Stok beras nasional menjadi perhatian utama pemerintah menjelang bulan suci Ramadan.
Presiden Prabowo Subianto memastikan bahwa cadangan beras di Bulog mencapai 2 juta ton dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Dengan stok yang melimpah, pemerintah menjamin harga beras tetap stabil agar daya beli masyarakat tidak terganggu.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyampaikan hal ini setelah bertemu dengan Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan, Jakarta belum lama ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam pertemuan tersebut, pemerintah juga membahas berbagai strategi untuk menjaga produksi beras nasional dan memastikan distribusinya berjalan lancar.
Stok Beras Nasional Capai 2 Juta Ton, Ketersediaan Aman

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa stok beras nasional dalam kondisi aman dengan cadangan sebesar 2 juta ton yang dikelola Bulog.
Ketersediaan ini cukup untuk memenuhi kebutuhan selama Ramadan dan Idulfitri, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir akan kelangkaan beras.
Mentan Andi Amran Sulaiman menjelaskan bahwa produksi beras nasional pada kuartal pertama 2025 mengalami peningkatan signifikan.
Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan produksi beras mencapai 8 juta ton hingga Maret dan diperkirakan meningkat menjadi 1314 juta ton hingga April.
Dengan lonjakan produksi yang tinggi, kami memastikan stok beras nasional dalam kondisi aman, dan tidak ada ancaman kelangkaan, ujar Mentan Amran pada Rabu, 5 Februari 2025.
Untuk memastikan stok tetap stabil, Presiden Prabowo menginstruksikan Bulog untuk menyerap hasil panen petani dengan cepat. Langkah ini dilakukan agar harga gabah tetap menguntungkan petani tanpa membebani konsumen.
Prabowo Pastikan Harga Beras Tetap Stabil
Selain memastikan ketersediaan beras, pemerintah juga berupaya menjaga stabilitas harga di pasar.
Presiden Prabowo menekankan pentingnya keseimbangan antara kepentingan petani, pengusaha, dan masyarakat umum.
Saat ini, harga gabah di beberapa wilayah masih berada di bawah harga pembelian pemerintah (HPP).
Berdasarkan data yang dikumpulkan, sekitar 70 persen wilayah mengalami harga gabah di bawah HPP, sementara 30 persen lainnya di atas HPP.
Untuk mengatasi ketimpangan ini, pemerintah telah menyiapkan dana sebesar Rp16,6 triliun yang dialokasikan kepada Bulog tanpa bunga.
Dana ini digunakan untuk menyerap hasil panen petani dengan harga yang layak agar mereka tidak mengalami kerugian. Presiden Prabowo menegaskan bahwa program ini harus dijalankan dengan cepat dan efisien.
Kebijakan ini harus dieksekusi dengan baik. Tidak ada alasan untuk gagal dalam menjaga stabilitas harga beras nasional, tegas Presiden Prabowo.
Halaman : 1 2 Selanjutnya






