Israel Diduga Gelontorkan Dana Fantastis ke Google untuk Propaganda soal Gaza

- Penulis

Minggu, 7 September 2025 - 20:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Israel Diduga Gelontorkan Dana Fantastis ke Google untuk Propaganda soal Gaza

Israel Diduga Gelontorkan Dana Fantastis ke Google untuk Propaganda soal Gaza

Israel disebut memanfaatkan hal ini dengan serius. Dengan mengguyurkan dana super besar ke Google, pesan-pesan yang mereka anggap penting bisa tersebar luas, bahkan mengalahkan jangkauan berita independen.

Strategi ini jelas efektif dari sisi visibilitas, tapi di sisi lain juga mengundang kritik keras karena dianggap menyesatkan publik global.

Respon Dunia Internasional

Laporan tentang kontrak propaganda ini langsung memancing reaksi beragam. Banyak pihak menilai langkah Israel menunjukkan upaya sistematis untuk mengontrol narasi publik, bahkan dengan cara membantah bukti nyata yang sudah ada di lapangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Aktivis HAM internasional menyebut, tindakan ini seperti menutup mata dunia terhadap realita pahit yang dialami warga Gaza.

Ada juga akademisi yang berpendapat bahwa kerja sama antara pemerintah dengan platform raksasa seperti Google bisa berbahaya. Sebab, hal ini membuat batas antara iklan berbayar dan manipulasi informasi jadi makin kabur.

Netizen Ikut Ramaikan Perdebatan

Di media sosial, warganet dari berbagai negara langsung rame ngebahas isu ini. Ada yang marah karena menganggap Google menjual idealisme demi uang, ada juga yang menuntut transparansi dari pihak platform iklan digital.

Hashtag terkait Gaza, propaganda, dan Google sempat trending di Twitter/X. Banyak netizen membandingkan iklan resmi Israel dengan foto-foto kondisi nyata di lapangan yang dibagikan jurnalis independen maupun relawan kemanusiaan.

Kontras antara iklan dan fakta di lapangan inilah yang bikin perdebatan makin panas.

Google Bakal Buka Suara?

Sampai sekarang, pihak Google belum memberikan keterangan resmi yang detail soal laporan kontrak Rp 740 miliar ini. Biasanya, perusahaan teknologi besar punya kebijakan soal iklan politik atau propaganda, tapi dalam kasus ini, sorotan publik sudah terlalu besar untuk diabaikan.

Banyak pengamat memperkirakan bahwa Google akan dipaksa menjelaskan posisi mereka, apakah benar ikut mengesahkan kampanye hasbara Israel, atau ada aspek lain yang nggak diketahui publik.

Pelajaran dari Kasus Ini

Kasus dugaan pembayaran Israel ke Google ini jadi refleksi penting buat dunia digital. Internet yang awalnya dianggap sebagai ruang bebas informasi, ternyata bisa juga dipakai untuk menyebarkan propaganda berskala global.

Masyarakat dunia dituntut makin kritis dalam menerima informasi. Nggak cukup hanya nonton satu video atau baca satu iklan, tapi harus cek dari banyak sumber, terutama media independen yang berani menyajikan fakta di lapangan.

Penutup: Perang Narasi Masih Terus Berlanjut

Konflik Gaza memang bukan hanya soal senjata, tapi juga soal siapa yang bisa mengendalikan cerita. Dengan munculnya laporan dugaan kontrak Rp 740 miliar ini, publik semakin sadar bahwa perang narasi sama pentingnya dengan perang di medan tempur.

Apapun hasil klarifikasi dari Google nanti, yang jelas kasus ini sudah bikin banyak orang membuka mata. Propaganda digital nyata adanya, dan bisa memengaruhi cara dunia melihat krisis kemanusiaan yang sesungguhnya.

Follow Sosial Media Redaksiku : FacebookInstagramTiktokXYoutubePinterest

Penulis : Redaksiku

Editor : Redaksiku

Sumber Berita: Berbagai Sumber

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kudeta Iran Jadi Sorotan, Ini Fakta Terbaru Krisis Politik dan Situasi Pemerintahan
Abdullah dari Arab Saudi Meninggal di London, Koroner Ungkap Penyebab Kematiannya
Beruang Hitam Tewas Tersengat Listrik di Atas Tiang
Dara Daeng Maros 2026 Lahirkan Duta Wisata Baru
Konsultan Hukum Pidana Usul KPK Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah Jika Berpotensi Jalan di Tempat Tanpa Kejelasan P-21
Anwar Ibrahim Tegaskan Warga Israel Akan Dideportasi, Polemik Network School Memanas
FIFA Investigasi Spanduk Malvinas Pemain Argentina
Xi Jinping Hadiri WAIC 2026, Siapkan Visi China untuk Masa Depan AI Dunia
Diskusi Pembaca

Jadilah yang pertama berkomentar

Bagikan tanggapan Anda secara santun. Komentar yang relevan membuat diskusi lebih bermanfaat.

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 20:41 WIB

Kudeta Iran Jadi Sorotan, Ini Fakta Terbaru Krisis Politik dan Situasi Pemerintahan

Sabtu, 25 Juli 2026 - 12:00 WIB

Abdullah dari Arab Saudi Meninggal di London, Koroner Ungkap Penyebab Kematiannya

Jumat, 24 Juli 2026 - 09:57 WIB

Beruang Hitam Tewas Tersengat Listrik di Atas Tiang

Kamis, 23 Juli 2026 - 06:40 WIB

Dara Daeng Maros 2026 Lahirkan Duta Wisata Baru

Minggu, 19 Juli 2026 - 17:12 WIB

Konsultan Hukum Pidana Usul KPK Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah Jika Berpotensi Jalan di Tempat Tanpa Kejelasan P-21

Berita Terbaru