Redaksiku.com – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menginstruksikan evaluasi mendesak terhadap desain infrastruktur pejalan kaki di kawasan Gasibu, Kota Bandung, pada Kamis, 3 September 2026. Langkah cepat ini diambil setelah fasilitas trotoar yang baru selesai dibangun dinilai tidak ramah bagi warga dan justru memicu potensi kecelakaan. Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyoroti kontur fisik jalur pedestrian yang dinilai terlalu ekstrem.
Kawasan yang menjadi pusat perhatian khusus tersebut terletak di sepanjang Jalan Sentot Aliansyah–Surapati. Di lokasi ini, perbedaan ketinggian antara permukaan trotoar dan aspal badan jalan tergolong sangat signifikan. Situasi itu membuat para pejalan kaki kesulitan untuk naik atau turun jalur khusus tanpa harus mengambil risiko terpeleset.
Warga sekitar dan para pengguna jalan mengeluhkan ketiadaan akses landai yang memadai di titik-titik krusial. Kondisi tersebut dinilai tidak memenuhi standar universal design yang menjaminkan aksesibilitas bagi semua kalangan. Pemerintah daerah kini bergerak cepat untuk memanggil para perencana teknis guna merumuskan solusi perbaikan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Perbedaan elevasi yang ekstrem antara jalur pedestrian dan aspal jalan raya di kawasan Gasibu dinilai mengabaikan aspek keselamatan dasar publik.
Dampak Langsung pada Kelompok Rentan
Rancangan fasilitas publik yang tidak memperhitungkan faktor ergonomis ini langsung memukul mundur mobilitas warga lanjut usia. Para lansia yang sering memanfaatkan ruang terbuka Gasibu untuk berolahraga mengaku terpaksa berjalan di bahu jalan raya. Tindakan tersebut tentu saja membahayakan keselamatan jiwa mereka di tengah arus kendaraan yang padat.
Selain kelompok lanjut usia, sejumlah hambatan serupa turut dirasakan oleh penyandang disabilitas yang menggunakan kursi roda. Ketiadaan bidang miring atau ramp yang sesuai standar membuat mereka sama sekali tidak dapat mengakses jalur pedestrian tersebut secara mandiri. Situasi ini memicu kritik tajam dari berbagai lembaga pemerhati hak-hak disabilitas di Kota Bandung.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur publik tidak boleh hanya mengejar aspek estetika visual semata. Fungsi utama trotoar sebagai ruang aman bagi pejalan kaki harus ditempatkan sebagai prioritas mutlak dalam setiap perencanaan tata kota. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang diminta segera turun tangan ke lapangan.
Lebih dari 15 titik di sepanjang koridor Jalan Sentot Aliansyah–Surapati teridentifikasi memiliki selisih ketinggian berbahaya yang melampaui batas toleransi kenyamanan pejalan kaki.
Langkah Perbaikan dan Evaluasi Menyeluruh
Dinas terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah diperintahkan untuk membongkar bagian-bagian yang tidak memenuhi standar keamanan. Proses renovasi ulang ini dijadwalkan mulai dikerjakan pada pekan depan tanpa mengganggu arus lalu lintas utama. Anggaran perbaikan dialokasikan dari pos darurat pemeliharaan infrastruktur wilayah metropolitan.
Pemerintah juga membuka ruang partisipasi publik bagi masyarakat yang ingin melaporkan fasilitas serupa di titik lain Kota Bandung. Partisipasi warga dinilai penting untuk memastikan seluruh fasilitas publik benar-benar berfungsi secara optimal. Pengawasan ketat akan diberlakukan pada setiap proyek pembangunan trotoar berikutnya.
Proses pembongkaran dan penyesuaian ketinggian trotoar Gasibu akan berdampak pada rekayasa lalu lintas lokal secara berkala selama masa pengerjaan.
Berikut adalah beberapa fokus utama perbaikan infrastruktur pedestrian di kawasan Gasibu:
- Pembangunan bidang miring atau ramp aksesibilitas di setiap titik penyeberangan jalan.
- Penyesuaian elevasi permukaan trotoar agar sejajar dan mudah dijangkau dari badan jalan.
- Pemasangan ubin pemandu atau guiding block baru bagi penyandang tunanetra yang sempat terabaikan.
Pertanyaan Umum
Mengapa trotoar Gasibu harus diperbaiki ulang?
Infrastruktur tersebut dinilai membahayakan pejalan kaki karena memiliki perbedaan ketinggian yang terlalu ekstrem dengan badan jalan raya.
Siapa yang bertanggung jawab atas evaluasi proyek ini?
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memerintahkan langsung dinas terkait untuk mengevaluasi dan merombak desain yang bermasalah.
Kapan perbaikan fisik di lapangan mulai dilakukan?
Pengerjaan fisik penyesuaian trotoar dijadwalkan mulai berjalan pada pekan depan setelah kajian teknis selesai.
Ringkasan
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi meminta maaf dan instruksikan evaluasi trotoar Gasibu yang terlalu tinggi serta membahayakan pejalan kaki.






