga. Transaksi ini dikategorikan sebagai transaksi material dan afiliasi karena nilainya melebihi 50% dari total ekuitas perseroan.
Analisis Prospek dan Kewajiban Finansial
Analis pasar modal mencatat bahwa banjir kredit jumbo ke emiten infrastruktur digital menjadi katalis positif bagi ekspansi sektor teknologi. Namun, investor tetap perlu mencermati tingkat leverage dan kemampuan aset dalam menghasilkan EBITDA.

Bagi Indointernet, keberhasilan proyek pusat data ini sangat krusial untuk menopang kewajiban pembayaran pokok dan bunga secara periodik. Arus kas yang stabil dari operasional data center akan menjadi penentu utama kelangsungan finansial anak usaha tersebut.
Manajemen memastikan tidak ada benturan kepentingan dalam proses perolehan fasilitas pinjaman ini. Ketentuan pembatasan operasional juga telah disepakati demi menjaga kesehatan finansial debitur selama masa tenor kredit.
Fasilitas kredit ini dibarengi dengan sejumlah pembatasan operasional bagi DGE, termasuk larangan pengalihan aset dan pembentukan entitas baru tanpa persetujuan kreditur.
Dengan tambahan pendanaan masif ini, posisi Indointernet di industri penyedia layanan digital semakin diperhitungkan. Permintaan terhadap kapasitas penyimpanan data yang terus meningkat diyakini mampu menyerap ekspansi fasilitas baru tersebut.
Pertanyaan Umum
Apa tujuan utama perolehan kredit jumbo oleh Indointernet?
Dana tersebut digunakan untuk mendanai pengembangan proyek pusat data atau data center melalui anak usaha mereka, PT Digital Gayana Ekaprana.
Siapa saja yang tergabung dalam konsorsium pemberi pinjaman?
Pembiayaan ini melibatkan 11 lembaga keuangan termasuk bank lokal dan internasional seperti Bangkok Bank, MUFG Bank, serta Bank CIMB Niaga.
Apakah transaksi pinjaman ini memerlukan persetujuan RUPS?
Berdasarkan ketentuan yang berlaku, transaksi ini tidak memerlukan persetujuan RUPS maupun penilai independen karena merupakan fasilitas pinjaman langsung dari lembaga keuangan.
Ringkasan
PT Indointernet Tbk (EDGE) melalui anak usahanya meraih kredit US$ 530 juta dari konsorsium bank untuk ekspansi bisnis pusat data di Indonesia.





