CERPEN: Bagian Apes (Terinspirasi dari Kisah Nyata)

- Penulis

Rabu, 3 Juli 2024 - 07:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumber: Canva

Sumber: Canva

Yah, kita kesiangan! Ardi yang duduk di bagian depan sepeda itu mengeluh untuk kesekian kalinya pada Sang Ayah. Harusnya tadi kita nggak usah mulung dulu. Kita bisa nggak kebagian, Yah.

Lelaki yang mengayuh sepeda itu berusaha untuk tidak mendengarkan anaknya. Dia hanya semakin fokus mengayuh sepeda. Seharusnya, ia belum terlalu tua sekalipun wajahnya terlihat seperti orang berumur hampir lima puluh tahunan. Namun, tenaganya sudah nyaris habis dari tubuhnya. Penyakit paru-paru basah yang diidapnya merenggut stamina yang dulu dia banggakan.

Kuponnya kamu bawa, Di? tanya lelaki itu sebelum mengarahkan sepeda berbelok ke tikungan terakhir. Kalau nggak ada kupon, kita nggak bakal kebagian daging, Di.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bawa, Yah. Aman, kata Ardi sambil mengangkat selembar kupon dari kertas karton tebal di genggamannya. 

Jangan sampai sobek! Lelaki itu mengingatkan.

Anaknya hanya mengangguk. Dia terlalu tegang untuk menjawab. Di depan mereka sudah berjajar mobil-mobil dan motor yang berjajar sampai ke luar halaman masjid. Beberapa motor keren itu membuatnya berpaling karena sangat ingin memilikinya. Tentu saja, kemiskinan membuatnya tidak mungkin berharap bisa memiliki benda semahal itu. Sepeda ayahnya sudah amat sangat bagus untuk mereka miliki selain gerobak yang biasa mereka gunakan untuk mencari rongsokan.

Yah, aku lompat aja. Nanti kita nggak kebagian, kata Ardi.

Nggak usah, Di. Nanti kamu jatuh, Kalau memang rezeki bakalan jadi milik

Sebelum lelaki itu menyelesaikan kalimatnya, Ardi sudah lebih dulu melompat turun. Anak kecil itu berlari cepat menuju halaman masjid yang telah berubah menjadi lokasi penjagalan hewan kurban. 

Tubuh kurus kecilnya menyelip di antara tubuh orang dewasa yang berjejalan di halaman masjid. Perasaannya tidak enak saat melihat orang-orang membawa plastik besar berisi daging, juga karung-karung besar yang dimasukkan ke bagian belakang mobil-mobil itu. 

Dia tahu kalau orang yang berkurban memiliki hak atas hewan yang dikurbankannya. Ayahnya telah memberikan nasihat saat tahun kemarin dia menangis pulang karena ada orang dengan mobil besar yang mengambil semua daging kurban. Saat pulang hanya dengan membawa tulang-tulang kecil saja, dia berusaha untuk mengerti. Mungkin saja, orang kaya itu memang sengaja memotong hewan untuk diri mereka sendiri, semacam kebanggaan seperti orang-orang yang memberi mereka nasi kotak setiap hari Jumat, lalu meminta mereka menghabiskan nasi kotak itu di pinggir jalan agar bisa mengambil video mereka.

Kata ayahnya, orang-orang itu memiliki kebanggaan terhadap hal-hal yang tidak akan dia mengerti. Namun, dia tetap berusaha untuk mengerti.

Kini, Ardi kembali berusaha mengerti saat seorang lelaki bercelana jins dan rokok di sela bibir mendorongnya lantaran dia menghalangi jalan.

Nggak lihat apa aku bawa berat gini? bentak lelaki itu. Dia kembali menggendong karung besar itu ke mobil yang telah ditunggui perempuan berhijab panjang dengan rangkaian gelang emas di kedua tangannya. 

Ardi menelan ludah. Dia membatin lelaki itu pasti menyembelih sapi limosin karena daging yang dibawa pulang saja sebanyak itu. 

Dengan semangat, dia kembali ke kerumunan, menyelip sampai bisa masuk ke bagian tengah, tempat panitia kurban membagikan plastik-plastik berisi daging. 

Tangannya terulur meminta perhatian dari panitia. Sampai akhirnya dia berhasil keluar dari kerumunan dengan terengah, panitia masih belum ada yang mengambil kupon di tangannya.

Pak, saya mau daging juga, katanya sambil melambaikan kertas kupon kumal pada lelaki yang memakai baju koko putih dan kopiah hitam.

Lelaki itu melihatnya dengan cengiran tak enak. Sudah habis, Dek. Itu tadi yang terakhir sudah diambil orang. Kamu kesiangan.

Mencelus rasanya hati Ardi mendengar kalimat itu lagi. Seluruh tubuhnya membeku. Dengan perlahan, dia berbalik, berharap melihat ayahnya di sana, tapi ternyata tak ada. Ayahnya belum bisa menerobos gelombang kepulangan orang dari halaman masjid. 

Anak lelaki kurus itu hanya bisa menangis dan mengelap air matanya dengan kaus kumal yang sudah dua hari tak diganti. Lagi-lagi, dia tidak kebagian apa pun selain apes, satu hal yang takkan habis untuk dibagikan pada semua orang di negeri ini.

Tidak hanya itu sebenarnya. Dia juga masih memiliki waktu satu tahun untuk berharap agar nantinya tidak kecewa lagi.

Kita pulang, Nak, kata lelaki tua yang napasnya terdengar seperti suara engsel pintu yang lama tak diminyaki. Kita beli sosis di depan SD itu aja, ya, ajaknya dalam usaha untuk menenangkan kekecewaan dalam hati anak lelaki satu-satunya itu.

***

Semoga kita bisa menjadi pribadi yang peka pada kehidupan orang lain. Semoga tahun depan kita bisa berkurban lebih banyak lagi untuk anak-anak seperti Ardi. Cerpen lain dari Honey Dee, bisa dibaca di sini.

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sarah Alana Gibson, Terbaru 7 Fakta Selebgram yang Jadi Sorotan
Tebak Tebakan Lucu, Wajib Tahu 50 Ide Bikin Ngakak
Viral 6 Hal Vanness Wu Menikah dengan Emi Aramaki
Geger 6 Poin Pinkan Mambo Buka Kelas Menyanyi
Heboh 6 Poin Raisa Jalan Bareng Bule Prancis di Tokyo
Heboh 6 Poin Pinkan Mambo dan Michelle Akan Tinggal Bareng
Viral 5 Poin Nathalie Holscher Bungkam Tanggal Nikah
Bikin Baper 5 Momen Rossa Umumkan Asuh Anak Perempuan

Berita Terkait

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:40 WIB

Sarah Alana Gibson, Terbaru 7 Fakta Selebgram yang Jadi Sorotan

Rabu, 1 Juli 2026 - 16:01 WIB

Tebak Tebakan Lucu, Wajib Tahu 50 Ide Bikin Ngakak

Selasa, 30 Juni 2026 - 21:30 WIB

Viral 6 Hal Vanness Wu Menikah dengan Emi Aramaki

Selasa, 30 Juni 2026 - 21:13 WIB

Geger 6 Poin Pinkan Mambo Buka Kelas Menyanyi

Selasa, 30 Juni 2026 - 15:49 WIB

Heboh 6 Poin Raisa Jalan Bareng Bule Prancis di Tokyo

Berita Terbaru

Rahasia Awet Muda Tanpa Menggunakan Skincare

Life Style

4 Rahasia Awet Muda Tanpa Menggunakan Skincare

Jumat, 3 Jul 2026 - 14:37 WIB