Viral Guru Subang Gampar Siswa, Dinas Pendidikan Diminta Turun Tangan

- Penulis

Rabu, 5 November 2025 - 13:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Viral Guru Subang Gampar Siswa, Dinas Pendidikan Diminta Turun Tangan

Viral Guru Subang Gampar Siswa, Dinas Pendidikan Diminta Turun Tangan

Redaksiku.com – Kasus Viral Guru Subang Gampar Siswa kembali mengguncang dunia pendidikan tanah air. Sebuah video memperlihatkan perselisihan antara wali murid dan seorang guru bernama Rana Setiaputra di salah satu sekolah di Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Rekaman berdurasi singkat itu menampilkan perdebatan sengit di lingkungan sekolah yang kemudian menyebar cepat di berbagai platform media sosial.

Insiden Viral Guru Subang Gampar Siswa ini bermula ketika seorang wali murid mendatangi sekolah dengan emosi tinggi. Ia menuntut penjelasan karena anaknya diduga menjadi korban kekerasan fisik digampar oleh guru di depan teman-temannya.

Tidak hanya satu, kabarnya ada delapan siswa lain yang mengalami perlakuan serupa. Peristiwa ini sontak memantik perdebatan publik mengenai batas antara disiplin dan kekerasan dalam dunia pendidikan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kejadian Viral Guru Subang Gampar Siswa bukan sekadar konflik antara guru dan wali murid, melainkan cerminan persoalan sistemik yang terjadi di ruang pendidikan.

Tekanan psikologis guru, perilaku murid yang semakin sulit dikontrol, serta minimnya komunikasi antara pihak sekolah dan orang tua menjadi bom waktu yang akhirnya meledak di depan publik.

Viral Guru Subang Gampar Siswa Karena Tembok Sekolah Roboh

Insiden Viral Guru Subang Gampar Siswa bermula dari kasus sederhana yang kemudian membesar. Beberapa murid kedapatan memanjat tembok belakang sekolah hingga menyebabkan tembok tersebut roboh.

Guru Rana Setiaputra, yang menjadi pengajar di sekolah tersebut, mengaku telah berulang kali memberikan peringatan secara lisan. Namun, murid-murid tersebut disebut tidak mengindahkan teguran yang diberikan.

Dalam wawancaranya, Rana menjelaskan bahwa tindakannya merupakan “jalan terakhir” setelah berbagai upaya mendidik dengan pendekatan lembut tidak berhasil.

Ia menyebut murid-murid mulai melawan, bahkan menantang otoritas guru di kelas. Kalau diomongkan sudah tidak nurut, anak-anak sekarang sudah ngelunjak, ujarnya dalam video yang beredar.

Pernyataan ini memperlihatkan sisi emosional seorang guru yang kelelahan menghadapi murid-murid yang sulit dikendalikan.

Namun demikian, tindakan fisik dalam konteks Viral Guru Subang Gampar Siswa tetap memunculkan pertanyaan serius: sejauh mana seorang guru berhak menegakkan disiplin tanpa melanggar hak anak?

Reaksi Wali Murid dalam Kasus Viral Guru Subang Gampar Siswa

Tidak butuh waktu lama, video Viral Guru Subang Gampar Siswa mengundang reaksi keras dari para orang tua. Akun Instagram @mangdans_ yang mengaku sebagai ayah dari salah satu siswa korban, menuliskan protes terbuka terhadap tindakan sang guru.

Ia mengakui anaknya bersalah karena memanjat tembok sekolah, namun menolak keras bentuk kekerasan fisik sebagai metode mendidik.

Dalam unggahannya, ia menulis: Saya akui anak saya salah gara-gara manjat tembok sampai roboh, tapi saya tidak suka cara guru sudah pakai kekerasan. Dan bukan anak saya saja yang kena gampar, delapan anak kena.

Pernyataan ini menjadi titik panas dari Viral Guru Subang Gampar Siswa, memperluas diskusi publik tentang batas profesionalitas seorang pendidik di tengah tekanan moral dan sosial.

Perselisihan ini kemudian meluas ke ruang publik digital, memunculkan perdebatan antara dua kubu: mereka yang membela ketegasan guru dan mereka yang menolak segala bentuk kekerasan terhadap anak di lingkungan sekolah.

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

10 Contoh Cerita MPLS yang Berkesan, Singkat, Inspiratif, dan Penuh Makna
Kecamatan Menteng Jakarta Pusat Jadi Sorotan, Ini Fakta Terbaru Kawasan Elite Ibu Kota
15 Ciri Anak Autisme yang Perlu Diketahui Orang Tua Sejak Dini
20 Ide Menu Masakan dari Tahu yang Enak, Praktis, dan Bikin Nagih
Ada Photobooth Spiderman Gratis di M Bloc Space hingga 5 Agustus 2026, Cek Detail Lokasi, dan Cara Ikutnya
Hari Kebaya Nasional Diperingati Kapan? Simak Sejarah dan Maknanya bagi Indonesia
15 Rekomendasi Permainan Sensorik untuk Anak Autisme yang Seru dan Edukatif
Pasir Laut “Naik Kelas”, Dipakai Ratakan Proyek Kampung Nelayan Barru
Diskusi Pembaca

Jadilah yang pertama berkomentar

Bagikan tanggapan Anda secara santun. Komentar yang relevan membuat diskusi lebih bermanfaat.

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 08:29 WIB

10 Contoh Cerita MPLS yang Berkesan, Singkat, Inspiratif, dan Penuh Makna

Minggu, 26 Juli 2026 - 20:47 WIB

Kecamatan Menteng Jakarta Pusat Jadi Sorotan, Ini Fakta Terbaru Kawasan Elite Ibu Kota

Minggu, 26 Juli 2026 - 19:06 WIB

20 Ide Menu Masakan dari Tahu yang Enak, Praktis, dan Bikin Nagih

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:53 WIB

Ada Photobooth Spiderman Gratis di M Bloc Space hingga 5 Agustus 2026, Cek Detail Lokasi, dan Cara Ikutnya

Sabtu, 25 Juli 2026 - 18:12 WIB

Hari Kebaya Nasional Diperingati Kapan? Simak Sejarah dan Maknanya bagi Indonesia

Berita Terbaru