Heboh Lagi! Ditemukan Ulat di Menu MBG Bangkalan, Pihak Dapur Klarifikasi: Jenisnya Aman Dikonsumsi dan Kaya Protein

- Penulis

Jumat, 31 Oktober 2025 - 13:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Heboh Lagi! Ditemukan Ulat di Menu MBG Bangkalan, Pihak Dapur Klarifikasi: Jenisnya Aman Dikonsumsi dan Kaya Protein

Heboh Lagi! Ditemukan Ulat di Menu MBG Bangkalan, Pihak Dapur Klarifikasi: Jenisnya Aman Dikonsumsi dan Kaya Protein

Redaksiku.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG Bangkalan) di Kabupaten Bangkalan, Madura, kembali menjadi bahan perbincangan publik setelah sebuah insiden tak terduga mencuat.

Dua ekor ulat ditemukan dalam menu MBG yang disajikan kepada siswa SMAN 1 Kamal pada Senin, 27 Oktober 2025. Temuan tersebut sontak menghebohkan media sosial dan menjadi viral di berbagai grup WhatsApp warga setempat.

Viral di Medsos, Kepala Sekolah Turun Tangan

Foto yang memperlihatkan dua ekor ulat dalam porsi sayur singkong itu menyebar luas, memicu berbagai reaksi masyarakat. Pihak sekolah pun segera mengambil langkah klarifikasi. Kepala SMAN 1 Kamal, Mohammad Sairi, membenarkan kabar tersebut setelah mendapat laporan resmi dari cabang dinas pendidikan.

Benar, Senin kemarin kami menerima laporan bahwa ada dua ekor ulat mati ditemukan di sayur singkong dalam satu porsi MBG, ujar Sairi saat dikonfirmasi pada Selasa (28/10/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meski demikian, Sairi menegaskan bahwa keberadaan ulat pada sayuran tidak serta-merta menunjukkan bahwa makanan tersebut berbahaya. Sebaliknya, hal itu bisa menjadi indikasi bahwa bahan pangan yang digunakan tidak tercemar pestisida berlebihan.

Kalau ada ulat di sayur, justru menandakan sayurnya masih alami dan sehat. Hanya saja, mungkin petugas yang mencuci kurang teliti hingga ada yang tertinggal. Lain cerita kalau ulatnya ditemukan di bahan berbasis daging, jelasnya.

Penjelasan dari Pihak Dapur MBG

Klarifikasi juga datang dari Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gili Timur, Diandra Dieva Pertiwi, yang membenarkan adanya temuan tersebut. Setelah dilakukan pemeriksaan, diketahui bahwa ulat yang ditemukan merupakan jenis Samia Cynthia Ricini, sejenis ulat sutera liar yang sebenarnya aman dikonsumsi dan tinggi protein.

Ulat itu ditemukan hanya pada satu wadah makanan dan belum sempat dikonsumsi. Begitu laporan masuk, kami langsung menarik semua porsi terkait dan menggantinya dengan menu baru, ungkap Diandra pada Rabu (29/10/2025).

Meski menegaskan bahwa jenis ulat tersebut tidak berbahaya, Diandra tetap mengakui adanya kelalaian kecil dalam proses pembersihan sayur sebelum diolah. Namun ia menegaskan, semua prosedur pengolahan di dapur SPPG telah mengikuti standar keamanan pangan yang berlaku nasional.

Sayur diperiksa terlebih dahulu, kemudian direndam air garam dan dibilas dengan air mengalir dua kali. Setelah itu, dilakukan perebusan dua kali pada suhu tinggi. Prosedur kami sebenarnya sudah sesuai standar, ujarnya.

Sebagai langkah antisipatif, pihak dapur memutuskan untuk meniadakan penggunaan daun singkong sementara waktu, sambil memperketat tahapan pemeriksaan bahan baku sebelum dimasak.

Heboh Lagi! Ditemukan Ulat di Menu MBG Bangkalan, Pihak Dapur Klarifikasi: Jenisnya Aman Dikonsumsi dan Kaya Protein
Heboh Lagi! Ditemukan Ulat di Menu MBG Bangkalan, Pihak Dapur Klarifikasi: Jenisnya Aman Dikonsumsi dan Kaya Protein 1

Bukan Kasus Pertama di Program MBG Bangkalan

Kasus ulat di menu MBG kali ini bukanlah insiden pertama yang menimpa program unggulan tersebut. Sejak pertengahan September 2025, MBG Bangkalan memang beberapa kali diterpa persoalan terkait kebersihan dan kualitas makanan.

Pada 16 September 2025, ribuan porsi makanan MBG ditarik dari sejumlah sekolah setelah warga melaporkan bau amis pada lauk yang disajikan. Beberapa hari kemudian, warga kembali dihebohkan dengan temuan belatung dalam menu MBG di SDN Bumi Anyar 1 dan SD Paseseh 1, Kecamatan Tanjung Bumi. Bahkan, sebuah video memperlihatkan ulat merayap di dinding food tray viral di media sosial pada 23 September 2025.

Berbagai kejadian ini membuat Satgas MBG Pemerintah Kabupaten Bangkalan turun tangan. Mereka memanggil pihak pengelola dapur SPPG untuk memberikan klarifikasi dan melakukan evaluasi menyeluruh.

Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa kasus belatung disebabkan oleh lalat yang bertelur, sedangkan ulat muncul karena pencucian sayur yang tidak sempurna, jelas Bambang, Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Bangkalan.

Ia menambahkan, sejak kejadian-kejadian tersebut, pihaknya terus memperbaiki prosedur operasional standar (SOP) di dapur penyedia MBG.

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hamidah Rachmayanti Ceritakan Putri dan Suami Nyaris Terseret Ombak di Bali
Ternyata Ini Alasan Kepala Badan Gizi Nasional Nanik Deyang Mengundurkan Diri
Berita Terbaru BGN: Kepala Mundur di Tengah Pemangkasan Anggaran dan Evaluasi Program MBG
Irigasi Rusak, Petani di Barru Terancam Gagal Panen, Firdaus Permadi: Jangan Cuma Janji!
Penipuan Daring Makin Marak, OJK Catat Lebih dari 608 Ribu Kasus
Aturan Baru! WNA yang Ingin Jadi WNI Wajib Bayar Rp75 Juta untuk Naturalisasi
Wah, Ternyata! Penimbunan Solar Subsidi di Barru Berujung Penjara
Contoh Laporan MPLS Terbaru 2026 yang Lengkap dan Praktis, Bisa Dijadikan Referensi
Diskusi Pembaca

Jadilah yang pertama berkomentar

Bagikan tanggapan Anda secara santun. Komentar yang relevan membuat diskusi lebih bermanfaat.

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 12:40 WIB

Hamidah Rachmayanti Ceritakan Putri dan Suami Nyaris Terseret Ombak di Bali

Rabu, 22 Juli 2026 - 09:38 WIB

Ternyata Ini Alasan Kepala Badan Gizi Nasional Nanik Deyang Mengundurkan Diri

Rabu, 22 Juli 2026 - 08:25 WIB

Berita Terbaru BGN: Kepala Mundur di Tengah Pemangkasan Anggaran dan Evaluasi Program MBG

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:31 WIB

Irigasi Rusak, Petani di Barru Terancam Gagal Panen, Firdaus Permadi: Jangan Cuma Janji!

Selasa, 21 Juli 2026 - 12:15 WIB

Penipuan Daring Makin Marak, OJK Catat Lebih dari 608 Ribu Kasus

Berita Terbaru