Geger! Stadion GBLA Dirusak Oknum Bobotoh Usai Persib Bandung Raih Juara di Liga 1, Polisi Gerak Cepat Tangkap Pelaku

- Penulis

Selasa, 27 Mei 2025 - 18:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Polres Bandung tangkap suporter usai Persib Bandung yang rusak Stadion GBLA hingga picu amarah warganet. (Foto: Instagram @lambe_turah)

Polres Bandung tangkap suporter usai Persib Bandung yang rusak Stadion GBLA hingga picu amarah warganet. (Foto: Instagram @lambe_turah)

Persib Bandung sukses meraih gelar juara Liga 1 Indonesia musim 2024/2025, namun suasana kemenangan berubah menjadi kekacauan yang memalukan.

Perayaan yang seharusnya berlangsung meriah justru diwarnai dengan aksi perusakan fasilitas Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) oleh oknum suporter.

Insiden ini tidak hanya menimbulkan kerugian besar, tapi juga mencoreng citra Persib Bandung di mata publik dan pecinta sepak bola nasional.

Kronologi Perusakan Stadion GBLA Usai Persib Bandung Raih Kemenangan

Polres Bandung tangkap suporter usai Persib Bandung yang rusak Stadion GBLA hingga picu amarah warganet. (Foto: Instagram @lambe_turah)
Geger! Stadion GBLA Dirusak Oknum Bobotoh Usai Persib Bandung Raih Juara di Liga 1, Polisi Gerak Cepat Tangkap Pelaku

Kemenangan Persib Bandung yang seharusnya dirayakan secara tertib berubah menjadi peristiwa memilukan saat sekelompok suporter merusak berbagai fasilitas di Stadion GBLA.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kejadian ini terjadi pada Sabtu malam, 24 Mei 2025, beberapa saat setelah klub asal Bandung itu mengamankan gelar juara.

Dalam berbagai video yang beredar di media sosial, terlihat para pendukung mencabut rumput stadion, memotong jaring gawang, bahkan mencopot dan membawa tiang gawang sebagai bentuk euforia yang kebablasan.

Aksi tersebut langsung menuai kecaman dari banyak pihak, termasuk tokoh masyarakat dan pemerhati sepak bola.

Mereka menilai bahwa tindakan tersebut sangat tidak mencerminkan semangat sportivitas dan rasa bangga yang seharusnya dijunjung tinggi oleh suporter Persib Bandung.

Pihak keamanan yang bertugas di stadion sempat kewalahan mengendalikan massa yang bergerak liar dan tidak terkendali.

Akibatnya, beberapa bagian stadion mengalami kerusakan serius, mulai dari rumput lapangan yang tercabut hingga perlengkapan pertandingan yang hilang.

Peristiwa ini memperlihatkan bahwa euforia yang tidak terkendali bisa berubah menjadi bentuk kerusakan yang mencoreng kemenangan.

Persib Bandung pun menjadi sorotan bukan karena prestasinya, melainkan karena insiden memalukan yang terjadi setelah pertandingan usai.

Pihak Kepolisian Bertindak Tegas terhadap Pelaku Vandalisme

Kapolrestabes Bandung, Kombes Budi Sartono, mengonfirmasi bahwa telah ada satu orang yang diamankan terkait perusakan stadion tersebut.

Tersangka masih dalam proses pemeriksaan intensif dan tidak menutup kemungkinan akan ada pelaku lain yang menyusul ditangkap.

Ia menyatakan bahwa tindakan tegas akan diambil terhadap siapa pun yang terbukti terlibat dalam tindakan merusak fasilitas umum, apalagi dilakukan saat momen penting seperti perayaan gelar juara Persib Bandung.

Langkah ini menjadi bentuk komitmen aparat dalam menjaga ketertiban serta menghormati infrastruktur publik yang dibangun dengan dana rakyat.

Lebih lanjut, Kombes Budi juga mengimbau agar masyarakat dan para suporter Persib Bandung merayakan keberhasilan tim kebanggaan mereka dengan cara yang beretika dan tidak merugikan orang lain.

Menurutnya, kemenangan tim seharusnya membawa kebanggaan, bukan justru menyisakan kerusakan dan rasa malu.

Pihak kepolisian juga sedang melacak identitas suporter lain yang terekam kamera saat melakukan aksi vandalisme di dalam stadion.

Masyarakat dan Warganet Kutuk Tindakan Oknum Suporter Persib Bandung

Reaksi keras pun datang dari berbagai kalangan masyarakat, terutama para pecinta sepak bola yang merasa kecewa atas insiden ini.

Melalui media sosial, warganet mengecam keras aksi brutal sebagian suporter Persib Bandung yang dinilai sangat tidak menghormati perjuangan tim.

Mereka mengingatkan bahwa stadion seperti GBLA bukan hanya milik klub, tapi juga menjadi kebanggaan warga Bandung dan Jawa Barat.

Tindakan merusak fasilitas umum setelah menang justru menunjukkan kurangnya rasa tanggung jawab sebagai bagian dari komunitas pendukung.

Beberapa tokoh masyarakat bahkan menyarankan adanya larangan masuk stadion bagi suporter yang terbukti melakukan kerusakan, sebagai efek jera dan pelajaran.

Sejumlah akun komunitas Persib Bandung pun ikut menyuarakan kekecewaan mereka atas ulah oknum yang mencoreng nama besar klub.

Banyak dari mereka berharap agar insiden ini menjadi yang terakhir dan ada langkah konkret dari manajemen klub untuk memberi edukasi kepada para suporter.

Aksi seperti ini bukan hanya mempermalukan Persib Bandung, tapi juga mengundang stigma negatif terhadap seluruh bobotoh yang selama ini dikenal loyal dan penuh semangat.

Momen Kemenangan Persib Bandung Seharusnya Menjadi Kebanggaan, Bukan Bencana

Dalam konteks perayaan olahraga, kemenangan adalah momen yang penuh emosi dan kebanggaan, namun tetap harus dibarengi dengan sikap bijak.

Euforia yang tidak dibatasi oleh etika akan berubah menjadi bencana, sebagaimana yang terjadi pasca kemenangan Persib Bandung di GBLA.

Pihak manajemen Persib diharapkan segera mengambil tindakan tegas kepada siapa pun yang terlibat, dan memberikan pesan moral bahwa perayaan kemenangan tidak boleh dibarengi dengan tindakan anarki.

Pembinaan terhadap suporter menjadi langkah penting agar ke depannya semangat mendukung Persib Bandung tetap berjalan dalam koridor yang sehat dan sportif.

Karena pada akhirnya, citra klub tidak hanya ditentukan oleh performa di lapangan, tapi juga oleh perilaku pendukungnya.***

Follow Sosial Media Redaksiku : FacebookInstagramTiktokXYoutubePinterest

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Anthropic Ungkap Penyalahgunaan AI Claude untuk Kejahatan Siber
PLN Operasikan Jaringan 150 kV Subang Baru untuk Pasokan Listrik
OpenAI Pertimbangkan Perlambat Pengembangan AI demi Keamanan
Kanselir Sekolah NYC Kamar Samuels Janjikan Reformasi di Tengah Skandal
Prakiraan Cuaca Bandung Hari Ini, Minggu 13 September 2026
Studi DNA Ungkap Hubungan Kekerabatan Hiu Putih Besar
Nasdaq Masuk ke Dunia Blockchain: Langkah Strategis Tokenisasi Aset
Shin Ji Su Umumkan Rencana Pernikahan dengan Pasangan asal Hong Kong

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 09:00 WIB

Anthropic Ungkap Penyalahgunaan AI Claude untuk Kejahatan Siber

Minggu, 13 September 2026 - 08:48 WIB

PLN Operasikan Jaringan 150 kV Subang Baru untuk Pasokan Listrik

Minggu, 13 September 2026 - 07:45 WIB

OpenAI Pertimbangkan Perlambat Pengembangan AI demi Keamanan

Minggu, 13 September 2026 - 07:07 WIB

Kanselir Sekolah NYC Kamar Samuels Janjikan Reformasi di Tengah Skandal

Minggu, 13 September 2026 - 07:02 WIB

Prakiraan Cuaca Bandung Hari Ini, Minggu 13 September 2026

Berita Terbaru

Dua lampu bertenaga surya di makam keluarga Vidi Aldiano di TPU Tanah Kusir dilaporkan hilang dicuri.

Life Style

Dua Lampu Panel Surya di Makam Keluarga Vidi Aldiano Dicuri

Minggu, 13 Sep 2026 - 08:41 WIB

Koei Tecmo memutuskan untuk mengurangi konten kostum seksi dalam game Dead or Alive 6 Last Round.

Esports

Dead or Alive 6 Last Round Akan Kurangi Kostum Seksi

Minggu, 13 Sep 2026 - 08:24 WIB

KONI Kabupaten Sukabumi menyiapkan 509 anggota kontingen untuk berlaga di Porprov XV Jawa Barat 2026.

Olahraga

Target KONI Kabupaten Sukabumi di Porprov XV Jabar 2026

Minggu, 13 Sep 2026 - 08:15 WIB