Trotoar Gasibu Terlalu Tinggi, Dedi Mulyadi Minta Maaf

- Penulis

Kamis, 3 September 2026 - 18:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi meninjau trotoar Gasibu Bandung yang dinilai terlalu tinggi dan berbahaya

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memerintahkan evaluasi desain trotoar di kawasan Gasibu, Kota Bandung, karena dinilai terlalu tinggi dan berisiko memicu kecelakaan.

Redaksiku.com – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menginstruksikan evaluasi mendesak terhadap desain infrastruktur pejalan kaki di kawasan Gasibu, Kota Bandung, pada Kamis, 3 September 2026. Langkah cepat ini diambil setelah fasilitas trotoar yang baru selesai dibangun dinilai tidak ramah bagi warga dan justru memicu potensi kecelakaan. Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyoroti kontur fisik jalur pedestrian yang dinilai terlalu ekstrem.

Kawasan yang menjadi pusat perhatian khusus tersebut terletak di sepanjang Jalan Sentot Aliansyah–Surapati. Di lokasi ini, perbedaan ketinggian antara permukaan trotoar dan aspal badan jalan tergolong sangat signifikan. Situasi itu membuat para pejalan kaki kesulitan untuk naik atau turun jalur khusus tanpa harus mengambil risiko terpeleset.

Warga sekitar dan para pengguna jalan mengeluhkan ketiadaan akses landai yang memadai di titik-titik krusial. Kondisi tersebut dinilai tidak memenuhi standar universal design yang menjaminkan aksesibilitas bagi semua kalangan. Pemerintah daerah kini bergerak cepat untuk memanggil para perencana teknis guna merumuskan solusi perbaikan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perbedaan elevasi yang ekstrem antara jalur pedestrian dan aspal jalan raya di kawasan Gasibu dinilai mengabaikan aspek keselamatan dasar publik.

Dampak Langsung pada Kelompok Rentan

Rancangan fasilitas publik yang tidak memperhitungkan faktor ergonomis ini langsung memukul mundur mobilitas warga lanjut usia. Para lansia yang sering memanfaatkan ruang terbuka Gasibu untuk berolahraga mengaku terpaksa berjalan di bahu jalan raya. Tindakan tersebut tentu saja membahayakan keselamatan jiwa mereka di tengah arus kendaraan yang padat.

Selain kelompok lanjut usia, sejumlah hambatan serupa turut dirasakan oleh penyandang disabilitas yang menggunakan kursi roda. Ketiadaan bidang miring atau ramp yang sesuai standar membuat mereka sama sekali tidak dapat mengakses jalur pedestrian tersebut secara mandiri. Situasi ini memicu kritik tajam dari berbagai lembaga pemerhati hak-hak disabilitas di Kota Bandung.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur publik tidak boleh hanya mengejar aspek estetika visual semata. Fungsi utama trotoar sebagai ruang aman bagi pejalan kaki harus ditempatkan sebagai prioritas mutlak dalam setiap perencanaan tata kota. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang diminta segera turun tangan ke lapangan.

Lebih dari 15 titik di sepanjang koridor Jalan Sentot Aliansyah–Surapati teridentifikasi memiliki selisih ketinggian berbahaya yang melampaui batas toleransi kenyamanan pejalan kaki.

Langkah Perbaikan dan Evaluasi Menyeluruh

Dinas terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah diperintahkan untuk membongkar bagian-bagian yang tidak memenuhi standar keamanan. Proses renovasi ulang ini dijadwalkan mulai dikerjakan pada pekan depan tanpa mengganggu arus lalu lintas utama. Anggaran perbaikan dialokasikan dari pos darurat pemeliharaan infrastruktur wilayah metropolitan.

Pemerintah juga membuka ruang partisipasi publik bagi masyarakat yang ingin melaporkan fasilitas serupa di titik lain Kota Bandung. Partisipasi warga dinilai penting untuk memastikan seluruh fasilitas publik benar-benar berfungsi secara optimal. Pengawasan ketat akan diberlakukan pada setiap proyek pembangunan trotoar berikutnya.

Proses pembongkaran dan penyesuaian ketinggian trotoar Gasibu akan berdampak pada rekayasa lalu lintas lokal secara berkala selama masa pengerjaan.

Berikut adalah beberapa fokus utama perbaikan infrastruktur pedestrian di kawasan Gasibu:

  • Pembangunan bidang miring atau ramp aksesibilitas di setiap titik penyeberangan jalan.
  • Penyesuaian elevasi permukaan trotoar agar sejajar dan mudah dijangkau dari badan jalan.
  • Pemasangan ubin pemandu atau guiding block baru bagi penyandang tunanetra yang sempat terabaikan.

Pertanyaan Umum

Mengapa trotoar Gasibu harus diperbaiki ulang?

Infrastruktur tersebut dinilai membahayakan pejalan kaki karena memiliki perbedaan ketinggian yang terlalu ekstrem dengan badan jalan raya.

Siapa yang bertanggung jawab atas evaluasi proyek ini?

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memerintahkan langsung dinas terkait untuk mengevaluasi dan merombak desain yang bermasalah.

Kapan perbaikan fisik di lapangan mulai dilakukan?

Pengerjaan fisik penyesuaian trotoar dijadwalkan mulai berjalan pada pekan depan setelah kajian teknis selesai.

Ringkasan

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi meminta maaf dan instruksikan evaluasi trotoar Gasibu yang terlalu tinggi serta membahayakan pejalan kaki.

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jovan Latuconsina Raih Gelar Doktor Unair Bahas Politik Gen Z
Bonus Pelajar Juara O2SN FLS3N OSN Pasuruan 2026
Perindo Papua Pegunungan Raih 21 Kursi, Bidik Tambah di 2029
Ekspor Batubara Murah Ancam Ekonomi dan Lingkungan Indonesia
Karhutla di Lahat Capai 34 Kasus, TNI Turun Tangan Cegah Kebakaran
Syarat Guru PPPK Jadi PNS di Seleksi CPNS 2027 dan Batas Usia
93 Persen Beras Fortifikasi Tak Sesuai Standar, Bapanas Bertindak
HUT ke-81 PT KAI: Rail Clinic Berikan Pengobatan Gratis di Lahat

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 20:48 WIB

Bonus Pelajar Juara O2SN FLS3N OSN Pasuruan 2026

Jumat, 4 September 2026 - 15:52 WIB

Perindo Papua Pegunungan Raih 21 Kursi, Bidik Tambah di 2029

Jumat, 4 September 2026 - 10:02 WIB

Ekspor Batubara Murah Ancam Ekonomi dan Lingkungan Indonesia

Jumat, 4 September 2026 - 08:12 WIB

Karhutla di Lahat Capai 34 Kasus, TNI Turun Tangan Cegah Kebakaran

Jumat, 4 September 2026 - 07:42 WIB

Syarat Guru PPPK Jadi PNS di Seleksi CPNS 2027 dan Batas Usia

Berita Terbaru

PT Trimegah Sumber Mas mengurangi porsi kepemilikan saham UVCR hingga menyisakan 16 persen.

Keuangan

Saham UVCR Dilepas Pengendali, Kepemilikan Tersisa 16%

Sabtu, 5 Sep 2026 - 00:12 WIB

Pelatih Persis Solo menggenjot kebugaran fisik pemain agar berada di tingkat optimal sebelum laga perdana.

Olahraga

Fisik Persis Solo Baru 80 Persen, Pelatih Genjot Kebugaran

Sabtu, 5 Sep 2026 - 00:10 WIB

Harga minyak mentah dunia mencatatkan penguatan signifikan di tengah eskalasi konflik di Selat Hormuz pada Jumat, 4 September 2026.

Keuangan

Harga Minyak Menguat Terdorong Konflik Selat Hormuz 2026

Sabtu, 5 Sep 2026 - 00:05 WIB

PT Indika Energy Tbk (INDY) menjadwalkan penjualan sisa saham treasuri mulai 18 September 2026.

Keuangan

Saham Treasuri Indika Energy (INDY) Dijual 18 September

Sabtu, 5 Sep 2026 - 00:04 WIB